Sistem Monitoring Traffic Packet Internet Melalui SMS Berbasis Simple Network Management Protocol

Abstrak

Pada Proyek ini dibuat software untuk memonitor traffic packet internet. Data traffic tersebut ditampilkan melalui SMS (Short Message Service) yang berisi informasi paket internet yang masuk dan keluar jaringan.
Dalam menyelesaikannya, digunakan agen SNMP (Simple Network Management Protocol) yang menyediakan data dalam MIB (Management Information Base) dan manajer SNMP untuk menanyai agen SNMP tentang informasi paket internet. Kemudian data diolah dengan PHP dan disimpan dalam database. Program SMS dibangun dengan Bash Script dan memanfaatkan SMS Server Tools sebagai SMS Gateway.
Dengan sistem monitoring traffic packet internet melalui SMS berbasis SNMP ini diharapkan suatu jaringan dapat dimonitor oleh administrator dari manapun dan kapanpun.
Kata kunci: SNMP, MIB, SMS, SMS Gateway

Latar Belakang
Manajemen jaringan sangat diperlukan apabila jumlah jaringan dalam sebuah organisasi semakin besar dengan perangkat yang semakin banyak dan berbeda-beda dari berbagai vendor. Jaringan Internet terdiri dari atas stasiun manajemen yang berkomunikasi dengan elemen-elemen jaringan

Untuk menjalankan aktivitas monitoring tersebut antar administrator dan elemen-elemen jaringan yang dimonitor harus ada komunikasi. Dalam hal ini ada dua macam komunkasi. Pertama, administrator yang bertanya kepada elemen jaringan. Kedua, elemen jaringan akan memberitahu administrator tentang informasi paket internet yang masuk atau akan memberitahu adanya kejadian penting. Selanjutnya stasiun manajemen akan menampilkan status interface tersebut di layarnya. Dengan cara seperti ini seorang administrator jaringan dapat segera mengetahui kondisi dalam suatu jaringan, salah satunya adalah jumlah traffic paket internet.

Untuk menangani manajemen jaringan digunakan suatu protocol aplikasi dari TCP/IP yaitu SNMP (Simple Network Management Protocol). Dalam hal ini, network management (manajemen jaringan) berarti pengumpulan, analisis dan pelaporan data mengenai performa dari komponen-komponen jaringan. Data yang dapat dikumpulkan oleh SNMP misalnya statistik unjuk kerja dan laporan rutin lain, juga peringatan yang berisi laporan tentang masalah jaringan yang mungkin akan terjadi atau yang sudah terjadi.

SMS atau Short Message Services merupakan salah satu media komunikasi yang paling banyak digunakan sekarang ini karena murah dan prosesnya cepat, langsung kepada tujuan. SMS merupakan salah satu fitur dari GSM. Keberadaan jasa dan industri yang menggunakan SMS semakin lama semakin banyak dijumpai.
Seiring mobilitas administrator suatu jaringan internet yang semakin tinggi dengan didukung adanya teknologi SNMP dan SMS maka dapat dibangun suatu sistem yang dapat memonitor jaringan internet dari jarak jauh dengan memadukan dua teknologi tersebut. Sehingga pada proyek ini kami ingin memanfaatkan teknologi SMS untuk memonitor traffic packet internet pada suatu jaringan internet di PENS-ITS.

Firman Arifin , Nanang Syahroni, Adi Prayitno

Pengenalan Kecerdasan Buatan (AI) – #1

PENDAHULUAN

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer yang berkonsentrasi pada peng-automatisasi-an agar mesin atau komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.

Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat komputasi belaka. Seiring dengan perkembangan waktu, penggunaan komputer semakin mendominasi kehidupan manusia maka komputerpun tidak hanya digunakan sebagai alat hitung saja, tetapi lebih dari pada itu yaitu menggantikan beberapa pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh manusia.

Manusia menjadi pintar dalam menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapinya karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan didapatkan dari proses belajar, pengalaman didapatkan karena perjalanan waktu dan kehidupan yang di alami oleh manusia. Semakin banyak bekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki seseorang, diharapkan orang tersebut lebih mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Namun bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberikan akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Tanpa memiliki kemampuan penalaran yang baik, tidak ada artinya manusia itu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sebanyak apapun. Demikian juga sebaliknya, walaupun seorang manusia mempunyai kemampuan penalaran yang baik, namun tanpa bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan dan diberikan kemampuan untuk menalar. Untuk itu artificial intelligence, akan mencoba untuk memberikan beberapa metode untuk membekali komputer dengan kedua komponen tersebut agar komputer bisa menjadi mesin yang cerdas.

DEFINISI KECERDASAN BUATAN
Menyatakan komputer itu cerdas tentu tergantung sudut pandang dari orang yang memanfaatkan komputer tersebut. Karena itulah sangat sulit untuk mendefinisikan dengan pasti apa yang dimaksud dengan kecerdasan buatan tersebut. Pada tulisan ini kita akan menunjukkan beberapa definisi mengenai kecerdasan buatan sesuai dengan literatur yang di dapatkan dari beberapa pakar kecerdasan buatan.

Secara umum definisi kecerdasan buatan dapat dibagi dalam empat kategori yaitu:

* Sistem yang dapat berfikir seperti manusia “Thinking humanly”
* Sistem yang dapat bertingkah laku seperti manusia “Acting humanly”
* Sistem yang dapat berpikir secara rasional “Thinking rationally”
* Sistem yang dapat bertingkah laku secara rasional “Acting rationally”

Secara historis, keempat pendekatan tersebut telah dilakukan oleh para pakar kecerdasan buatan. Pendekatan manusia haruslah merupakan suatu ilmu empiris, termasuk hipotesa dan konfirmasi percobaan dan pendekatan rasional meliputi kombinasi dari matematika dan rekasaya.

Dari keempat perspektif diatas, pengertian kecerdasan buatan dapat dipandang dari berbagai sudut pandang, antara lain:
1. Sudut pandang kecerdasan.
Kecerdasan buatan akan membuat mesin menjadi cerdas, yaitu mampu berbuat seperti apa yang dilakukan oleh manusia.

2. Sudut pandang penelitian.
Kecerdasan buatan adalah suatu studi bagaimana membuat mesin atau komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dikerjakan oleh manusia. Ada beberapa bidang (domain) yang sering dibahas oleh para peneliti meliputi:
a. Mundane Task
– Persepsi (vision & speech)
– Bahasa alami (understanding, generation & translation)
– Pemikiran yang bersifat commonsense
– Robot control
b. Formal Task
– Games/permainan
– Matematika (geometri, logika, kalkulus integral, pembuktian)
c. Expert Task
– Analisis finansial
– Analisis medikal
– Analisis ilmu pengetahuan
– Rekayasa (desain, pencarian kegagalan, perencanaan manufaktur)

3.Sudut pandang bisnis.
Kecerdasan buatan adalah sekumpulan peralatan (tools) yang sangat powerfull dan metodelogis dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis.

4. Sudut pandang pemrograman
Kecerdasan buatan meliputi studi tentang pemrograman simbolik, penyelesaian masalah (problem solving) dan pencarian (searching).

Untuk melakukan aplikasi kecerdasan buatan ada 2 bagian utama yang sangat dibutuhkan, yaitu:

# Basis Pengetahuan (Knowledge Base), berisi fakta-fakta, teori, pemikiran dan hubungan antara satu dengan yang lainnya.

# Motor Inferensi (Inference Engine), yaitu kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman.

[bersambung]

Referensi:

1. Anita Desiani, Muhammad Arhami. Konsep Kecerdasan Buatan, Yogyakarta: Andi, 2006.
2. David M. Bourg, Glenn Seeman. AI for Game Developers, US: O’Reilly Media, 2004.
3. George J. Klir, Bo Yuan. Fuzzy Sets and Fuzzy Logic (Theory and Applications), New Jersey: Prenhall, 1995.
4. Nils J. Nilsson, Introduction to Machine Learning, Standford: Standford University, 1996.
5. Randy L. Haupt, Sue Ellen Haupt. Practical Genetic Algorithms, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2004.
6. Sri Kusumadewi. Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya), Yogyakarta: Graha Ilmu, 2003.
7. Sri Kusumadewi, Hari Purnomo. Penyelesaian Masalah Optimasi dengan Teknik-Teknik Heuristik, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005.

Bekerja jangan Lupa Belajar :)

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti
Istirahat bukan berarti berhenti ,

Istirahat bukan berarti berhenti
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Salam sukses luar biasa! (www.andriewongso.com)

Malang atau Beruntung?

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu-satu nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.

Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu .”

Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang-orang dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda-kuda yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang-pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu .”

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.

Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..”

Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulangnya yang patah akan baik kembali. Keesokan harinya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu .”

Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Sutradara. Apa-apa yang kita sebut hari ini sebagai “kesialan”, barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju “keberuntungan” . Maka orang-orang seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk “menghakimi” kejadian dengan label-label “beruntung”, “sial”, dan sebagainya.

Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti. Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu “kesialan”, manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain.

Maka berhentilah menghakimi apa -apa yang terjadi hari ini, kejadian -kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas dan apapun namanya… yang selama ini kita sebut dengan “kesialan” , “musibah ” dll , karena… sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu.

“Hadapi badai kehidupan sebesar apapun. Tuhan takkan lupa akan kemampuan kita. Kapal hebat diciptakan bukan untuk dilabuhkan di dermaga saja”.

Penghafal Quran Termuda

 The Amazing Child

Doktor Sayid Muhammad Husein Thabathaba’i

Anak termuda yang hafal seluruh Al Quran, penerjemah Al Quran termudadan pelajar Hauzah Ilmiah Qom yang paling belia.

Anak pertama yang mampu menyampaikan semua keinginan dan percakapannya sehari-hari dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran.

Anak pertama yang berhasil menghafal seluruh Al Quran dengan metode isyarat.

Anak pertama yang bisa dengan mudah menghubungkan satu ayat dengan lainnya dan menafsirkan ayat Al Quran dengan cara itu.

Anak pertama yang dapat menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan ayat-ayat suci Al Quran.

Anak pertama dari negeri Iran yang berhasil memperoleh titel Doktor kehormatan dari salah satu universitas Inggris di usianya yang ketujuh

VCD ini menjadi bukti bagi mereka yang ragu akan keagungan para penghafal Al Qur’an .

Suasana dalam ruangan itu mendadak hening …para syaikh, hafidz, mufassir & jamaah lainnya menahan pembicaraan.

Perhatian mereka tertuju pada sosok bocah yang sedang duduk bersila dengan tenang ….dihadapan mereka .

Tatapan matanya yang bulat & jernih menyapu ratusan hadirin yg berjubel….wajahnya yg polos tampak berseri…memancarkan kharisma yg kuat….senyumnya tipis membuat gemas siapapun yg memandang .

Ya bocah itu bukan bocah biasa…sejak beberapa bulan terakhir ….ia menjadi buah bibir kaum muslimin Iran. Dalam usianya yg masih balita ( 5 thn ) ia sudah hafal Al Quran beserta maknanya . Bahkan dalam kesehariannya ia berbicara dengan bahasa Al Quran. Namanya Muhammad Husein bin Thoba Thoba’i .. Di depan namanya ada kata Sayyid….itu artinya ia termasuk salah satu Zurriyat Rasululloh ….orang2 menjuluki The Amazing Child …Si Bocah Ajaib .

Duduk di sampingnya adalah sang Ayah …Sayyid Thoba Thoba’i ….sedang berbicara … Seperti saudara-saudara ketahui…anak saya telah hafal Al Quran di usia balita
lengkap dgn terjemahannya.

Kami mengajarkan Al Quran sejak ia berumur 2 tahun 4 bulan ….sebagian kami sendiri yang mengajarkannya …dan sebagian yang lain …..dia menguasai sendiri ……misalnya berbicara dgn bahasa Al Quran ….Alhamdulillah dia bisa dgn sendirinya. Ia selalu berbicara dgn bahasa Al Quran baik di dalam rumah maupun di luar rumah .

Jika dibacakan sebuah kalimat dari Al Quran …ia mampu menjelaskan bahwa kalimat itu ada dalam surah ini …ayat sekian …juz sekian & berada di halaman sekian .

Ia juga hafal tulisan yang berada diawal halaman & 5 halaman berikutnya. Bahkan ia hafal kalimat atau ayat2 yg serupa secara lafadz & maknanya…

Sekarang ….saudara dapat bertanya langsung kepadanya tentang suatu ayat …. dan tanyakan itu surah apa ….ayat berapa & di juz berapa ……..

Atau bacakan kepadanya suatu terjemahan ayat ….lalu minta kepadanya untuk menyebutkan ayatnya atau menanyakan suatu tema dalam Al Quran….. Insya Alloh ….ia dapat menjelaskannya .

Seorang jama’ah langsung mengangkat tangannya …tanpa dipersilahkan lebih lanjut ia bertanya dengan membaca sebuah ayat ….lantas sang ayah membacakan kembali ayat tsb kepada Husein …..

“Wa atainahul hukma shabiyya …ayat ini di surat apa ? ” tanya sang ayah … dengan spontan Husein menjawab :

” Surah Maryam ”
” Juz berapa ? ”
” Juz ke 16 ”
” Terletak dihalaman berapa dalam surah Maryam ? ”
” Dihalaman pertama ”
” Apa arti ayat tsb ? ”
” Dan kami telah anugerahkan hukum kepadanya ketika masih dalam gendongan ”

” Ahsantum ! …..Bagus ! ” kata sang ayah …..” Sekarang bacalah beberapa ayat setelahnya ” perintah sang ayah .

Maka si bocah meneruskannya hingga 3 surah selanjutnya ……..untaian firman Alloh itu mengalir lancar dari bibirnya.suaranya jernih…lafadznya fasih …hadirin menahan nafasnya ..

Sang ayah kembali bertanya : ” Dalam Al Quran terdapat ayat yg menyebutkan bahwa Nabi Isa yg masih bayi berdialog dengan umat seperti orang dewasa …Nah ayat ini ada di surah apa ? ”

” Di surah Ali Imron Juz ke 3 ”
” Sebutkan ayatnya ” kata sang ayah


Sayyid Husein membacanya dgn lancar …dilanjutkan dgn artinya. Lalu Sayyid Thoba Thoba’I kembali memuji putranya :

” Bagus , semoga Alloh memberkatimu ”

Sementara itu seorang guru membacakan surah Al Qur’an yang kemudian dibacakan kembali oleh sang ayah .

” Wakhfidh lahuma janahadz dzulli ….ayat itu ada di surah apa ? ” tanya sang ayah .

Tanpa berfikir panjang Sayyid Husein menjawab : ” Al Isro ”
” Juz berapa ? ”
” Ke 15 ”
” Dihalaman berapa ? ”
” Ke 3 ”
” Sekarang ucapkan artinya ”


” Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dgn penuh kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil ” ( Al Isro : 24 )


” Lanjutkan ayat2 berikutnya ” pinta sang ayah lagi ..

Lagi2 dgn suaranya yang jernih , ia membacakan surah Al Isro hingga 2 ayat berikutnya ..

Hadirin mulai tidak tenang …mereka terus menerus mengucapkan lafadz takjub
” Masya Allooooh ” .


Pertanyaan tak berhenti sampai disitu …hadirin semakin penasaran…seseorang yg tampaknya sengaja datang dari jauh …sengaja datang hanya untuk melihat keajaiban itu .

Ia bertanya berdasarkan ayat Al Qur’an yg ia buka secara acak .

” Wahai sayyid , surah apakah yg saya bacakan ini …. Tsumma qila lahum aina ma kuntum tusyrikun ? ”
” Az Zumar ” kata sayyid Husein sambil tersenyum
” Juz berapa ? ”
” Ke 24 ”
” Di halaman berapa dalam Az Zumar ? ”
” 8 ”
” Apa arti kata Zumaro ? ”
” Berbondong – Bondong ”
” Bacalah kembali ayat tadi & lanjutkan dgn ayat berikutnya ”

Dengan lancar Sayyid Husein membaca ayat tsb …..dan semua orang terpana.

Sosok bocah ini seakan bersinar …menerangi hati kaum muslimin yg hadir…. ia memancarkan kharisma & kewibawaan ….yang membuat orang lain mencintai dia .

Diantara hadirin …ada yg menitikkan air mata krn haru ….ada pula yg sibuk membolak balik Al Quran untuk mencocokkan apa yg diucapkan si bocah .

Kembali seorang jama’ah yg ahli computer bertanya : ” Di dalam Al Qur’an terdapat angka 3, 4, 5 & 6 …nah surat apa & ayat
berapa itu ? ”

Seperti komputer canggih …tanpa berfikir lagi Sayyid Husein menjawab yg artinya : ” Nanti ( ada orang yg akan ) mengatakan ( jumlah mereka ) adalah 3 orang , yang ke 4 adalah anjingnya & mengatakan ( jumlah mereka ) adalah 5 orang , yang ke 6 adalah anjingnya . ( Al Kahfi : 22 ) ..

Mendengar jawaban Sayyid Husein …..hadirin serentak melafadzkan : Masya Alloh …Lahawla wala kuwata illa billah ..

Betapa tidak , seorang pakar komputer sekalipun perlu beberapa waktu untuk menemukan ayat tsb ..paling tidak beberapa menit …tapi Sayyid Husein dapat langsung menjawabnya .


Jama’ah yg tadi seakan tidak puas …Ia kembali bertanya :

” Apakah ada ayat lain yg menyebutkan angka selain 3, 4, 5, 6 ? ”

Setelah beberapa detik …Sayyid Husein menjawab :

” Dengan 5000 malaikat yg memakai tanda , itu surah Ali Imron ayat 125 ”

” Adakah angka yg lebih dari itu ? seperti 100.000 bahkan diatasnya ? ”

” Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih , itu surah As Shoffat : 147 ”

Masya Alloh …..teriak jamaah berbarengan .

Di sela-sela dialog tsb …Sayyid Thoba Thoba’I bercerita bagaimana Al Qur’an sangat mewarnai tingkah polah putranya tsb .

Seseorang pernah bercerita kepada kami bahwa dirinya memohon doa darinya & dijawabnya dgn membaca ayat :

Saufa Astagfiru Lakum Robbi …. kemudian orang itu menyinggung masalah taufiq dan dijawabnya : Wa ma taufiqi illa billah …alaihi tawakaltu wa ilaihi unibu …

Kemudian beberapa minggu lalu ..Al Haj Ali …seorang hafidz … datang bertamu ke rumah kami untuk bertemu & menguji kemampuannya .

Diakhir pertemuan itu ..beliau mengajaknya untuk menghadiri sebuah acara, beliau bertanya : ” Apakah kamu mau menghadirinya ? ” ia menjawab :

” Kalau ayahku mengizinkan …aku akan datang ….”

Ulama itu kembali berkata : ” Aku akan membelikan kamu baju bagus supaya kamu kenakan, apakah kamu senang dengannya ? ”

Anak saya menjawab :

” Walibasut Taqwa Dzalika Khair ( Pakaian Taqwa adalah yg Terbaik ) … mendengar ayahnya menceritakan hal ini …Sayyid Husein tersipu malu .

Sayyid Thoba Thoba’i kemudian menceritakan pula bagaimana ia mendidik Sayyid Husein . Dengan merendah ia berkata : ” Sebenarnya saya sebagai seorang ayah
tidak pantas berpesan sebagaimana yg anda inginkan . Tetapi disini saya atas nama seorang pengajar Al Quran akan berpesan kepada para bapak & ibu …bagaimana saya mengajarkan Al Quran kepadanya.

Yaitu pada awalnya para bapak ibu sendiri ….harus memiliki perhatian khusus terhadap Al Quran ..

Di rumah harus sering membaca Al Quran …kalau tidak …jangan harap anak2 menjadi seorang penghafal Al Qur’an ..menjadi Qori yang mampu memahami makna Al Qur’an .

Saya di rumah membiasakan berbicara menggunakan bahasa Al Qur’an dgn Husein , demikian juga ibunya ( yg setiap hari harus membaca Al Qur’an )…. apalagi sbg hafidz …setiap hari kami harus membaca 2 Juz kurang lebih.

Selaras dgn keahliannya di dunia, dia berada dalam lingkungan rumah yg Qur’ani… berdialogpun dgn Al Qur’an & pada akhirnya dia akan mengikuti lingkungannya ….. maka pelajarilah Al Qur’an ..

Di bagian akhir dialog , jama’ah meminta Sayyid Husein untuk memberikan sedikit nasihat .

Sambil tersenyum dia berkata : ” Dan perintahkanlah kepada keluargamu (untuk ) mendirikan Sholat ” Surah Thoha : 132 …Subhanalloh …..!

Demikian tayangan sekitar 20 mnt VCD berjudul ” The Amazing Child ” produksi thn 2007 .

Siapapun yg menyaksikan ini, tentu hatinya akan tergugah & menjadikannya sebagai tauladan dalam kehidupan sehari2 ..