Pengirim: Firman Arifin – detikSurabaya
Mahasiswa ITS merancang perangkat sistem informasi kecepatan angin sebagai syarat kelulusan sarjananya. Perangkat ini meliputi sensor, pengolah data, serta perangkat informasi untuk mengetahui angin di Suramadu.
Surabaya – Mega proyek Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) diresmikan oleh Presiden SBY pertengahan tahun 2009. Adanya jembatan yang menghubungkan kedua pulau ini mempermudah dan memperlancar arus transportasi.
Tetapi, yang tetap perlu diingat dan diperhatikan adalah bahwa Suramadu tetaplah jembatan yang berada di tengah-tengah Laut Jawa yaitu di Selat Madura. Perlu diperhatikan serius adalah terkait besarnya kekuatan angin di lintas yang bisa berakibat kurang baik bagi kendaraan saat melewati jembatan sepanjang 5,4 Km itu.
Sistem informasi kecepatan angin yang ada pada jembatan Suramadu saat ini masih sederhana, kondisi kecepatan angin dipantau lewat penunjukkan posisi bendera yang dipasang pada bentang tengah jembatan. Pada kondisi ini, semakin tinggi posisi bendera menunjukkan kondisi angin yang semakin kencang.
Penggunaan sensor yang masih manual semacam ini dirasa kurang efektif dan rawan sekali akan terjadinya human error, karena jika kondisi kecepatan angin pada Suramadu berada pada kondisi yang cukup kencang dan dapat membahayakan bagi pengguna jembatan.
Dari permasalahan itu, Dimas Adi Hardono mahasiswa ITS merancang perangkat sistem informasi kecepatan angin sebagai syarat kelulusan sarjananya di PENS ITS. Perangkat ini meliputi sensor, pengolah data, serta perangkat informasi untuk mengetahui kondisi kecepatan angin yang sedang terjadi.
“Perangkat sensor terdiri dari kincir angin yang dilengkapi sensor rotary encoder. Sedangkan, hasil pengolahan data yang dilakukan oleh mikrokontroler akan diteruskan ke perangkat informasi melalui running text yang didisain dari LED dot matriks dan ponsel melalui SMS ke sebuah SMS center,” kata mahasiswa bimbingan Firman Arifin dan Budi Nur Iman ini.
Input dari SMS yang diterima kata Dimas menunjukkan kondisi keceptan angin dan digunakan sebagai masukan pada blok peramalan (forecasting), sehingga dapat memberikan informasi prediksi kondisi kecepatan angin di waktu yang akan datang.
“Dapat digunakan sebagai informasi perkiraan kondisi kecepatan angin bagi pengguna yang akan melakukan akses ke jembatan Suramadu,” ujar alumni dengan IPK 3.64 ini.(firmanits@gmail.com)
http://surabaya.detik.com/read/2010/03/15/174034/1318741/468/lulus-its-usai-meneliti-angin-di-suramadu
http://id.news.yahoo.com/dtik/20100315/tid-lulus-its-usai-meneliti-angin-di-sur-b1ae096_1.html
http://its.ac.id/berita.php?nomer=6668
number of view: 710


Bersama smsPILKADA.com Mengawal Kemenangan Kandidat Anda
Wisata Anyar Mangrove (WAM) Surabaya,