Category Archives: Sosial-Budaya

Ribuan Jamaah Hadiri Kajian Ustadz Hanan Attaki di Surabaya

SURABAYA – Masjid Al Madani Pakuwon City malam Ahad (22/7) tidak bisa menampung jamaah yang hadir. Bukan hanya jamaah melimpah di halaman masjid, tapi meluber sampai dua blok ke arah selatan masjid yang berada di komplek perumahan Pakuwon City. Masjid Al Madani menjadi saksi bisu atas hadirnya jamaah lebih dari 5000 ini.

Animo pemuda hijrah memang luar biasa. Ustadz Hanan Attaki, LC benar-benar menjadi magnet yang kuat bagi pemuda hijrah Surabaya dan sekitarnya. Pemuda hirjah disematkan pada pemuda yang sudah berhijrah dari sebelumnya yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Tema tentang bagaimana menjadi pemuda hijrah yang baik dan menghalalkan status atau nikah menjadi tema sentral dalam kajian Ustadz gaul ini.

Ustadz Hanan, sapaan akrab beliau, mengawali kajian ‘renyah’ ini dengan adanya keterlibatan Allah pada acara ini.

“Allah dengan mudah menggerakkan 5000 jamaah untuk hadir bertemu saya, apalagi menggerakkan satu orang untuk melamar mbak-mbak,” ujar ustadz yang berasal dari Aceh ini. Kalimat pembuka ini membuat riuh jamaah yang hadir khususnya jamaah putri.

Ustadz yang selalu menggunakan baju casual dalam acara kajiannya ini, menasehati jamaah agar senantiasa melibatkan Allah dalam mengisi kehidupan. “Libatkan Allah dalam segalanya. Angkat tangan kita dan panjatkan doa pada Allah,” nasehatnya.

Contoh-contoh dalam kajiannya selalu kekikinian. Sebut saja bagimana beliau menganalogikan menyebut Allah seperti mention dalam twiter.

“Apa guna banyak follower tapi tidak satupun yang halal,” sindir ustadz yang juga merupakan alumni Mesir ini . Gerrrr. Jamaah tersenyum semua.

“Kenapa kita curhat terlebih dahulu kepada makhluk apalagi via medsos, bukan pada Allah. Sementara Allah yang maha kuasa atas sesuatu tidak dilibatkan,” tambahnya.

Di akhir kajian selama kurang lebih satu jam ini, tidak lupa mengingatkan bahwa orang yang berhijrah itu pasti ada cobaan. Ada tiga macam ujian yang akan dihadapi hamba Allah jika berpegang pada agamanya. Ujian itu bisa salah satu dari tiga ini atau ketiga-tiganya. Jenis ujian itu dengan mengutip surat Al Baqarah 214. Ketiga ujian itu adalah Ujian fisik, ujian kesengsaraan atau ujian perasaan. Ujian ini adalah sunnatullah sehingga pasti akan kita semua temui.

Hadirnya ujian tidak menjadikan diri kita lemah atau takut, tapi harus yakin akan pertolongan Allah. “Karena di akhir ayat ini Allah menekankan bahwa pertolongan Allah sudah amat dekat”, beliau mengakhiri nasehatnya. (FA/IwanS)

  • Tampak Ustadz Hanan Attaki dilayar lebar yang disediakan. (foto:FA/SERUJI)

 

Para Penyembah Berhala di Akhir Zaman.

Rasulullah Saw bersabda:
Akan datang suatu zaman atas manusia:
1. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka.
2. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka.
3. Dinar-dinar(uang) mereka menjadi agama mereka.
4. Kehormatan mereka terletak pada kekayaan mereka.

Waktu itu, tidak tersisa dari iman kecuali namanya saja.
Tidak tersisa dari Islam kecuali ritual-ritualnya saja.
Tidak tersisa dari Al-Quran kecuali sebatas kajiannya saja.
Masjid-masjid mereka makmur, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk (hidayah).
Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi.

Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka empat perkara (azab) :
1- Kekejaman para penguasa
2- Masa kekeringan
3- Kezaliman para pejabat
4- Ketidak adilan para hakim

Maka heranlah para sahabat mendengar penjelasan Rasulullah. Mereka bertanya, “Wahai Rasulallah, apakah mereka ini menyembah berhala ?”
Nabi SAW menjawab, “Ya ! Setiap dirham (uang) yg ada pada mereka menjadi berhala”.
(Hadits Muttafaq ‘alaih)

Ya Rabb… kami senantiasa mohon hidayahMu.