<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: FAO - Firman Arifin Online &#187; Sosial-Budaya</title>
	<atom:link href="http://www.firman-its.com/category/sosial-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.firman-its.com</link>
	<description>Belajar dan Bekerja dengan Cinta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 11:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tampilan Ciamik Facebook di Akhir 2011</title>
		<link>http://www.firman-its.com/tampilan-baru-facebook.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/tampilan-baru-facebook.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 13:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sain-Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=920</guid>
		<description><![CDATA[Facebook punya wajah baru. Ya, gambar di samping ini adalah contohnya. Maap nie yee, ini lagi Narsis Mode ON, bersama yayangqu. Tampilan terbaru ini, hampir mirip dengan tampilan web / blog pribadi. Coba perhatikan, ada header yang bisa kita “isi’ sesuai yang kita mau. Belum lagi tampilan di contentnya, ada 2 kolom untuk melihat status [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/12/16/tampilan-baru-facebook/FB-baru2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-921" title="FB-baru2" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/12/16/tampilan-baru-facebook/FB-baru2-300x149.jpg" alt="" width="300" height="149" /></a></p>
<p>Facebook punya wajah baru. Ya, gambar di samping ini adalah contohnya. Maap nie yee, ini lagi Narsis Mode ON, bersama yayangqu.</p>
<p>Tampilan terbaru ini, hampir mirip dengan tampilan web / blog pribadi. Coba perhatikan, ada header yang bisa kita “isi’ sesuai yang kita mau. Belum lagi tampilan di contentnya, ada 2 kolom untuk melihat status FB kita, seakan memperkuat nuansa blog.</p>
<p>Bagaimana caranya?</p>
<p>Cekidot ke alamat <a href="https://www.facebook.com/firman.arifin" target="_blank">https://www.facebook.com/firman.arifin</a></p>
<p>Setelah masuk halaman tersebut klik menu Learn More yang berada di atas gambar header. Selanjutnya………. terserah Anda.</p>
<p>Oh ya. Jangan lupa, Anda sebelumnya sudah login FB terlebih dahulu. Kalau belum login maka menu Learn More belum muncul, tapi Anda tetap bisa melihat tampilan ciamik FB di akhir 2011 ini.</p>
<p>Fitur baru ini dikenal dengan sebutan, ‘timeline’. Asyik 3x nggak? Coba ya. Bagaimana menurut Anda?</p>
<p>Met weekend bersama keluarga yang Anda sayangi.</p>
number of view: 636]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/tampilan-baru-facebook.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jujur Massal Mengalahkan Contek Massal</title>
		<link>http://www.firman-its.com/jujur-massal-mengalahkan-contek-massal.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/jujur-massal-mengalahkan-contek-massal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 13:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=890</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat SDN Gadel 2? Ya, SDN yang pekan lalu menjadi pembicaraan publik karena  “Contek massalnya”. Isu ini bukan lagi pembicaraan level lokal Surabaya, atau propinsi Jawa Timur, tapi sudah menasional. Hari ini media cetak di Surbaya memberitakan 10 SD tertinggi rata-rata nilai UASBNnya, ternyata tidak menempatkan SDN Gadel 2 berada dalam deretan terbaik tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="font-size: 13px; font-weight: normal;"><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/06/20/jujur-massal-mengalahkan-contek-massal/please_fair_play1.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-893" title="please_fair_play" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/06/20/jujur-massal-mengalahkan-contek-massal/please_fair_play1-300x291.gif" alt="" width="300" height="291" /></a>Masih ingat SDN Gadel 2? Ya, SDN yang pekan lalu menjadi pembicaraan publik karena  “Contek massalnya”. Isu ini bukan lagi pembicaraan level lokal Surabaya, atau propinsi Jawa Timur, tapi sudah menasional.</span></h1>
<div>
<p>Hari ini media cetak di Surbaya memberitakan 10 SD tertinggi rata-rata nilai UASBNnya, ternyata tidak menempatkan SDN Gadel 2 berada dalam deretan terbaik tersebut. Tiga tertingginya adalah SDN Pacar Keling 5, SDN Tambaksari 2 dan SDIT Al-Uswah.</p>
<p>Yang menarik dari 3 besar ini ada SD swasta yang  secara berturut sejak meluluskan siswanya 4 tahun yang lalu tetep menempati peringkat pertama untuk kategori SD swasta se-Surabaya. Sedangkan untuk kategori SD Se-Surabaya, setiap tahun SDIT Al-Uswah terus bergerak ke peringkat tertinggi. Tahun lalu peringkat 7 dan tahun 2011 ini peringkat ke-3.</p>
<p><strong>Jujur itu Indah</strong></p>
<p>Kalau kita perhatikan, anak didik siswa SDIT Al-Uswah khususnya yang kelas 6 jauh dari kesan takut gagal UNAS atau  stres. Mereka sudah dibiasakan sejak kelas satu, bagaimana proses belajar yang benar. Belajar bukan hanya sekedar transfer materi dari guru ke siswanya, tapi bagaimana nilai pendidikan juga berperan aktif bahkan dominan dalam keseharian.Tidak ada kata bohong atau tidak jujur dalam proses pendidikan tersebut.</p>
<p>Selain faktor guru dan anak didik, di SD IT Al-Uswah, peran komite sekolah sangat menonjol. Hubungan antara guru dan wali murid sangat erat sekali. ”Ini bagian dari kontrak belajar wali murid dengan pihak sekolah”, kata bu Luluk sebagai ketua komite sekolah.<br />
”Jangan sampai anak didik kami mendapatkan pelajaran jujur misalnya ketika di sekolah, sementara di rumah anak-anaknya diajak berbohong”, tambahnya.</p>
<p><strong>Apa dan Bagaimana Al-Uswah mendidik Siswanya<br />
</strong>Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah adalah salah satu lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Ukhuwah Islamiyah Surabaya. SDIT Al Uswah adalah sekolah berkualitas tapi terjangkau, dengan pola full-day school, memiliki visi membentuk generasi robbani yang intelek dan kreatif, serta telah terakreditasi A.<br />
Sekolah ini memadukan kurikulum Diknas dengan kurikulum khas yang sarat dengan nilai-nilai keislaman. Metode belajarnya mengusung konsep mastery learning (belajar tuntas), joyful learning (belajar menyenangkan), learning by doing (belajar sambil melakukan), dan creative learning (belajar dengan kreatif).</p>
<p><strong>Bagaimana dengan Jaminan Kualitas<br />
</strong>Jaminan kualitas untuk para siswanya adalah: sholat dengan kesadaran, berbakti pada orang tua, disiplin dan percaya diri, senang membaca, mampu membaca efektif, berperilaku sosial baik, nilai tuntas untuk 5 bidang studi, memiliki budaya bersih, tartil membaca Al Qur’an, hafal 2 juz Al Qur’an, mampu berkomunikasi dengan baik, menguasai komputer, bela diri, dan renang.</p>
<p>Selamat untuk SDIT Al-Uswah Surabaya. Sejarah akan mencatat bahwa kejujuran pasti akan mengalahkan kebohongan dan yang pasti ”kejujuran akan menang”.</p>
<p>tulisan sebelumnya:</p>
<p>http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/10/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya/</p>
</div>
number of view: 532]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/jujur-massal-mengalahkan-contek-massal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Blog</title>
		<link>http://www.firman-its.com/pelatihan-blog.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/pelatihan-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 03:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[Laboratorium Teknik Komputer PENS ITS yang biasanya di hari efektif dipakai mahasiswa PENS ITS, pada hari sabtu 30 April 2011 ada &#8220;mahasiswa kehormatan&#8221;. Mahasiswa kehormatan ini adalah guru-guru dari  SD IT Al-Uswah Surabaya  untuk belajar membuat dan mengoptimalisasi blog sebagai sarana pembelajaran. Peserta pelatihan yang berjumlah 40 guru ini dengan telaten dan suasana yang &#8220;hidup&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/30/pelatihan-blog/al-uswah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-870" title="al-uswah" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/30/pelatihan-blog/al-uswah.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Laboratorium Teknik Komputer PENS ITS yang biasanya di hari efektif dipakai mahasiswa PENS ITS, pada hari sabtu 30 April 2011 ada &#8220;mahasiswa kehormatan&#8221;. Mahasiswa kehormatan ini adalah guru-guru dari  SD IT Al-Uswah Surabaya  untuk belajar membuat dan mengoptimalisasi blog sebagai sarana pembelajaran.</p>
<p>Peserta pelatihan yang berjumlah 40 guru ini dengan telaten dan suasana yang &#8220;hidup&#8221; memperoleh pengalaman baru dalam dunia bloger. Agar lebih menyemangati, panitia membuat kompetisi dari pembuatan blog ini yang penilaiannya untuk satu bulan kedepan.</p>
<p>Firman Arifin sebagai pemateri pelatihan ini juga memberikan bonus bagi peserta yang terpilih sebagai juara berupa domain dan hosting sebesar 1 GB. Domain name bisa dipilih sendiri sesuai kemauan sang pemenangan.</p>
<p>Sebelumnya, Firman  menjelaskan kepada peserta tentang apa itu blog dan apa pula manfaatnya. &#8220;Blog adalah kependekan dari Weblog, merupakan kumpulan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu. Blog dapat dilihat melalui browser  dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi dan interaktif karena bisa dikomentari dari para pembaca&#8221;.</p>
<p>Manfaat blog dalam kontek pembelajaran adalah:</p>
<ol>
<li>Meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran</li>
<li>Pengembangan pembelajaran on-line (E-Learning)</li>
<li>Menumbuhkan pembelajaran mandiri pada siswa</li>
</ol>
<p>Semoga pelatihan blog ini sebagai pengabdian masyarakat dari PENS ITS untuk guru-guru SD IT Al-Uswah dapat bermanfat untuk guru dan siswa dalam proses pembelajaran.</p>
<p>Berikut hasil pelatihan pembuatan blog:</p>
<p>bagussubuhhadi.wordpress.com</p>
<p>yunitafitrihandayani.wordpress.com</p>
<p>norisshine.wordpress.com</p>
<p>abdulazhim.wordpress.com</p>
<p>faizhasbi11.wordpress.com</p>
<p>ulyajnihatin.blogspot.com</p>
<p>ninikistiyawati.wordpress.com</p>
<p><del>sweetshalihah.wordpress.com</del> sulaikahkurniawati.wordpress.com</p>
<p>ennytrias.wordpress.com</p>
<p>ninik-jones.blogspot.com</p>
<p>ninikuswah.wordpress.com</p>
<p>anidiyasuryaniecuz.blogspot.com</p>
<p>faridatulqomariyah.blogspot.com</p>
<p>aurelsalsabilla.blogspot.com</p>
<p>wantiuswah.blogspot.com</p>
<p>Nai2hamaz.blogspot.com</p>
<p>rizkayamani.blogspot.com</p>
<p>lia-anies.blogspot.com</p>
<p>diqimuslim.blogspot.com</p>
<p>catatanku-satuhatiuntuksemua.blogspot.com</p>
<p>belajar-cerdassmart.blogspot.com</p>
<p>tetapdanselalusemangat.blogspot.com</p>
<p>yassireffendy.blogspot.com</p>
<p>semangat-hidupku.blogspot.com</p>
<p>kanghadi-kanghadi.blogspot.com</p>
<p>d3nyuswah.blogspot.com</p>
<p>cakadengguanteng.blogspot.com</p>
<p>sehatselalu.blogspot.com</p>
<p>yasminrafidatussoliha.blogspot.com</p>
<p>mariniAluswah-catatanterindahku.blogspot.com</p>
<p>aanirma37.blogspot.com</p>
<p>yulirminan.wordpress.com</p>
<p>rikamumtaz.blogspot.com</p>
<p>catatanhirameki.blogspot.com</p>
<p>idahmind.blogspot.com</p>
<p>anandyah.com</p>
<p>wafar.wordpress.com</p>
<p>indraraisuli.wordpress.com</p>
<p>gagakgulita.blogspot.com</p>
<p>dinanurfa.blogspot.com</p>
<p>wahjoe85.wordpress.com</p>
<p>Bagi guru yang alamat blognya belum tercatat, mohon menulis di bagian komentar agar kami bisa melengkapinya</p>
<p><strong>Tema Lomba</strong> : “Blog untuk Pendidikan, Inilah langkahku”</p>
<p>Penilaian blog meliputi:</p>
<ol>
<li>Isi Posting: terdapat minimal 5 Artikel dengan salah satu artikel wajib hasil karya sendiri dan sesuai dengan tema Lomba</li>
<li> Komposisi: Tampilan blog tidak monoton, variasi warna dan keindahan tampilan diutamakan</li>
<li> Kreatifitas dan Keaktifan dalam menulis sehingga tulisan bisa bersifat Inofatif, Informatif dan Menghibur</li>
<li> Gaya tulisan bebas dan menggunakan bahasa Indonesia yang ”baik” dan ”komunikatif”.</li>
<li> Blog harus berisi informasi penulis atau profil sekolah atau siswa</li>
<li> Peserta adalah guru SDIT Al-Uswah  yang terantum dalam daftar blog di web ini. Bagi yang belum terdaftar bisa menuliskan nama dan alamat blognya di bagian komentar.</li>
</ol>
<p>Penjurian:</p>
<ol>
<li>Penilaian akan dimulai 30 April 2011 sd 30 Mei 2011</li>
<li>Pemenang akan dipublikasikan di http://www.firman-its.com pada tanggal 3 Juni 2011</li>
<li>Keputusan Dewan Juri adalah mutlak</li>
</ol>
<p><strong>Keputusan Dewan Juri.</strong><br />
1. RIKA MUMTAZ, rikamumtaz.blogspot.com<br />
2. DIANA GAGAK, gagakgulita.blogspot.com<br />
3. SULAIKAH, sulaikahkurniawati.wordpress.com<br />
4. NORIANA, norisshine.wordpress.co<br />
5. YUNITA, m yunitafitrihandayani.wordpress.com</p>
<p>Selamat untuk pemenang dan peserta semua <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Al-Uswah yesssss!</p>
number of view: 813]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/pelatihan-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Qudwah</title>
		<link>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 06:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Model Pendidikan yang Efektif Oleh : Firman Arifin Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik  yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/04/the-power-of-qudwah/Kisah-kisah_Teladan_5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-831" title="Kisah-kisah_Teladan_5" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/04/the-power-of-qudwah/Kisah-kisah_Teladan_5-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a><strong>Sebuah Model Pendidikan yang Efektif</strong><br />
Oleh : Firman Arifin</p>
<p>Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik  yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi tugas atau PR dan belajarnya tidak menunggu kalau ada ujian .</p>
<p>Namun apa yang terjadi? Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada penggagas metode ini, hasilnya kita bisa lihat. Metode ini cendrung “lepas”. Dalam artian, bagi siswa yang memang ada sifat dasar rajin, maka dia akan rajin belajarnya. Tapi, bagi yang tidak? Si siswa “menikmati” dunianya yang santai, bermalas-malasan dan mengalir seperti air untuk menutupi ketidakberdayaannya. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa karakter dasar bangsa kita, termasuk karakter siswa bukan karakter yang aktif dan kreatif.</p>
<p>Ada juga metode kompetensi. Sebuah metode yang berbasis kompetensi dengan  menekankan siswa lulus dari kriteria-kriteria tertentu sebagai syarat kelulusannya. Ada lagi metode-metode yang lain. Sekali lagi, dan untuk kesekian kalinya, metode pendidikan ini  seakan tidak berdaya mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.</p>
<p>Kalau kita cermati, metode-metode di atas, semuanya menekankan aspek kognitif saja. Padahal, pendidikan yang sebenarnya adalah sinerginya aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Inilah salah satu kesalahan terbesar metode pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Pendidikan kita sangat tidak memperhatikan aspek afektif, sehingga bangsa ini hanya tercetak sebagai generasi-generasi yang “pintar” tapi tidak memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini.</p>
<p><strong>Metode Apa yang Terbaik?</strong></p>
<p>Apakah ada metode yang terbaik untuk menyelesaikan masalah besar ini? Inilah PR besar kita. Kita harus mencari dan merumuskan metode yang terbaik untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Dan bukan metode coba-coba. “Buat anak kok coba-coba” <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Kita harus cari metode yang bisa merubah karakter bangsa dari pemalas, peminta-minta, dan korup menjadi bangsa yang bisa bangga akan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat.</p>
<blockquote><p>Saya teringat bagaimana Rasulullah Muhammad saw., berhasil merubah bangsa arab dari jahiliyah menuju bangsa yang cerdas dan maju. Bahkan kalau dilihat dari sudut pandang waktu, kemajuannya sangat fantastis. Kalau dihitung dari masa kenabian sampai beliau meninggal, beliau memerlukan waktu kurang lebih 38 tahun. Luar biasa.</p></blockquote>
<p>Ah iku kan nabi! Kalimat ini sering kita dengar sebagai pembenaran akan “kekerdilan” kita. Tapi kita lupa atau tidak serius mendalami kenapa dan mengapa Rasulullah bisa berhasil merubah karakter bangsa arab sedemikian dahsyatnya. Tarbiyah! itulah jawabannya. Ya, pendidikan dan pembinaan yang dilakukan Rasulullah bisa merubah karakter para sahabat.</p>
<p>Marilah kita menengok sejenak, apa resep Rasulullah dalam mendidik dan membina para sahabatnya. Tulisan kali ini, kita lihat bagaimana Rasulullah menyampaikan risalah kenabiannya yang berupa rukun Islam.</p>
<p><em>Pertama</em>, bab Sahadah. Rukun pertama ini bukan hanya sekedar keyakinan yang tidak bisa kita lihat dan kita rasakan. Tapi dengan jelas dan terang benderang bagaimana Rasulullah mendemonstrasikan kemahaesaan Allah. Rasulullah mengatakan tuhan hanya satu dan hanya kepadaNya kita meminta. Beliau tidak pernah  tercatat dalam sejarah meminta-minta kepada mahluk Allah lainnya semisal jin. Sungguh indah, ada paduan yang serasi antara lisan dan amal perbuatan yang tentunya bersumber dari hati yang bersih. Ini adalah keteladanan dalam bertauhid.</p>
<p><em>Kedua</em>, tentang sholat. Sebelum Rasullullah mencontohkan rukun sholat, tidak pernah beliau langsung memerintahkan, “Wahai sahabat sholatlah”. Tidak! Rasullullah sebelum memerintahkan kepada para sahabat beliau mempraktekkan bagaimana sholat yang benar. Rasullullah bersabda &#8220; <strong>Shallu kama</strong> ro-aitumuni ushalli &#8220;. ( Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat ). Perintah sholat diawali dengan melihat beliau sholat, disitu ada pendidikan dan keteladanan.</p>
<p>Rukun islam <em>ketiga</em>, tentang puasa. Suatu waktu Rasulullah mendapati sahabatnya puasa terus-terusan. Dengan tegas tapi lembut Rasulullah bersabda, &#8220;Saya puasa tapi saya juga berbuka&#8221;.</p>
<p>Beliau menjelaskan kepada sahabatnya bahwa puasa itu bukan berarti tidak makan dan minum dalam waktu yang lama yang bahkan tidak bersifat insaniah. Tapi puasa yang dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Rasulullah pun mencontohkan seperti itu, sehingga sahabat tadi &#8220;tidak berontak&#8221; meski niatnya untuk  اَللّهُ semata tapi caranya salah.  اَللّهُ tidak akan ridho. Ini bukti lagi sebuah kekuatan dari qudwah, keteladanan.</p>
<p>Zakat adalah rukun islam yang <em>keempat</em>. Infaq dan shodaqoh bagian yang tak terpisahkan dari zakat ini. Sejarah mencatat, nabi yang kala itu umur 25 tahun bisa memberi mahar ke khodijah 100 ekor unta dan untanya pun unta merah, unta terbaik. Artinya Rasulullah kaya. Maharnya saja besarnya seperti itu. Istrinya juga saudagar kaya raya.</p>
<p>Coba perhatikan, bagaimana akhir dari kehidupan keluarga Rasulullah yang kaya raya? Beliau tidak meninggalkan warisan untuk anak tercintanya, fatimah. Tapi beliau meninggal warisan untuk ummatnya yaitu quran dan sunnah.</p>
<p>Pertanyaannya, kemana harta kekayaan Rasulullah? Ya pasti, diinfaqkan di jalan  اَللّهُ.</p>
<blockquote><p>Para sahabat tahu pasti tentang hal ini. Sehingga tidak heran Umar ra dan Abu Bakar ra berlomba-lomba dalam bab zakat, infaq dan shodaqoh  ini. Umar separuh harta dan abu bakar semua hartanya. Luar biasa, lagi-lagi kekuatan keteladanan.</p></blockquote>
<p>Yang <em>terakhir</em> bab haji. Ada hikmah yg menarik, ketika Rasulullah menyuruh para sahabat yang naik haji untuk menunaikan salah satu rukun haji yaitu tahalul, para sahabat tidak ada yang &#8220;mau&#8221;.</p>
<p>Akhirnya beliau dengan sedih kembali ke tenda menemui istrinya. Istrinya tahu ada raut kesedihan di wajah Rasulullah. Beliau bertanya, ada apa ya Rasulullah? Beliau menjawab, &#8220;baru kali ini apa yang saya sampaikan tidak dilakukan oleh para sahabat&#8221;.</p>
<p>Dengan sigap, si istri langsung bertanya, &#8220;apa Rasulullah sudah mencontohkan?&#8221; Seketika itu Rasulullah sadar bahwa benar beliau belum mencontohkan bagaimana tahalul itu.</p>
<p>Kembalilah Rasulullah mengumpulkan para sahabat dan menyampai, &#8220;wahai sahabatku, marilah kita tahalul”. Sambil mengajak sahabatnya, beliau mencontohkan bagaimana tahalul itu. Seketika itu juga para sahabat memotong sebagian rambutnya sebagimana dicontohkan oleh Rasulullah. Top markotop.<strong> Bukti keteladanan harus ada di depan</strong>.</p>
<p>Hikmah apa yang bisa kita ambil? Keteladanan adalah harga mati dari sebuah proses pembinaan dan pendidikan. Anak kita, siswa kita, mahasiswa kita, ummat kita butuh keteladanan.</p>
<blockquote><p>Keteladanan harus hadir di rumah. Keteladanan harus hadir di depan kelas. Keteladanan harus hadir di pasar. Keteladanan harus hadir di kantor. Keteladanan harus hadir di parlemen dan Keteladanan harus hadir di eksekutif. Keteladanan harus hadir bersama kita.</p></blockquote>
<p>Ketika keteladanan sudah ada di bumi pertiwi ini, yakinlah &#8220;<strong>Indonesia Raya</strong>&#8221; akan berkibar dengan gagah perkasa.</p>
number of view: 730]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Kesehatan dari Pikiran Negatif</title>
		<link>http://www.firman-its.com/efek-kesehatan-dari-pikiran-negatif.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/efek-kesehatan-dari-pikiran-negatif.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 06:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya yang berjudul &#8220;Efek kesehatan dari pikiran negatif&#8221; tertulis: Jika sering membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami gangguan pencernaan. Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung. Jika mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur). Jika sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah. Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Masaru Emoto San  dalam bukunya yang berjudul &#8220;Efek kesehatan dari pikiran negatif&#8221; tertulis:</p>
<p>Jika sering  membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami gangguan  pencernaan.</p>
<p>Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.</p>
<p>Jika  mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur). Jika  sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.</p>
<p>Jika sering membiarkan rasa takut yg berlebihan,  akan mudah terkena penyakit ginjal.</p>
<p>Jika suka cemas akan diikuti  sakit dyspepsia (sulit mencerna).</p>
<p>Jika suka marah bisa sakit hepatitis.</p>
<p>Jika sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan  vitalitas melemah.</p>
<p>Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan  diabetes (sakit gula).</p>
<p>Jika sering merasa kesepian, bisa  mengakibatkan sakit demensia senelis  (memori &amp; kontrol fungsi tubuh  berkurang).</p>
<p>Jika sering bersedih, bisa menderita leukemia.</p>
<p>Maka  dari itu hati yg gembira dan selalu &#8220;Positive Thinking&#8221;  adalah OBAT <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="id_4d05b90a6da8e2e65918077"><strong>Lihat sekitar Kita</strong></div>
<div>Lihatlah tong sampah di dlm  rumah, jika ia penuh dan dibiarkan berlarut2 lambat laun kian membusuk,  baunya menyengat membuat org enggan mendekat, yang ada hanya kerumunan  lalat.</p>
<p>Namun jika tong sampah itu dialasi kantong plastik, sampah  yg t&#8230;erkumpul dibungkus dan dibuang scr berkala, yg  ada rumah tetap indah, tak ada bau yg mengganggu, Anda pun nyaman  selalu.</p>
</div>
<div>Sahabat, sebagian org masih menjadikan pikiran dan  dadanya sbg tempat sampah. Menaruh memori2 tak berguna dan menyimpannya  berlama2. Penyesalan, marah, dengki, benci, dendam, jengkel, mengumpat,  dan menjelek2an org terus dijejali dan teronggok dlm otak dan bergemuruh  dlm dadanya. Bahkan ada sebagian lagi yg senang menyimpannya, tak  pernah mau melepas dan membuangnya. Alhasil org itupun makin dijauhi.  Hidupnya tak jauh dari sampah yg ia simpan dalam pikiran dan dadanya  itu.</div>
<div></div>
<div>Lihatlah org yg selalu  membersihkan pikiran n hatinya. Menghapus dengki, benci, dendam, dan  hal2 negatif lain, hidupnya dipenuhi cahaya, senyumnya selalu tulus,  ilmu mudah dicerna, kebaikan mudah tersimpan, keburukan tak pernah  bertahan, or&#8230;g lain pun senang padanya dan urusanpun makin  mudah diselesaikan.</div>
<div>
<div>
<p>Jadi, sering2lah membersihkan sampah pikiran  dan hati&#8230;</p>
<p>Robbisyrohlii shodrii, wa yassirlii amri&#8230;<br />
(Ya  Allah lapangkanlah dadaku, dan permudahlah urusanku)&#8230;</p>
</div>
</div>
number of view: 901]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/efek-kesehatan-dari-pikiran-negatif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkah Ramadhan, Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan</title>
		<link>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan Inilah CEO&#8217;s note edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak perlu mikir. Ini gara-gara e-mail curhat seorang karyawan yang dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu alamat cc e-mail tersebut untuk saya sehingga saya ikut membacanya. E-mail itulah yang kemudian mendapat reaksi luas, bersahut-sahutan, dari karyawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/21/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/rokok-mati.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-787" title="rokok-mati" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/21/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/rokok-mati-300x171.jpg" alt="" width="300" height="171" /></a>Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan</p>
<p>Inilah  CEO&#8217;s <em>note</em> edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak  perlu  mikir. Ini gara-gara <em>e-mail</em> curhat seorang karyawan yang   dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu   alamat <em>cc e-mail</em> tersebut untuk saya sehingga saya ikut   membacanya. <em>E-mail</em> itulah yang kemudian mendapat reaksi luas,   bersahut-sahutan, dari karyawan lainnya.</p>
<p>Saya terus  mengikutinya dengan seksama. <em>E-mail</em> itu lantas  saya teruskan  ke semua direksi PLN. Mereka pun ikut menanggapi. Lalu  lintas <em>e-mail</em> antar karyawan itulah yang menjadi bagian pertama  CEO&#8217;s <em>note</em> kali ini. Sedangkan tanggapan para direktur saya  tempatkan di bagian  berikutnya.</p>
<p>Inilah CEO&#8217;s <em>note</em> dadakan karena  sudah harus terbit pada  akhir Ramadan. Agar berkahnya masih kuat.  Setidaknya, agar momentumnya  masih <em>nyambung</em>. Setidaknya lagi,  agar begitu bulan puasa lewat,  apa yang dimaksudkan dalam CEO&#8217;s <em>note</em> ini langsung bisa  dilaksanakan di semua kantor PLN di seluruh  Indonesia.</p>
<p>Sebenarnya,  sudah banyak pimpinan cabang PLN  yang menerapkan peraturan ini lebih  dulu dari pusatnya, tapi masih  sporadis. Beberapa pimpinan cabang PLN  memang ikut mengeluhkan  pengapnya kantor pusat saat mereka datang ke  Jakarta.</p>
<p>Saya  sendiri, di tempat saya yang lama (<em>Jawa Pos</em>,<em> </em>Red),   pernah mengeluarkan peraturan seperti ini. Jadi, bagi saya tidak ada   masalah. Hasilnya juga sudah terbukti sangat baik. Karena itu, kalau   sekarang saya dituntut karyawan PLN untuk mengeluarkan ketentuan yang   sama, ibaratnya <em>asu rindhik digitik</em>. Seperti orang lapar   tiba-tiba disuruh makan <em>xia fei</em></p>
<p>Bahkan,   ketentuan yang pernah saya buat di tempat saya yang lama itu lebih   keras. Larangan tersebut mula-mula hanya berlaku di ruang kerja. Lalu,   berhasil diperluas ke seluruh gedung. Dua tahun berikutnya lebih keras   lagi: Karyawan yang tidak memedulikan larangan itu tidak boleh memegang   jabatan struktural.</p>
<p>Terakhir, larangan tersebut   berbunyi: Barang siapa masih melakukannya, tunjangan kesehatannya (biaya   pengobatannya) dihapuskan! Untuk apa memberikan tunjangan kesehatan   kalau dia sendiri dengan sengaja mengorbankan kesehatannya!</p>
<p>Kebetulan,    semua direksi saya waktu itu tidak ada yang begitu. Setidaknya, sudah   tidak melakukannya lagi sebelum jadi direktur. Itu sebuah kebetulan  yang  hebat. Sekarang pun, tidak seorang pun direksi PLN yang  melakukannya.  Jadi, pasti, peraturan ini akan bisa ditegakkan dengan  keras.</p>
<p>Saya   perhatikan, di mana-mana, termasuk di  anak-anak perusahaan tempat saya  dulu bekerja, ketentuan seperti ini  sulit dilaksanakan karena satu  alasan: di antara pimpinannya sendiri  ada yang melakukannya. Bahkan,  sebagaimana bisa dibaca dalam kutipan <em>e-mail</em> di bawah nanti, ada  salah seorang direksi PLN yang di tempat lamanya  dulu, di sebuah unit  PLN, kerasnya melebihi saya. Di samping ada juga  yang lucunya sangat <em>mengabunawas</em>.  Yakni, seorang direktur yang  aslinya Surabaya dan memang alumnus ITS.</p>
<p>Maka,   untuk  meneruskan berkah Ramadan itu, ketentuan ini mulai berlaku di PLN  sejak  hari pertama masuk kerja pasca-Lebaran. SK direksinya sudah   diterbitkan awal September lalu. Sebetulnya saya malu. Mengeluarkan   ketentuan begini saja <em>kok</em> menghabiskan masa jabatan hampir   delapan bulan. Kesannya seperti pimpinan yang tidak tegas.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan    maju di seluruh dunia sudah lama menerapkannya. Kalau tidak segera   dibuat, kesannya, di bidang ini pun PLN ketinggalan jauh. Untung ada <em>e-mail</em> berikut ini. Bisa menjadi pemicu awal ketentuan baru ini:</p>
<p>***<em>Bulan   Ramadhan memang bulan penuh rahmat. Hikmah Ramadhan kali ini  tak  hanya membekaskan hikmah-hikmah spiritual, tapi juga yang lain.  Setelah  beberapa hari memasuki Ramadhan aku merasakan kelapangan  tersendiri  memasuki ruang kerja.</em></p>
<p><em>Ya, dada ini begitu lapang,  lega, dan nyamaaaannn.</em></p>
<p><em>Tidak seperti hari-hari  sebelum Ramadhan.</em></p>
<p><em>Semenjak kepindahanku ke PLN  Pusat ini lima bulan yg lalu, dada  begitu sesaknya. Bahkan sudah  semenjak pagi buta, saat baru keluar dari  pintu lift sekali pun.</em></p>
<p><em>Bahkan  terkadang aku malu saat punya tamu, dan mereka melihat  kantor PLN-ku  yang megah dan ber-AC tapi penuh dengan asap rokok.</em></p>
<p><em>Ya,  di hari kelimabelas Ramadhan hikmah besar ini aku rasakan.  Hilanglah  sudah bekas-bekas asap rokok. Rupanya perlu 15 hari tersendiri  untuk  menghilangkan sisa-sisa asap rokok itu. </em></p>
<p><em>Dada  menjadi begitu lapaaaang. Beraktivitas pun menjadi lebih  bersemangat.  Terasa sebuah kebersamaan hakiki: bekerja sehat adalah  milik bersama.</em></p>
<p><em>Alhamdulillah.</em></p>
<p><em>Lalu.</em></p>
<p><em>Adakah  ini bisa berlanjut sesudah Ramadhan? Selamanya? Adakah  bekerja sehat  ini akan berhasil kembali menjadi milik kita?</em></p>
<p><em>Aku  enggak tahu, apakah hanya aku yang enggak tahan dengan asap  itu?</em></p>
<p><em>Aku  engga tahu, apakah aku yang terlalu menuntut hakku agar udara  kamar  kerjaku bersih? Aku enggak tahu, apakah merokok di ruang AC memang   sudah dibenarkan? (sesuatu yg tidak aku dapati di unit-unit yang telah   kulalui).</em></p>
<p><em>Aku juga enggak tahu, apakah &#8216;hanya&#8217;  untuk bekerja sehat diperlukan  SK DIREKSI?</em></p>
<p><em>Hehehe. </em></p>
<p>(Supriyadi M.S., risk infrastructure, divisi  manajemen risiko)</p>
<p><strong> <em> ***</em> </strong></p>
<p><em>Kang  Supri, banyak orang menonjolkan ego dan urat sarafnya, hanya  karena  sebatang rokok. Kalau diingatkan bahwa merokok itu mengganggu   kesehatan&#8230; banyak yang menjawab yang tidak merokok pun banyak yang   mati duluan. Astaghfirullah. </em></p>
<p><em>Kalau orang luar  negeri datang ke kantor kita,  mereka merokoknya keluar gedung. Atau ke  ruang khusus tempat merokok.  Yakni saat rapat break 10-15 menit&#8230;  kemudian balik dan lanjut kerja.  PLN sudah lama punya buku COC (code of  conduct</em>,<em> </em>Red<em>) dan  sudah naik cetak edisi yang baru.  Tapi kayaknya hanya akan menjadi  etalase berikutnya kalau tidak  diimplementasikan. </em></p>
<p><em>Hanya  waktu yang akan  menjawab&#8230; apakah PLN bangkit&#8230; atau sebaliknya. Ini  hampir terjadi  di seluruh PLN. Lebih gawat lagi mereka juga masih  merokok di kamar  kecil alias WC. Maaf ini hanya mengungkapkan  ketidakberdayaan saya  melihat kondisi ini. Semoga masih ada waktu untuk  menikmati hari-hari  kerja TANPA ASAP ROKOK di luar bulan Ramadhan. (Tri  Prantoro</em>,<em> perencanaan korporat PT PLN).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Kok  sama ya. Ini juga kegelisahan saya. Saya pernah masuk ke salah  satu  ruang Kadiv (kepala divisi). Uh! Bau asap rokok. Yang juga berat   adalah: banyaknya puntung rokok di sekitar kita. Saya sudah minta bagian   umum untuk mengadakan pos penerimaan puntung rokok setelah Lebaran   nanti. Dengan imbalan Rp 1.000/puntung. </em></p>
<p><em>Kalau  memang aspirasi untuk sehat dari para karyawan sedemikian  kuatnya, ok.  Go! Kita tingkatkan upaya melarang merokok di ruang kerja  ini. Yang  masih melakukannya kita minta memilih: pilih tetap merokok di  ruang  kerja atau meninggalkan jabatannya! Setelah Lebaran mulai kita   berlakukan. </em></p>
<p><em>(Dahlan Iskan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Luar biasa&#8230; Dirut seperti ini yang kita   harapkan&#8230; yang mampu menyehatkan karyawannya. Kegelisahan kawan-kawan   semua ini sebenarnya juga dirasakan oleh sebagian besar kaum perempuan.   Hanya, umumnya tidak mau protes. Tapi, dari beberapa kali saya   komunikasi dengan pegawai/</em>outsourcing<em> wanita di PLN, sebenarnya   mereka juga keberatan. Hanya tidak mau ribut saja. Pilih diam.</em></p>
<p><em>Sebenarnya  sudah ada peraturan tentang hal ini yang bisa dijadikan  pedoman  termasuk sanksi-sanksinya. Hanya, masalahnya apakah pimpinan  kita  secara kolektif mau menjalankan apa tidak. Sudah terlalu banyak  aturan  di negeri ini&#8230; tapi yang kita harapkan sebenarnya pada tataran   pelaksanaannya.</em></p>
<p><em>Kalau kita perhatikan Perda dan  Pergub DKI, yang punya kewajiban  menegakkannya bukan hanya perokok,  tapi juga pimpinan perusahaan dan  pegawai secara umum. Pasal-pasal  dalam perda tersebut tidak dimuat di  sini. Intinya, perokok di dalam  ruangan kerja bisa dimasukkan penjara.  (Endro Yulianto).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>From: Manu Sukendro</em></p>
<p><em>Jika  seorang tukang ojek merokok sehari 1 bungkus, maka sebulan  telah  membakar tembakau Rp 300.000. Setahun Rp 3.600.000. Dalam 10 tahun  Rp  36.000.000. Padahal, jika uang sebesar Rp 10.000 dishadaqahkan,  Allah  menggantinya sebesar 10x, atau sebesar 700x, atau tak terhingga   tergantung keridhaan-Nya. Tergantung tingkat keimanan dan ketaqwaan   seseorang.</em></p>
<p><em>Katakan balasan dari Allah sebesar  700x, seorang tukang ojek yang  mau bershadaqah setiap hari (hadist  shahih mengatakan bershadaqah wajib  setiap hari), maka Allah akan  memberikan ganjarannya per hari Rp 10.000 x  700 = Rp 7.000.000, sebulan  Rp 210.000.000, setahun Rp 2.520.000.000,  atau 10 tahun Rp  25.200.000.000.000. </em></p>
<p><em>Balasan rizki dari Allah  bisa berupa harta yang mendatangkan  keberkahan, istri, anak-anak yang  saleh dan saleha, shadaqah dapat  memadamkan panas kubur, shadaqah dapat  menjadi naungan di Padang Mashar,  dll. (Muh. Manu S.).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Terima kasih pencerahannya. Mari kita  sama-sama menyesuaikan diri  dengan aturan yang ada, dengan niat ibadah.  (Iskandar, divisi  perbendaharaan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Aku  pernah ikut seminar di Gedung Serbaguna di Pusdiklat PLN di  Ragunan, a  few years ago. Tiba-tiba Pak Nur Pamudji (sekarang menjabat  direktur  energi primer PLN) dengan gagahnya mengambil mic dan berkata:  &#8221;Karena  ruangan seminar ini ber-AC, mohon peserta seminar yang merokok  di  ruangan ini diminta keluar oleh panitia&#8221; (demikian kira2 kalimat yg   saya ingat). Bahkan, ada yg cerita ke saya bahwa beliau mencabut rokok   dari mulut seseorang yg sedang merokok di dalam ruangan Jawa Bali   Control Center di Gandul. (Helmi Najamuddin).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Pak Eddy (direktur SDM), setelah saya  mengamati aspirasi karyawan  yang beredar di e-mail mereka, saya ikut  menanggapi: Lain kali ruang  Kadiv jangan diberi pintu, agar mereka  jangan menutup pintu dengan  alasan untuk merokok! Dalam e-mail itu saya  kemukakan bahwa siapa yang  merokok di ruang kerja akan kita suruh  memilih: merokok atau berhenti  dari jabatan/status karyawan. Mohon  disiapkan SK, dengan sanksi yang  benar-benar kita tegakkan (saya  sendiri bersedia jadi polisi). (Dahlan  Iskan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Besok saya akan mulai menyiapkan aturan   tersebut lengkap dengan sanksi disiplinnya, begitu pula prosedur   pengendalian &amp; penegakan GCG (termasuk pembuatan/pengelolaan situs </em>whistle   blower<em>). (Eddy Erningpramaja, direktur SDM)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Aku sedih&#8230; manakala ingatanku kembali pada  dua orang  bulik/tanteku, orang2 yang aku dekat dengan mereka&#8230; Mereka  sakit,  mereka berbulan-bulan batuk, mereka sesak napas, menderita&#8230;  Mereka  terkena kanker paru2, dan akhirnya mereka tidak kuat&#8230;</em></p>
<p><em>Mereka  bukan perokok, mereka setiap hari&#8230; dipaksa menghirup asap  rokok.  Orang bilang&#8230; mereka perokok pasif. Bulikku yang satu terpaksa  kerja  di satu ruangan&#8230; di kantornya&#8230; yang isinya orang-orang  yang&#8230;.  semuanya perokok.</em></p>
<p><em>Bulikku yang satunya lagi,  suaminya perokok berat. Dia habiskan  waktunya&#8230; bercengkerama, makan,  tidur dengan suaminya yang tidak  pernah lepas dari rokok&#8230; Aku  pikir&#8230;. mereka ini, bulik-bulikku,  sejatinya para korban orang-orang  yang kurang peduli&#8230;</em></p>
<p><em>Duh Gusti&#8230; ampunilah  dosa2 bulik-bulikku itu&#8230; Juga, limpahkan  kasih-MU bagi yang lain,  yang tidak berdaya, para korban perokok. Duh  Gusti&#8230; berilah petunjuk  kepada orang-orang yang kurang peduli itu&#8230;</em></p>
<p><em>Duh  Gusti&#8230; terima kasih dan puji syukur&#8230; aku haturkan.  Nyatanya&#8230;  Engkau telah berikan kekuatan padaku dan kawan2ku untuk  jadikan bilik,  lorong, selasar, dan ruang-ruang majelis tempatku  bekerja&#8230; terbebas  dari kurang peduli. (Murtaqi Syamsuddin, direktur  bisnis dan manajemen  risiko)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Saya sudah  merokok sejak kelas 5 SD. Maklum anak kolong. Puncaknya  waktu tugas di  Aceh Tengah selama 4 tahun, 96-99. Maklum udara sangat  dingin dan tiap  hari stres krn GAM. Bisa 3 bungkus sehari! Kretek lagi.  Saya 3x usaha  berhenti. Kali pertama dan kedua berhenti dgn niat krn  batuk dan nggak  enak badan&#8230; gagal total karena 6 bulan kemudian krn  badan mantap  terus merokok lagi. </em></p>
<p><em>Kali ketiga berhenti tahun  2005. Alasan? Nggak ada. Berhenti saja.  Sukses sampai hari ini. Supaya  terus sukses saya mendukung 100% larangan  merokok. Nggak usah bikin  ruangan khusus merokok atau apa pun. Nggak  ada gunanya. Di bandara  gagal! Nggak usah pake alasan kesehatan atau  ditakut-takuti pake gambar  tengkorak segala, percuma! Pokoknya tidak  boleh saja. (Nasri Sebayang,  direktur perencanaan dan teknologi)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Waktu  saya Kabag Operasi di Control Center Gandul tahun 2000, saya   berlakukan larangan merokok di Gedung Operasi Gandul. Alasannya:   &#8221;Bahaya Kebakaran&#8221; (habis gimana, pangkat cuma kepala bagian, di atas   masih ada kepala dinas dan kepala divisi di gedung yang sama, jadi  musti  cari alasan yang kuat). </em></p>
<p><em>Alasan yang  sebenarnya adalah saya tidak mau jadi perokok pasif  seperti buliknya  Pak Murtaqi. Sebab, di Gandul, asap rokok beredar  melalui saluran AC  sentral. Larangan ini mendapat dukungan luas, sampai  kepala divisi pun  (Pak Gultom) yang berkantor di gedung itu nggak berani  melanggar (Pak  Gultom alumnus Inggris, jadi paham benar soal sopan  santun merokok).  Mereka yang melanggar, saya cabut rokoknya dari  mulutnya, nggak peduli  atasan atau bawahan (saya dulu dijuluki  &#8221;Madura&#8221; karena galak banget  soal rokok ini). </em></p>
<p><em>Tahun 2005, GM P3B JB (Muljo  Adji)  mengeluarkan larangan merokok di semua gedung P3B JB dan masih  berlaku  sampai sekarang. Kalau Dirut mengeluarkan larangan merokok itu,  dukungan  akan datang dari 99,999% pegawai PLN. Karena sesungguhnya  yang merokok  ini sedikit sekali, tapi mereka mendominasi, seolah-olah  itu kebebasan  mereka. </em>Next turn<em>, larangan merokok harus masuk  surat pernyataan  ketika rekruitmen dan perjanjian kerja bersama. Setuju  dengan Pak Nasri,  nggak usah dibuatkan tempat merokok. Pokoknya  DILARANG. Titik. (Nur  Pamudji)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Wah&#8230;  aku setuju 1000%. Bagiku, mending bau kentut daripada bau  rokok.  Kentut gak jelas pelakunya dan gak bisa dilarang&#8230; Kalo perokok,   pelakunya jelas&#8230; Larang aja! (Bagiyo, direktur pengadaan strategis).</em></p>
<p>***</p>
<p>Bismillah!  Ramadan kali ini kita kenang sebagai  bulan pemicu larangan merokok di  ruang kerja di seluruh PLN!</p>
<p>Mohon maaf lahir batin. <strong>(*)</strong></p>
<p><em>Dahlan  Iskan, CEO PLN</em>﻿</p>
<p>Sumber  JP.</p>
<p>[ Senin, 20  September 2010 ]</p>
number of view: 2401]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Periode Saja!</title>
		<link>http://www.firman-its.com/satu-periode-saja.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/satu-periode-saja.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 02:23:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat suksesi menjadi barang mahal namun tidak menghadirkan janji-janji, dan krisis kepemimpinan di berbagai jenjang dan sektor saat ini, inovasi penting yang perlu direnungkan adalah membatasi masa jabatan penting hanya untuk satu periode saja. Pada saat saya menjual gagasan agar Rektor ITS setelah Pilcarek 2011-2015 ini cukup 1 periode saja, Ruhut Sitompul malah mengajukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/20/satu-periode-saja/Daniel-M-Rosyid.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-783" title="Daniel-M-Rosyid" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/20/satu-periode-saja/Daniel-M-Rosyid-300x179.jpg" alt="" width="300" height="179" /></a>Pada saat suksesi menjadi barang mahal namun tidak menghadirkan  janji-janji, dan krisis kepemimpinan di berbagai jenjang dan sektor saat  ini, inovasi penting yang perlu direnungkan adalah membatasi masa  jabatan penting hanya untuk satu periode saja. Pada saat saya menjual  gagasan agar Rektor ITS setelah Pilcarek 2011-2015 ini cukup 1 periode  saja, Ruhut Sitompul malah mengajukan ide agar jabatan Presiden SBY  diperpanjang hingga 3 periode ! Saya pikir tidak ada ide yang lebih  bodoh daripada ide Rohut. Mengapa ?</p>
<p>Pertama dari sudut kaderisasi kepemimpinan, siklus suksesi yang lebih  panjang akan menghasilkan pemimpin yang  semakin tua. Untuk kasus  pemilihan rektor, seorang Pembantu Rektor harus menunggu 8 tahun agar  “nyaman” untuk maju sebagai bakal calon rektor.  Untuk kasus ITS, pada  Pilcarek yang sedang berjalan ini, tidak ada Pembantu Rektor ataupun  Dekan yang maju menantang rektor <em>incumbent</em>. Untuk kasus SBY,  banyak Menteri yang harus menunggu sampai 10 tahun agar dapat secara  “nyaman” (tidak dianggap berkhianat) maju sebagai calon Presiden (Bahkan  SBY dianggap berkhianat oleh Megawati, karena SBY adalah mantan mentri  Kabinet Megawati). Sebagai Catatan saja, Bung Karno menjadi Presiden RI  pada saat berumur 45 tahun ! Presiden-presiden RI yang kemudian justru  semakin tua !</p>
<p>Kedua dari sudut politik kantor (<em>office politics</em>), membuka  kemungkinan menjabat lagi rentan menimbulkan <em>moral hazards</em>,  sehingga suasana kerja tidak kondusif, dan tidak produktif. Para  Pembantu Rektor –sebagai <em>potentially will-be rectors</em>- akan  “menahan diri” agar tidak terlalu menonjol, karena kalau “menonjol” yang  bersangkutan akan tampak “ambisius”. Kebijakan Rektor yang baik juga  akan dipersepsi sebagai “sogokan” agar terpilih lagi. Kemudian, banyak  program yang seharusnya bisa dicapai dalam 4 tahun, “diperlambat” agar  selesai pada periode berikutnya.</p>
<p>Jika ada Wakil (misal wakil walikota atau gubernur, atau presiden),   posisi Wakil ini posisi “kursi panas”. Wakil bisa menjadi “musuh dalam  selimut” yang menusuk dari belakang, yang membahayakan <em>incumbent</em>.  Oleh karena itu,  wakil banyak difungsikan sebagai “ban serep”. Dari  sudut kepemimpinan, tentu aneh jika ada mantan walikota yang mau menjadi  wakil walikota pada periode berikutnya.</p>
<p>Ketiga, <em>incumbence (kepetahanaan) </em>selalu problematik kalu  tidak disebut dilematik. Apa alasan seseorang maju lagi sebagai <em>incumbent</em> ? Pertama, <em>privelege</em> yang selama ini dinikmati, serta dorongan  orang-orang di sekitar yang “ikut naik” bersama pejabat tersebut yang  selama ini menikmati <em>privelege </em>sebagai “lingkar dalam” (<em>inner  circle</em>).   Kedua, banyak agenda belum  diselesaikan ?  Pertanyaannya kemudian, mengapa nggak selesai ? Ketiga, justru banyak  kesalahan yang perlu diperbaiki ?</p>
<p>Dari perspektif manajemen waktu, pengetahuan tentang adanya  “kesempatan kedua” memperlemah upaya yang diinvestasikan untuk  “kesempatan pertama”. Dalam banyak studi sudah terbukti, bahwa waktu  yang lebih panjang tidak meningkatkan mutu dan produktifitas, tapi malah  menurunkannya.</p>
<p>Dari perspektif jabatan sebagai amanah, bahkan jabatan tidak pantas  untuk diminta, sebuah jabatan adalah bak “bara api” yang tergenggam di  tangan seseorang. Dalam perspektif ini, “memperlama” memegang bara api  sama sekali tidak wajar. Seseorang yang sadar betul bahwa jabatan adalah  amanah, akan bersegera menyelesaikan tugasnya, dan sekaligus mencari  pengganti yang lebih baik dari dirinya sendiri.</p>
<p>Inovasi  peraturan suksesi kepemimpinan hanya satu periode saja akan  memberi  banyak manfaat, tidak saja bagi yang bersangkutan, tapi juga  secara kelembagaan. Permainan akan lebih cantik dan sehat, <em>the  leadership game is radically changed</em>. Pertama, pejabat akan  memanfaatkan kesempatan satu-satunya dengan lebih baik dan fokus. Dia  akan segera bekerja dan memperpendek “masa transisi/bulan madu”. Hal ini  akan  meningkatkan produktifitasnya. Tidak ada lagi basa-basi, <em>no  more non-senses</em>.</p>
<p>Kedua, politik kantor akan lebih sehat. Setiap kebijakan yang baik  akan dipersepsi secara lebih wajar, tidak terjadi gosip dan kasak-kusuk  yang tidak sehat. Para wakil atau pembantu akan bekerja maksimal karena  mereka melihat prospek sebagai “the next”.  Persaingan produktifitas  akan lebih terbuka, dan ini menguntungkan bagi lembaga dan “pelanggan”  yang dilayani.</p>
<p>Ketiga, rekrutmen pemimpin akan lebih cepat dan menghasilkan pemimpin  yang lebih muda. Mobilisasi vertikal akan dipercepat. <em>Inward-looking-ness</em> (ini penyakit yang banyak menjangkiti lembaga, termasuk perguruan  tinggi sekalipun) akan digeser menjadi lebih <em>outward-looking</em> :  mantan pejabat akan mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi  (untuk  seorang rektor, misalnya, prospek berikutnya adalah menjadi  mentri, atau jabatan lain yang lebih menantang), agar tidak menjadi  “jago kandang”. Hal ini saya sebut sebagai “tradisi menokohkan” rekan,  dan kader muda. Adalah tugas terpenting pemimpin untuk menyiapkan  pemimpin berikutnya yang lebih baik dan lebih cepat.</p>
<p>Menutup artikel ini, sebagai dosen saya ingin mengatakan bahwa  perguruan tinggi perlu memberi teladan praktek demokrasi yang sehat yang  menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan bermutu. Di tengah-tengah  krisis kepemimpinan saat ini, jika teladan ini tidak dimulai oleh  lembaga pendidikan tinggi, siapa lagi yang akan memulai ?</p>
<p>SUMBER : <a href="http://danielrosyid.com/satu-periode-saja.html">http://danielrosyid.com/satu-periode-saja.html</a></p>
number of view: 888]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/satu-periode-saja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FA &amp; Keluarga &#8220;facefitri&#8221;</title>
		<link>http://www.firman-its.com/fa-keluarga-facefitri.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/fa-keluarga-facefitri.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 23:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap Tiada kata, Kecuali “saling memaafkan” jalin ukhuwah &#38; kasih sayang Tuk raih indahnya kemenangan hakiki, kembali fitri. Taqabbalallahu minna waminkum Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H Mohon Maaf Lahir Bathin fao 2 facefitri number of view: 770]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/08/fa-keluarga-facefitri/fao-facefitri-1431h.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-775" title="fao-facefitri-1431h" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/08/fa-keluarga-facefitri/fao-facefitri-1431h.jpg" alt="" width="560" height="354" /></a>Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap<br />
Tiada kata, Kecuali “saling memaafkan” jalin ukhuwah &amp; kasih sayang<br />
Tuk raih indahnya kemenangan hakiki, kembali fitri.</p>
<p>Taqabbalallahu minna waminkum</p>
<p>Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H</p>
<p>Mohon Maaf Lahir Bathin</p>
<p>fao 2 facefitri</p>
number of view: 770]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/fa-keluarga-facefitri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negara Terkaya di Dunia</title>
		<link>http://www.firman-its.com/negara-terkaya-di-dunia.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/negara-terkaya-di-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 15:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara yang tertutup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGeyYSth5BI/AAAAAAAAAXM/mz_OJ7cPNno/s320/bendera.jpg" alt="" width="320" height="214" />Banyak sebenarnya yang tidak tahu  dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan  Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak  salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki  tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara,  contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara  yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan  barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk  menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur  tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.</p>
<div>dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga  bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi  sayangnya mereka tidak sadar &#8220;berdiri di atas berlian&#8221; langsung saja  kita lihat profil negaranya.<br />
<a name="more"></a></p>
<div>
<div>
<div><em>Negara  Terkaya</em><br />
<input onclick="if  (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display  != '') {  this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display  = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else {  this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display  = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button" value="Hide" /></div>
<div>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGeyYSth5BI/AAAAAAAAAXM/mz_OJ7cPNno/s1600/bendera.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGeyYSth5BI/AAAAAAAAAXM/mz_OJ7cPNno/s320/bendera.jpg" border="0" alt="" width="320" height="213" /></a></div>
</div>
</div>
</div>
<p>Wooww&#8230; Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan  tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia.  tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang  dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa  yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti  negara itu.</p>
<p>baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat  kekayaan negara ini sesungguhnya.</p>
<p>1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas  terbaik di dunia. namanya PT Freeport.</p>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezl1apMCI/AAAAAAAAAXQ/zVHJfjujeMs/s1600/mining.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezl1apMCI/AAAAAAAAAXQ/zVHJfjujeMs/s400/mining.jpg" border="0" alt="" width="400" height="311" /></a></div>
<p>Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini  dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons  tembaga dan 724,7 JUTA ons emas.  yang mau bantu saya menghitung nilai  tersebut saya persilahkan! hitunglah sendiri dan anda akan tercengang  dengan nilainya</p>
<p>lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi  AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99%  untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan  pertambangan disana.</p>
<p>bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah  lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan  kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas,  ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu  ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan  disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan  uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan  tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium  disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para  jenderal dan juga para politisi nakal, yang bisa menikmati hidup dengan  bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini.</p>
<p>2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di  Blok Natuna.</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezzJrXDdI/AAAAAAAAAXU/5_h75gIEROQ/s1600/2sbv7o1.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGezzJrXDdI/AAAAAAAAAXU/5_h75gIEROQ/s400/2sbv7o1.jpg" border="0" alt="" width="300" height="400" /></a></div>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGez64PkAgI/AAAAAAAAAXY/K2NP_HO6kHQ/s1600/2laa89v.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGez64PkAgI/AAAAAAAAAXY/K2NP_HO6kHQ/s320/2laa89v.jpg" border="0" alt="" width="288" height="320" /></a></div>
<p>Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki  cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok  penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA?  EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina</p>
<p>3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini  memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan  plasmanutfah terlengkap di dunia.</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe1KP_N1_I/AAAAAAAAAXk/JpeoOhq6SKA/s1600/pwyls.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe1KP_N1_I/AAAAAAAAAXk/JpeoOhq6SKA/s400/pwyls.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<p>letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. sebenarnya jika  negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang  saja semua pohon di hutan itu maka bumi pasti kiamat. karena bumi ini  sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga  keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk  menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah  mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk  perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.</p>
<p>4. Negara ini punya Luatan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra,  yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan  yang tidak dimiliki negara lain.</p>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0S4OUQyI/AAAAAAAAAXc/j3roEYLqN08/s1600/b3ooxz.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0S4OUQyI/AAAAAAAAAXc/j3roEYLqN08/s320/b3ooxz.jpg" border="0" alt="" width="320" height="320" /></a></div>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0eBhV_6I/AAAAAAAAAXg/lDTgMh995sU/s1600/tuna.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe0eBhV_6I/AAAAAAAAAXg/lDTgMh995sU/s320/tuna.jpg" border="0" alt="" width="320" height="224" /></a></div>
<p>Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut  memanen ikan di lautan negara ini.</p>
<p>5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah  penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah  dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka.  sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin  di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih  membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang  pantas.</p>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe2PVkXAkI/AAAAAAAAAXo/xixYA-QTSX0/s1600/hibmasa.gif"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe2PVkXAkI/AAAAAAAAAXo/xixYA-QTSX0/s400/hibmasa.gif" border="0" alt="" width="400" height="262" /></a></div>
<p>6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak  gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur  terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak  terdapat sinar matahari dan hujan.</p>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4BfaHJ8I/AAAAAAAAAXw/ztGpEBT4L78/s1600/sawah.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4BfaHJ8I/AAAAAAAAAXw/ztGpEBT4L78/s400/sawah.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<p>Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak  yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita  semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan  cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan  menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur  negara ini yang bisa ditanami apapun juga. <em>bahkan tongkat kayu dan  batu jadi tanaman.</em></p>
<p>7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak  ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar  laut bisa kita temui di negara ini.</p>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4ZbXo0UI/AAAAAAAAAX0/n-FpWdqUUb0/s1600/bromo1-big.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe4ZbXo0UI/AAAAAAAAAX0/n-FpWdqUUb0/s400/bromo1-big.jpg" border="0" alt="" width="400" height="298" /></a></div>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5O999wcI/AAAAAAAAAX4/V6X6vvb0bsA/s1600/bali.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5O999wcI/AAAAAAAAAX4/V6X6vvb0bsA/s400/bali.jpg" border="0" alt="" width="400" height="321" /></a></div>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5W2x9nXI/AAAAAAAAAX8/Q-EjIiel-ZU/s1600/borobudur-temple-292612-lw.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5W2x9nXI/AAAAAAAAAX8/Q-EjIiel-ZU/s400/borobudur-temple-292612-lw.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5doJwFHI/AAAAAAAAAYA/12fNBFWn_lc/s1600/kelimutu-lake.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5doJwFHI/AAAAAAAAAYA/12fNBFWn_lc/s400/kelimutu-lake.jpg" border="0" alt="" width="400" height="271" /></a></div>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5khGpVdI/AAAAAAAAAYE/wdP5qp0QQzo/s1600/raja+ampat.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe5khGpVdI/AAAAAAAAAYE/wdP5qp0QQzo/s400/raja+ampat.jpg" border="0" alt="" width="400" height="321" /></a></div>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6D3GE72I/AAAAAAAAAYI/92Jp_Nk5hdM/s1600/prambanan.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6D3GE72I/AAAAAAAAAYI/92Jp_Nk5hdM/s400/prambanan.jpg" border="0" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6MzvDxZI/AAAAAAAAAYM/OBkv34coCpc/s1600/sipiso.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6MzvDxZI/AAAAAAAAAYM/OBkv34coCpc/s400/sipiso.jpg" border="0" alt="" width="400" height="265" /></a></div>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6iuUSoHI/AAAAAAAAAYQ/dBTulaeIVrw/s1600/indonesiaku.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6iuUSoHI/AAAAAAAAAYQ/dBTulaeIVrw/s400/indonesiaku.jpg" border="0" alt="" width="275" height="400" /></a></div>
<p>Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain  sekaya <strong>INDONESIA</strong>! tapi apa yang terjadi?</p>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe8jCmOrZI/AAAAAAAAAYc/ogi_HrVNin8/s1600/gelandangan.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe8jCmOrZI/AAAAAAAAAYc/ogi_HrVNin8/s400/gelandangan.jpg" border="0" alt="" width="400" height="246" /></a></div>
<div>untuk EXXON MOBIL OIL, FREEPORT, SHELL,  PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA yang menjual kekayaan Bangsa untuk  keuntungan negara asing, diucapkan TERIMA KASIH.</div>
<div><strong>Sebuah cerita mungkin akan bisa  menggambarkan indonesia saat ini silahkan disimak.</strong></div>
<div><em>Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan  Indonesia</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Suatu hari Tuhan tersenyum  puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun  bertanya, &#8220;Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?&#8221; &#8220;Lihatlah, Aku  baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi,&#8221; kata Tuhan  sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon.  Tuhan melanjutkan, &#8220;Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang  pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara  seimbang&#8221;.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Lalu Tuhan menjelaskan  kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan  menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris,  Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan  hawa dingin yang menusuk tulang.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Di Eropa bagian selatan,  Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan  Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan  eksotis di Selat Gibraltar.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Lalu malaikat menunjuk  sebuah kepulauan sambil berseru, &#8220;Lalu daerah apakah itu Tuhan?&#8221; &#8220;O,  itu,&#8221; kata Tuhan, &#8220;itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat  cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku  ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak  sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka  menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras,  siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.&#8221;</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div><em>Dengan terheran-heran,  malaikat pun protes, &#8220;Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan  dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak  keseimbangannya? &#8220;</em></div>
<div><em>Tuhan  pun menjawab dalam bahasa Inggris, &#8220;Wait, until you see the idiots I put  in the government.&#8221; (tunggu sampai Saya menaruh &#8216;idiot2&#8242; di  pemerintahannya)</em></div>
<p>Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65  tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan  sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air  mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.</p>
<div><a href="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6zsItn-I/AAAAAAAAAYU/aRGQqxb-XEY/s1600/veteran.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGe6zsItn-I/AAAAAAAAAYU/aRGQqxb-XEY/s400/veteran.jpg" border="0" alt="" width="267" height="400" /></a></div>
<div><em>&#8220;Indonesia tanah air beta</em></div>
<div><em>disana tempat lahir beta,</em></div>
<div><em>dibuai dibesarkan bunda,</em></div>
<div><em>Tempat berlindung di hari Tua&#8230;</em></div>
<div><em>HIngga nanti menutup mata&#8221;</em></div>
<div><a href="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGf9oHr7LBI/AAAAAAAAAYg/CTDOicH-EEQ/s1600/bendera-indonesia+%281%29.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_C18iLUi5ccw/TGf9oHr7LBI/AAAAAAAAAYg/CTDOicH-EEQ/s400/bendera-indonesia+%281%29.jpg" border="0" alt="" width="400" height="285" /></a></div>
<div><strong>HIDUPLAH INDONESIA RAYA&#8230;&#8230;!!!!!!</strong></div>
<div><strong>Memperingati HUT RI ke 65 Tahun</strong></div>
<div><strong>17 Agustus 1945 &#8211; 17 Agustus 2010</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div><strong>MERDEKA&#8230;.!!!!!</strong></div>
<p>Post ini adalah di muat ulang dengan menambahkan dan menyajikanya secara  berbeda dengan versi aslinya oleh saya (suranegara) Sumber asli ditulis  oleh <strong><em>Serikatjomblo</em></strong> dengan thread aslinya di <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3978046">Negara Paling Kaya  Sedunia ! USA KALAH..Uni Eropa Menyerah !</a></p>
</div>
number of view: 3934]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/negara-terkaya-di-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengan Kejujuran Membawa SDIT AL Uswah Jadi Terbaik Se Surabaya</title>
		<link>http://www.firman-its.com/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 02:19:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Pengirim: Firman Arifin &#8211; detikSurabaya Surabaya &#8211; Sering kali kita dibuat takjub dengan nilai ujian nasional yang sempurna diraih anak orang lain. Sebaliknya, kita kurang bersyukur atas prestasi anak kita sendiri karena tidak mendapatkan nilai terbaik. Terlepas dari parameter kejujuran selama mereka mengerjakan ujian, seringkali keluar kesimpulan bahwa parameter anak yang paling sukses itu jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/06/22/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya/al-uswah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-744" title="al uswah" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/06/22/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya/al-uswah.jpg" alt="" width="114" height="114" /></a>Pengirim: Firman Arifin &#8211; detikSurabaya</p>
<p>Surabaya &#8211; Sering kali kita dibuat takjub dengan nilai ujian nasional yang sempurna diraih anak orang lain. Sebaliknya, kita kurang bersyukur atas prestasi anak kita sendiri karena tidak mendapatkan nilai terbaik.</p>
<p>Terlepas dari parameter kejujuran selama mereka mengerjakan ujian, seringkali keluar kesimpulan bahwa parameter anak yang paling sukses itu jika berada pada peringkat pertama.</p>
<p>Standar kesuksesan seperti ini telah menghipnotis sebagian pihak sehingga boleh menghalalkan berbagai cara. Dengan dalih menjaga reputasi sekolah bisa-bisa mengalahkan prinsip kejujuran yang selama ini ditanamkan kepada mereka.</p>
<p>Dari kondisi tersebut, SDIT AL Uswah untuk tahun ketiga ini membuktikan kepada masyarakat Surabaya, bahwa prestasi akademik dengan berbekal pendidikan karakter bukan hanya sekedar jargon atau sekedar visi tanpa arti. Tapi sudah dalam tataran implementasi dan buahnya sudah bisa dilihat dan dinikmati.<span id="more-743"></span></p>
<p>Bukti dari buah pendidikan karakter yang ditekankan di tingkat SD ini adalah tentang kejujuran, SDIT AL Uswah menempati peringkat pertama terbaik UASBN 2010 untuk kategori SD swasta Se- Surabaya. SDIT AL Uswah bisa mengalahkan SD swasta sekelas Al-Hikmah, Al-Falah dan Hidayatullah. Bahkan juara-juara sebelumnya seperti SD PETRA dan SD yang ngetop lainnya bisa dikalahkan oleh SDIT AL Uswah.</p>
<p>Ada pengalaman menarik dari para pengawas UASBN yang kebetulan mendapat tugas menjaga anak-anak SDIT AL Uswah. Bapak-ibu guru dari lintas sekolah itu tertegun melihat anak-anak SDIT AL Uswah tidak ada yang gelisah, tolah-toleh atau bahkan mencontek. Semua konsentrasi di kertas soal dan jawabannya sendiri.</p>
<p>Bahkan ada salah satu guru dari sekolah lain tersebut melihat ada siswa yang tidak<br />
bisa mengerjakan salah satu soal, guru ini memberi jawaban kepada si anak. Tapi apa yang dilakukan si anak ini? Ternyata anak tersebut tidak mau menerima jawaban dari guru pengawas tersebut. Setelah ujian selesai dengan penasaran guru pengawas bertaya kepada anak tersebut.</p>
<p>&#8220;Kenapa tadi tidak mau menerima jawaban dari saya? Dengan polosnya, anak tadi menjawab: &#8220;Apa jaminannya jawaban tadi benar?&#8221;</p>
<p>Kepala Bidang Sumber Daya Manusia di Yayasan Ukhuwah Islamiyah sebagai induk dari SDIT Al_Uswah, Alfie Niamah Febriana SSi menjelaskan bahwa pendidikan karakter itu lebih penting daripada sekedar transfer ilmu.</p>
<p>&#8220;Dalam sebuah proses pendidikan, bukan sekedar transformasi ilmu yang diharapkan, tetapi lebih jauh adalah perubahan perilaku yang semakin baik juga menjadi tujuan besar dari proses tersebut,&#8221; katan Alfie.</p>
<p>Selain itu bukan semata nilai akademis yang diukir dari tiap mata pelajaran, namun senandung doa harian yang keluar dari lisan ananda sebelum memulai setiap aktivitasnya. &#8220;Atau lantunan surat pendek yang dilafalkan dengan jelas dan benar, ini jauh lebih berarti dibanding nilai yang tertera dalam angka,&#8221; jelas ibu dua anak.</p>
<p>Tentang pendidikan karakter ini dikuatkan Kepala SDIT Al Uswah, Moch Edris Effendi ST. &#8220;Sudah saatnya kita memandang ujian sebagai suatu yang positif. Dengan ujian itu bisa mengukur kemampuan terbaik anak-anak kita. Maka berusahalah semaksimal mungkin untuk menghadapinya. Kerjakan berbagai bentuk ujian itu dengan kemampuan sendiri,&#8221; tambah Moch Edris.</p>
<p>Edris menambahkan, sebaik-baik hasil ujian, jika 100 persen buah pemikiran sendiri, maka hasil itu yang akan mendatangkan keberkahan dari Allah. &#8220;Sebaliknya, jika kita dapat nilai sempurna tapi dengan kecurangan, maka tidak<br />
ada nilainya di sisi Allah,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Bagi para guru dan orang tua, berusahalah untuk selalu menghargai prestasi<br />
anak-anaknya. Meskipun hasilnya belum sesuai harapan, tapi itu hasil jerih payah<br />
mereka sendiri,&#8221; ujar alumni ITS ini.</p>
<p>(fat/fat)</p>
<p>http://surabaya.detik.com/read/2010/06/22/090137/1383394/468/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya</p>
number of view: 1491]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/dengan-kejujuran-membawa-sdit-al-uswah-jadi-terbaik-se-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

