Category Archives: Sosial-Budaya

Aspri Bot, Kamus dan Sarana Belajar Bahasa Inggris

Ada banyak cara untuk belajar bahasa Inggris. Misalnya dengan membaca cerita pendek (cerpen) yang berisi tulisan bahasa Inggris.

Biasanya kalau kita tidak tahu makna dari salah satu kata dalam cerpen itu, kita melihat kamus bahasa Inggris. Agar bisa membantu ingatan kita selain ada kamus bahasa Inggris di dekat kita, ada juga catatan kecil tentang kata-kata apa yang kita tidak tahu saat itu, kita tulis di catatan kecil itu.

Kamus dan catatan kecil itu sudah tidak diperlukan lagi sekarang, karena sudah ada Aspri Bot, asisten pribadi di telegram. Di Aspri Bot, kini tersedia kamus dan catatan kecil, yang merupakan fitur utama Aspri Bot, sebagai sarana belajar bahasa Inggris.

5 Aplikasi di Aspri Bot
Aplikasi kamus biasanya harus kita instalasi melalui Play Store. Akan menjadi masalah jika handphone kita terbatas memorinya. Padahal kita sangat membutuhkan aplikasi kamus ini.

Sekarang sudah tidak jadi masalah lagi. Karena dengan menginstalasi telegram, Anda sudah seperti memiliki 5 aplikasi.

Mulai aplikasi al-quran di dalam telegram. Aplikasi agenda atau event dalam telegram. Aplikasi kamus dan aplikasi note/catatan sebagai sarana pembelajaran belajar bahasa Inggris serta aplikasi jadwal sholat seluruh kota kabupaten se-Indonesia.

Begitu anda sudah menginstalasi aplikasi telegram, maka anda sudah bisa menggunakan fitur yang ada dalam Aspri Bot. Lebih jelasnya tentang aspri bot bisa dilihat di tulisan sebelumnya, Mau Punya Asisten Pribadi di Telegram? Aspri Bot Solusinya. Fitur Al Quran di Aspri Bot beserta terjemahannya dalam dua bahasa, bisa baca Aplikasi Al Quran Ada Di Dalam Aplikasi Telegram.

Fitur kamus di Aspri Bot, cukup Anda menulis garis miring kamus lalu spasi dan ikuti dengan kata apa yang akan dicari. Sebagai contoh saya akan mencari arti dari kata cinta apa bahasa Inggrisnya? Cukup dengan menulis slash kamus cinta (/kamus cinta) lalu enter maka arti dari cinta itu akan tampil langsung di layar telegram kita.

Bagaimana halnya jika dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Caranya sama dengan menulis slash kamus, spasi lanjutkan kata apa dalam bahasa Inggris yang dicari maka telegram dengan fitur Aspri Botnya akan menjawabnya.

Semisal saya akan mencari makna dari young. Maka cukup dengan menulis /kamus young lalu tekan enter maka di layar telegram anda akan muncul arti bahasa Indonesianya dari young. Cukup mudah bukan?

Aspri Bot Sarana Pembelajaran
Nah sekarang Bagaimana Aspri Bot ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris.

Coba kita ingat-ingat bagaimana kita belajar bahasa Inggris. Saat diri kita tidak mengetahui arti dari kata atau frase dalam bahasa Inggris, biasanya kita mencari kamus terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Ada sebagian dari kita hanya sekedar setelah buka kamus langsung selesai artinya merasa dirinya sudah hafal.

Namun kenyataannya, jika kata atau frase tadi tidak sering dipakai maka kemungkinan hilangnya sangat besar.

Sementara ada orang lain, setiap dia tidak mengetahui kata atau frase dalam bahasa Inggris itu artinya apa, selain dia melihat di dalam kamus tersebut dia juga menulis di catatan kecilnya apa makna dari kata yang tidak diketahui.

Seandainya vocab atau kata yang jarang dipakai itu, namun karena dia mempunyai catatan kecilnya, maka kemungkinan hilangnya kata yang diketahuinya itu bisa terkurangi dengan membuka catatan kecil tersebut.

Namun, seringkali catatan kecil itu tertinggal di rumah, atau berada di mananya seringkali kita lupa menaruhnya.

Sementara, handphone yang kita pegang setiap hari bahkan setiap saat tidak lepas dari genggaman kita. Karenanya, Firman Arifin menemukan ide agar proses belajar bahasa Inggris ini bisa terus meningkat maka tidak lain adalah disimpan di dalam handphone kita.

Bagaimana caranya? Yang harus anda lakukan pertama kali adalah setelah telegram dan @aspri_bot Anda sudah bisa diakses, maka buatlah catatan keyword yang ingin anda simpan dalam kata-kata yang anda mau ingat. Kalau di buku catatan biasa dikenal dengan holder.

Misalnya, Anda akan menaruh vocab baru anda itu di catatan yang bernama belajar. Maka cukup Anda mengetik di telegram yang di situ sudah ada Aspri Botnya, /buat belajar.

Anda sekarang sudah mempunyai catatan kecil yang bernama belajar. Sekarang adalah bagaimana menulis di catatan kecil yang bernama buku tulis belajar itu.

Untuk menulisnya cukup dengan ketik /aspri belajar vocab apa yang Anda mau tulis. Misalnya /aspri belajar young | kb. anak. the y. orang/kaum muda. -ks. 1 muda. 2 masih baru, baru dimulai (of a firm).

Artinya setiap ada kata-kata baru, maka langkah yang terakhir tadi anda lakukan lagi. Seiring bertambahnya waktu, maka yakinlah semua vocab itu semakin hari semakin banyak.

Agar tidak lupa sebelum menumpuk banyak maka bisa jadi setiap hari Anda cek catatan itu apa saja yang tersimpan di buku belajar.

Cara mengeceknya atau cara membacanya catatan-catatan yang ada dalam buku belajar itu sangat sederhana. Cukup dengan mengetik /cek belajar. Apa yang anda tulis dalam buku belajar Anda akan keluar semuanya dan itu pasti akan merefresh ingatan-ingatan Anda tersebut.

Menariknya lagi, Aspri Bot ini akan menyimpan tanggal sama waktu atau jamnya kapan Anda menambah masing-masing vocab itu. Akan terlihat progres setiap kapan Anda menambah vocab baru itu dan sudah berapa lama Anda belajar menambah vocab itu.

Bahkan Ada progres harian seberapa banyak saudara menambah vocabnya. Akhirnya, semangat Anda, bisa dilihat dari ritme Anda belajar bahasa Inggris.

Semoga aplikasi Aspri Bot ini bermanfaat bagi kita semuanya dan menjadi catatan bahwa belajar itu nikmat.

Merajut Visi Peradaban di Awal Tahun 2018

Tahun 2017 telah lewat semalam. Banyak orang mengisi akhir tahun dan menjelang awal tahun baru dengan berbagai agenda. Ada yang hura-hura dalam perayaan tanpa makna. Ada pula yang mengevaluasi diri dan berbenah untuk kedepan.

Kami salah satu bagian dari warga Indonesia tercinta, mencoba memberikan yang terbaik bagi bangsa. Kontribusi kami bisa dibilang kecil, tapi bagi kami inilah yang bisa kami berikan saat ini. Kami yakin dengan berjalannya waktu, saatnya nanti akan menjadi “(mem)besar”.

Kontribusi Itu…
Apa kontribusi yang kecil itu? Pendidikan formal dan informal, pendidikan hard skill dan soft skill. Semisal, kami membiasakan diri dalam segala aktifitas bernuansa pendidikan. Tiada aktifitas kami terlepas dari dimensi pendidikan.

Saat kami di rumah misalnya, bagaimana membiasakan diri dalam kebaikan untuk segala hal. Sebagai contoh, bagaimana berbicara yang sopan untuk semuanya. Pun urusan kebersihan, semua punya peran masing-masing.

Kebiasaan ini kalau dibawa keluar rumah apalagi bisa menjadi contoh bagi yang lain, akan punya magnet tersendiri. Inilah yang kami bilang kontribusi itu. Kecil tapi bisa membesar.

Sementara di beberapa keluarga, tidak mengindahkannya. Suatu saat kami jalan-jalan mengisi liburan ke beberapa destinasi wisata, masih terlihat orang-orang yang buang sampah sembarangan. Tidak sedikit pula, kami jumpai sampah dilempar dari mobil di beberapa perjalanan.

Merajut Visi Peradaban

Ada yang mengatakan “Pendidikan bukan segala-galanya”. Namun yang pasti, “Segala-galanya dimulai dari pendidikan”. Ya, berangkat dari “Segala-galanya dimulai dari pendidikan” inilah kami merajut visi peradaban. Istilah peradaban sendiri, seringkali digunakan lebih luas dari istilah budaya.

Untuk memudahkan dalam merajutnya, kami membahasakan dalam nama-nama anak kami sesuai urutan kelahiran; Muhammad Al Fatih, Muhammad Ihsan Afifuddin dan Aulia Annisa Ramadhani.

Pantai 9, Cantik nan Cakep….. Keren Abizzz.

Berita Video

Pantai 9, Cantik nan Cakep….. Keren Abizzz.
Cantik karena airnya yang bersih dan bening.
Cakep karena pantai dan lingkungan yang bersih dan tertata dengan apik.

Pantai 9 ini berada di salah satu pulau kecil di Madura. Pantai yang airnya bersih, bening dengan hamparan pasir putih yg luas. Hamparan pasir putih ini, tak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Bali. Bahkan saat kami share foto-foto pantai 9 ini yang kami ambil dari drone dji3pro, banyak yg menduga kalau ini pantai di Bali.

Cekidot video wisata kami dengan Kamera #SLR dan Drone #DJIPro3

Liputan Nobar G30S/PKI: Dirikan Masjid untuk Membina Anak-Anak PKI

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Nonton bareng (nobar) Film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) hampir merata di seluruh Indonesia dalam sepekan terakhir, tak terkecuali di Surabaya.

Seperti di Surabaya bagian timur, di Kejawan Putih Tambak, Kejawan Gebang dan Keputih dalam sepekan sudah lebih dari 5 titik nobar yang berdiri.

Tadi malam, Sabtu (30/9) SERUJI turut hadir dalam nobar yang diputar di halaman depan perumahan Cluster Taman Sejahter (CTS) yang terletak di perbatasan Kejawan Putih Tambak dan Kejawan Gebang.

Menurut ketua panitia, Firman Arifin, acara nobar G30S/PKI ini selain dihadiri warga CTS, juga dihadiri jamaah musholla Sabilillah dan warga RT 4 RW 2 kelurahan Mulyorejo.

Firman yang sehari-hari mengajar di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini menjelaskan bahwa acara ini spontanitas warga sebagai wujud kecintaan pada negerinya.

“Mulai dari penyiapan LCD dan layarnya, sampai konsumsi dipikul bareng tanpa mengambil kas RT. Ini salah satu bukti kecintaan kami kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ghoibil, Ketua RT 4 menyambut positif adanya acara nobar G30S/PKI tersebut dan menghimbau warganya untuk menontonya.

“Acara nobar ini bagus untuk kita semua, apalagi untuk generasi muda agar tidak kehilangan sejarah,” tutur Ghoibil.

Sebelum nobar dimulai, ada dua pemutaran video lainnya. Pertama video trailer acara nobar ini dan kedua video dokumentasi renovasi musholla Sabilillah dan wisata religi Pemuda Sabilillah.

Anak-anak kecil saling bersahutan saat melihat kakak atau ayahnya tampil di layar lebar, “Itu ayahku”. Anak yang lainpun tidak kalah kerasnya, “Itu kakakku juga ada”. Terlihat anak-anak sangat menikmati nobar ini.

Tokoh masyarakat yang disegani, H. Abdul Mu’thi yang turut hadir didaulat oleh panitia untuk memberikan arahan dan bimbingannya dalam melihat pemutaran film G30S/PKI tersebut.

Selain menyampaikan gerakan PKI dalam konteks luas, beliau juga menceritakan anggota PKI di sekitar Kejawan Gebang tempat lokasi nobar berlangsung, pada masa lalu.

“Disini saat PKI berkembang, tidak ada musholla apalagi masjid. Apalagi, warga Kejawan saat itu mayoritas miskin, sehingga sangat mudah dikader oleh PKI,” cerita Abah Mu’thi sapaan akrabnya.

“Kami pengurus Ansor (barisan pemuda NU -red) saat itu, berfikir keras bagaimana bisa membangun musholla atau masjid. Karena dengan adanya masjid, warga bisa diajak ibadah dan dididik serta dibina. Alhamdulillah anak-anak PKI di daerah ini sudah kembali bersama kita semua,” tambahnya dengan penuh semangat meski usia sudah menginjak 70an.

Ibu Yaroh, salah satu warga yang ikut hadir bersama 2 anaknya juga mengapresiasi acara nobar G30S/PKI tersebut.

“Film ini bagus untuk menanamkan jiwa kesatria, kepatriotan, kecintaan kepada agama, bangsa dan negara sejak dini kepada anak-anak,” ujarnya.

Film G30S/PKI yang diputar ini adalah film dengan durasi lengkap selama 3,5 jam. Tepat pukul 00.00 nobar selesai dan dilanjutkan bersih-bersih area nobar. (FA/Hrn)

 

NOBAR : G30S PKI di CTS

Doktrinasi Film G30S/PKI

Oleh: Herriy Cahyadi
(Alumni UI, S3 İstanbul Üniversitesi)

Berkali-kali saya menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, saya memang merasa terdoktrinasi. Tapi bukan untuk mencintai Orde Baru, sebab tak ada narasi atau akting yang implisit maupun eksplisit menuju ke sana, selain sosok Pak Harto yang memang dalam kenyataan sejarah beliau ada di peristiwa itu. Jika akhirnya saya harus mendukung tekanan beliau untuk turun dan bertanggung jawab (saat reformasi), bukan berarti menegasikan apapun peran beliau, bahkan sampai membenci. Jika ada yang seperti itu, itu masalah mereka. Tapi memaksa bahwa film ini sebagai propaganda Orba, ya mbok jangan lebay begitu.

Saya terdoktrin oleh film G30S/PKI untuk dua hal; mencintai dan membenci. Saya dipaksa untuk mencintai negara dan para pahlawan yang gugur pada momen pengkhianatan itu. Yang saya ingat adalah ratapan kesedihan diiringi lagu Gugur Bunga, membuat saya mencintai perjuangan para pahlawan. Entah mungkin gesekan biola lagu Gugur Bunga itu memang nampaknya mampu menyayat hati.

Lalu, saya pun dipaksa untuk membenci akan dua hal: 1) PKI, 2) Komunisme. Saya dipaksa untuk membenci sebab narasi dalam film memang demikian, ditambah materi dalam pelajaran sejarah yang diajarkan. Betapa kejamnya PKI dengan ideologi komunisnya. Belakangan, setelah saya belajar ideologi di dunia dan sejarah tumbuh-kembang mereka, saya menyukuri Indonesia saat ini tidak berhaluan komunis. Saya akhirnya secara sadar menolak ideologi tersebut dan tidak mau sejarah kelam mereka dilupakan begitu saja. Bagaimana mungkin kebebasan berideologi bisa tumbuh jika hak-hak dasar untuk berpikir saja dimatikan (seperti ajaran komunisme)?

Awalnya saya memang dipaksa untuk membenci. Tapi kemudian saya paham, kenapa saya didoktrin seperti itu. Saya pribadi tidak masalah jika ada yang berhaluan komunis untuk dirinya sendiri. Sama seperti ateis, gay, sinkretis, liberal, atau apapun namanya. Itu urusan pribadi. Tapi jika sudah masuk ke ruang publik, tunggu dulu. Ada banyak alasan mengapa paham-paham ini harus ditolak. Dan salah satunya adalah sejarah kelam yang menyelimuti bangsa ini di kala mereka sedang tinggi-tingginya.