<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: FAO - Firman Arifin Online &#187; Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.firman-its.com/category/keluarga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.firman-its.com</link>
	<description>Belajar dan Bekerja dengan Cinta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 11:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>The Power of Qudwah</title>
		<link>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 06:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Model Pendidikan yang Efektif Oleh : Firman Arifin Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik  yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/04/the-power-of-qudwah/Kisah-kisah_Teladan_5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-831" title="Kisah-kisah_Teladan_5" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/04/the-power-of-qudwah/Kisah-kisah_Teladan_5-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a><strong>Sebuah Model Pendidikan yang Efektif</strong><br />
Oleh : Firman Arifin</p>
<p>Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik  yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi tugas atau PR dan belajarnya tidak menunggu kalau ada ujian .</p>
<p>Namun apa yang terjadi? Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada penggagas metode ini, hasilnya kita bisa lihat. Metode ini cendrung “lepas”. Dalam artian, bagi siswa yang memang ada sifat dasar rajin, maka dia akan rajin belajarnya. Tapi, bagi yang tidak? Si siswa “menikmati” dunianya yang santai, bermalas-malasan dan mengalir seperti air untuk menutupi ketidakberdayaannya. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa karakter dasar bangsa kita, termasuk karakter siswa bukan karakter yang aktif dan kreatif.</p>
<p>Ada juga metode kompetensi. Sebuah metode yang berbasis kompetensi dengan  menekankan siswa lulus dari kriteria-kriteria tertentu sebagai syarat kelulusannya. Ada lagi metode-metode yang lain. Sekali lagi, dan untuk kesekian kalinya, metode pendidikan ini  seakan tidak berdaya mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.</p>
<p>Kalau kita cermati, metode-metode di atas, semuanya menekankan aspek kognitif saja. Padahal, pendidikan yang sebenarnya adalah sinerginya aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Inilah salah satu kesalahan terbesar metode pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Pendidikan kita sangat tidak memperhatikan aspek afektif, sehingga bangsa ini hanya tercetak sebagai generasi-generasi yang “pintar” tapi tidak memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini.</p>
<p><strong>Metode Apa yang Terbaik?</strong></p>
<p>Apakah ada metode yang terbaik untuk menyelesaikan masalah besar ini? Inilah PR besar kita. Kita harus mencari dan merumuskan metode yang terbaik untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Dan bukan metode coba-coba. “Buat anak kok coba-coba” <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Kita harus cari metode yang bisa merubah karakter bangsa dari pemalas, peminta-minta, dan korup menjadi bangsa yang bisa bangga akan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat.</p>
<blockquote><p>Saya teringat bagaimana Rasulullah Muhammad saw., berhasil merubah bangsa arab dari jahiliyah menuju bangsa yang cerdas dan maju. Bahkan kalau dilihat dari sudut pandang waktu, kemajuannya sangat fantastis. Kalau dihitung dari masa kenabian sampai beliau meninggal, beliau memerlukan waktu kurang lebih 38 tahun. Luar biasa.</p></blockquote>
<p>Ah iku kan nabi! Kalimat ini sering kita dengar sebagai pembenaran akan “kekerdilan” kita. Tapi kita lupa atau tidak serius mendalami kenapa dan mengapa Rasulullah bisa berhasil merubah karakter bangsa arab sedemikian dahsyatnya. Tarbiyah! itulah jawabannya. Ya, pendidikan dan pembinaan yang dilakukan Rasulullah bisa merubah karakter para sahabat.</p>
<p>Marilah kita menengok sejenak, apa resep Rasulullah dalam mendidik dan membina para sahabatnya. Tulisan kali ini, kita lihat bagaimana Rasulullah menyampaikan risalah kenabiannya yang berupa rukun Islam.</p>
<p><em>Pertama</em>, bab Sahadah. Rukun pertama ini bukan hanya sekedar keyakinan yang tidak bisa kita lihat dan kita rasakan. Tapi dengan jelas dan terang benderang bagaimana Rasulullah mendemonstrasikan kemahaesaan Allah. Rasulullah mengatakan tuhan hanya satu dan hanya kepadaNya kita meminta. Beliau tidak pernah  tercatat dalam sejarah meminta-minta kepada mahluk Allah lainnya semisal jin. Sungguh indah, ada paduan yang serasi antara lisan dan amal perbuatan yang tentunya bersumber dari hati yang bersih. Ini adalah keteladanan dalam bertauhid.</p>
<p><em>Kedua</em>, tentang sholat. Sebelum Rasullullah mencontohkan rukun sholat, tidak pernah beliau langsung memerintahkan, “Wahai sahabat sholatlah”. Tidak! Rasullullah sebelum memerintahkan kepada para sahabat beliau mempraktekkan bagaimana sholat yang benar. Rasullullah bersabda &#8220; <strong>Shallu kama</strong> ro-aitumuni ushalli &#8220;. ( Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat ). Perintah sholat diawali dengan melihat beliau sholat, disitu ada pendidikan dan keteladanan.</p>
<p>Rukun islam <em>ketiga</em>, tentang puasa. Suatu waktu Rasulullah mendapati sahabatnya puasa terus-terusan. Dengan tegas tapi lembut Rasulullah bersabda, &#8220;Saya puasa tapi saya juga berbuka&#8221;.</p>
<p>Beliau menjelaskan kepada sahabatnya bahwa puasa itu bukan berarti tidak makan dan minum dalam waktu yang lama yang bahkan tidak bersifat insaniah. Tapi puasa yang dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Rasulullah pun mencontohkan seperti itu, sehingga sahabat tadi &#8220;tidak berontak&#8221; meski niatnya untuk  اَللّهُ semata tapi caranya salah.  اَللّهُ tidak akan ridho. Ini bukti lagi sebuah kekuatan dari qudwah, keteladanan.</p>
<p>Zakat adalah rukun islam yang <em>keempat</em>. Infaq dan shodaqoh bagian yang tak terpisahkan dari zakat ini. Sejarah mencatat, nabi yang kala itu umur 25 tahun bisa memberi mahar ke khodijah 100 ekor unta dan untanya pun unta merah, unta terbaik. Artinya Rasulullah kaya. Maharnya saja besarnya seperti itu. Istrinya juga saudagar kaya raya.</p>
<p>Coba perhatikan, bagaimana akhir dari kehidupan keluarga Rasulullah yang kaya raya? Beliau tidak meninggalkan warisan untuk anak tercintanya, fatimah. Tapi beliau meninggal warisan untuk ummatnya yaitu quran dan sunnah.</p>
<p>Pertanyaannya, kemana harta kekayaan Rasulullah? Ya pasti, diinfaqkan di jalan  اَللّهُ.</p>
<blockquote><p>Para sahabat tahu pasti tentang hal ini. Sehingga tidak heran Umar ra dan Abu Bakar ra berlomba-lomba dalam bab zakat, infaq dan shodaqoh  ini. Umar separuh harta dan abu bakar semua hartanya. Luar biasa, lagi-lagi kekuatan keteladanan.</p></blockquote>
<p>Yang <em>terakhir</em> bab haji. Ada hikmah yg menarik, ketika Rasulullah menyuruh para sahabat yang naik haji untuk menunaikan salah satu rukun haji yaitu tahalul, para sahabat tidak ada yang &#8220;mau&#8221;.</p>
<p>Akhirnya beliau dengan sedih kembali ke tenda menemui istrinya. Istrinya tahu ada raut kesedihan di wajah Rasulullah. Beliau bertanya, ada apa ya Rasulullah? Beliau menjawab, &#8220;baru kali ini apa yang saya sampaikan tidak dilakukan oleh para sahabat&#8221;.</p>
<p>Dengan sigap, si istri langsung bertanya, &#8220;apa Rasulullah sudah mencontohkan?&#8221; Seketika itu Rasulullah sadar bahwa benar beliau belum mencontohkan bagaimana tahalul itu.</p>
<p>Kembalilah Rasulullah mengumpulkan para sahabat dan menyampai, &#8220;wahai sahabatku, marilah kita tahalul”. Sambil mengajak sahabatnya, beliau mencontohkan bagaimana tahalul itu. Seketika itu juga para sahabat memotong sebagian rambutnya sebagimana dicontohkan oleh Rasulullah. Top markotop.<strong> Bukti keteladanan harus ada di depan</strong>.</p>
<p>Hikmah apa yang bisa kita ambil? Keteladanan adalah harga mati dari sebuah proses pembinaan dan pendidikan. Anak kita, siswa kita, mahasiswa kita, ummat kita butuh keteladanan.</p>
<blockquote><p>Keteladanan harus hadir di rumah. Keteladanan harus hadir di depan kelas. Keteladanan harus hadir di pasar. Keteladanan harus hadir di kantor. Keteladanan harus hadir di parlemen dan Keteladanan harus hadir di eksekutif. Keteladanan harus hadir bersama kita.</p></blockquote>
<p>Ketika keteladanan sudah ada di bumi pertiwi ini, yakinlah &#8220;<strong>Indonesia Raya</strong>&#8221; akan berkibar dengan gagah perkasa.</p>
number of view: 730]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Kesehatan dari Pikiran Negatif</title>
		<link>http://www.firman-its.com/efek-kesehatan-dari-pikiran-negatif.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/efek-kesehatan-dari-pikiran-negatif.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 06:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya yang berjudul &#8220;Efek kesehatan dari pikiran negatif&#8221; tertulis: Jika sering membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami gangguan pencernaan. Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung. Jika mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur). Jika sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah. Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Masaru Emoto San  dalam bukunya yang berjudul &#8220;Efek kesehatan dari pikiran negatif&#8221; tertulis:</p>
<p>Jika sering  membiarkan diri kita stress maka kita akan mengalami gangguan  pencernaan.</p>
<p>Jika sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.</p>
<p>Jika  mudah tersinggung maka kita akan terkena insomnia (susah tidur). Jika  sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.</p>
<p>Jika sering membiarkan rasa takut yg berlebihan,  akan mudah terkena penyakit ginjal.</p>
<p>Jika suka cemas akan diikuti  sakit dyspepsia (sulit mencerna).</p>
<p>Jika suka marah bisa sakit hepatitis.</p>
<p>Jika sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan  vitalitas melemah.</p>
<p>Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan  diabetes (sakit gula).</p>
<p>Jika sering merasa kesepian, bisa  mengakibatkan sakit demensia senelis  (memori &amp; kontrol fungsi tubuh  berkurang).</p>
<p>Jika sering bersedih, bisa menderita leukemia.</p>
<p>Maka  dari itu hati yg gembira dan selalu &#8220;Positive Thinking&#8221;  adalah OBAT <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="id_4d05b90a6da8e2e65918077"><strong>Lihat sekitar Kita</strong></div>
<div>Lihatlah tong sampah di dlm  rumah, jika ia penuh dan dibiarkan berlarut2 lambat laun kian membusuk,  baunya menyengat membuat org enggan mendekat, yang ada hanya kerumunan  lalat.</p>
<p>Namun jika tong sampah itu dialasi kantong plastik, sampah  yg t&#8230;erkumpul dibungkus dan dibuang scr berkala, yg  ada rumah tetap indah, tak ada bau yg mengganggu, Anda pun nyaman  selalu.</p>
</div>
<div>Sahabat, sebagian org masih menjadikan pikiran dan  dadanya sbg tempat sampah. Menaruh memori2 tak berguna dan menyimpannya  berlama2. Penyesalan, marah, dengki, benci, dendam, jengkel, mengumpat,  dan menjelek2an org terus dijejali dan teronggok dlm otak dan bergemuruh  dlm dadanya. Bahkan ada sebagian lagi yg senang menyimpannya, tak  pernah mau melepas dan membuangnya. Alhasil org itupun makin dijauhi.  Hidupnya tak jauh dari sampah yg ia simpan dalam pikiran dan dadanya  itu.</div>
<div></div>
<div>Lihatlah org yg selalu  membersihkan pikiran n hatinya. Menghapus dengki, benci, dendam, dan  hal2 negatif lain, hidupnya dipenuhi cahaya, senyumnya selalu tulus,  ilmu mudah dicerna, kebaikan mudah tersimpan, keburukan tak pernah  bertahan, or&#8230;g lain pun senang padanya dan urusanpun makin  mudah diselesaikan.</div>
<div>
<div>
<p>Jadi, sering2lah membersihkan sampah pikiran  dan hati&#8230;</p>
<p>Robbisyrohlii shodrii, wa yassirlii amri&#8230;<br />
(Ya  Allah lapangkanlah dadaku, dan permudahlah urusanku)&#8230;</p>
</div>
</div>
number of view: 901]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/efek-kesehatan-dari-pikiran-negatif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkah Ramadhan, Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan</title>
		<link>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan Inilah CEO&#8217;s note edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak perlu mikir. Ini gara-gara e-mail curhat seorang karyawan yang dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu alamat cc e-mail tersebut untuk saya sehingga saya ikut membacanya. E-mail itulah yang kemudian mendapat reaksi luas, bersahut-sahutan, dari karyawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/21/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/rokok-mati.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-787" title="rokok-mati" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/21/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/rokok-mati-300x171.jpg" alt="" width="300" height="171" /></a>Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan</p>
<p>Inilah  CEO&#8217;s <em>note</em> edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak  perlu  mikir. Ini gara-gara <em>e-mail</em> curhat seorang karyawan yang   dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu   alamat <em>cc e-mail</em> tersebut untuk saya sehingga saya ikut   membacanya. <em>E-mail</em> itulah yang kemudian mendapat reaksi luas,   bersahut-sahutan, dari karyawan lainnya.</p>
<p>Saya terus  mengikutinya dengan seksama. <em>E-mail</em> itu lantas  saya teruskan  ke semua direksi PLN. Mereka pun ikut menanggapi. Lalu  lintas <em>e-mail</em> antar karyawan itulah yang menjadi bagian pertama  CEO&#8217;s <em>note</em> kali ini. Sedangkan tanggapan para direktur saya  tempatkan di bagian  berikutnya.</p>
<p>Inilah CEO&#8217;s <em>note</em> dadakan karena  sudah harus terbit pada  akhir Ramadan. Agar berkahnya masih kuat.  Setidaknya, agar momentumnya  masih <em>nyambung</em>. Setidaknya lagi,  agar begitu bulan puasa lewat,  apa yang dimaksudkan dalam CEO&#8217;s <em>note</em> ini langsung bisa  dilaksanakan di semua kantor PLN di seluruh  Indonesia.</p>
<p>Sebenarnya,  sudah banyak pimpinan cabang PLN  yang menerapkan peraturan ini lebih  dulu dari pusatnya, tapi masih  sporadis. Beberapa pimpinan cabang PLN  memang ikut mengeluhkan  pengapnya kantor pusat saat mereka datang ke  Jakarta.</p>
<p>Saya  sendiri, di tempat saya yang lama (<em>Jawa Pos</em>,<em> </em>Red),   pernah mengeluarkan peraturan seperti ini. Jadi, bagi saya tidak ada   masalah. Hasilnya juga sudah terbukti sangat baik. Karena itu, kalau   sekarang saya dituntut karyawan PLN untuk mengeluarkan ketentuan yang   sama, ibaratnya <em>asu rindhik digitik</em>. Seperti orang lapar   tiba-tiba disuruh makan <em>xia fei</em></p>
<p>Bahkan,   ketentuan yang pernah saya buat di tempat saya yang lama itu lebih   keras. Larangan tersebut mula-mula hanya berlaku di ruang kerja. Lalu,   berhasil diperluas ke seluruh gedung. Dua tahun berikutnya lebih keras   lagi: Karyawan yang tidak memedulikan larangan itu tidak boleh memegang   jabatan struktural.</p>
<p>Terakhir, larangan tersebut   berbunyi: Barang siapa masih melakukannya, tunjangan kesehatannya (biaya   pengobatannya) dihapuskan! Untuk apa memberikan tunjangan kesehatan   kalau dia sendiri dengan sengaja mengorbankan kesehatannya!</p>
<p>Kebetulan,    semua direksi saya waktu itu tidak ada yang begitu. Setidaknya, sudah   tidak melakukannya lagi sebelum jadi direktur. Itu sebuah kebetulan  yang  hebat. Sekarang pun, tidak seorang pun direksi PLN yang  melakukannya.  Jadi, pasti, peraturan ini akan bisa ditegakkan dengan  keras.</p>
<p>Saya   perhatikan, di mana-mana, termasuk di  anak-anak perusahaan tempat saya  dulu bekerja, ketentuan seperti ini  sulit dilaksanakan karena satu  alasan: di antara pimpinannya sendiri  ada yang melakukannya. Bahkan,  sebagaimana bisa dibaca dalam kutipan <em>e-mail</em> di bawah nanti, ada  salah seorang direksi PLN yang di tempat lamanya  dulu, di sebuah unit  PLN, kerasnya melebihi saya. Di samping ada juga  yang lucunya sangat <em>mengabunawas</em>.  Yakni, seorang direktur yang  aslinya Surabaya dan memang alumnus ITS.</p>
<p>Maka,   untuk  meneruskan berkah Ramadan itu, ketentuan ini mulai berlaku di PLN  sejak  hari pertama masuk kerja pasca-Lebaran. SK direksinya sudah   diterbitkan awal September lalu. Sebetulnya saya malu. Mengeluarkan   ketentuan begini saja <em>kok</em> menghabiskan masa jabatan hampir   delapan bulan. Kesannya seperti pimpinan yang tidak tegas.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan    maju di seluruh dunia sudah lama menerapkannya. Kalau tidak segera   dibuat, kesannya, di bidang ini pun PLN ketinggalan jauh. Untung ada <em>e-mail</em> berikut ini. Bisa menjadi pemicu awal ketentuan baru ini:</p>
<p>***<em>Bulan   Ramadhan memang bulan penuh rahmat. Hikmah Ramadhan kali ini  tak  hanya membekaskan hikmah-hikmah spiritual, tapi juga yang lain.  Setelah  beberapa hari memasuki Ramadhan aku merasakan kelapangan  tersendiri  memasuki ruang kerja.</em></p>
<p><em>Ya, dada ini begitu lapang,  lega, dan nyamaaaannn.</em></p>
<p><em>Tidak seperti hari-hari  sebelum Ramadhan.</em></p>
<p><em>Semenjak kepindahanku ke PLN  Pusat ini lima bulan yg lalu, dada  begitu sesaknya. Bahkan sudah  semenjak pagi buta, saat baru keluar dari  pintu lift sekali pun.</em></p>
<p><em>Bahkan  terkadang aku malu saat punya tamu, dan mereka melihat  kantor PLN-ku  yang megah dan ber-AC tapi penuh dengan asap rokok.</em></p>
<p><em>Ya,  di hari kelimabelas Ramadhan hikmah besar ini aku rasakan.  Hilanglah  sudah bekas-bekas asap rokok. Rupanya perlu 15 hari tersendiri  untuk  menghilangkan sisa-sisa asap rokok itu. </em></p>
<p><em>Dada  menjadi begitu lapaaaang. Beraktivitas pun menjadi lebih  bersemangat.  Terasa sebuah kebersamaan hakiki: bekerja sehat adalah  milik bersama.</em></p>
<p><em>Alhamdulillah.</em></p>
<p><em>Lalu.</em></p>
<p><em>Adakah  ini bisa berlanjut sesudah Ramadhan? Selamanya? Adakah  bekerja sehat  ini akan berhasil kembali menjadi milik kita?</em></p>
<p><em>Aku  enggak tahu, apakah hanya aku yang enggak tahan dengan asap  itu?</em></p>
<p><em>Aku  engga tahu, apakah aku yang terlalu menuntut hakku agar udara  kamar  kerjaku bersih? Aku enggak tahu, apakah merokok di ruang AC memang   sudah dibenarkan? (sesuatu yg tidak aku dapati di unit-unit yang telah   kulalui).</em></p>
<p><em>Aku juga enggak tahu, apakah &#8216;hanya&#8217;  untuk bekerja sehat diperlukan  SK DIREKSI?</em></p>
<p><em>Hehehe. </em></p>
<p>(Supriyadi M.S., risk infrastructure, divisi  manajemen risiko)</p>
<p><strong> <em> ***</em> </strong></p>
<p><em>Kang  Supri, banyak orang menonjolkan ego dan urat sarafnya, hanya  karena  sebatang rokok. Kalau diingatkan bahwa merokok itu mengganggu   kesehatan&#8230; banyak yang menjawab yang tidak merokok pun banyak yang   mati duluan. Astaghfirullah. </em></p>
<p><em>Kalau orang luar  negeri datang ke kantor kita,  mereka merokoknya keluar gedung. Atau ke  ruang khusus tempat merokok.  Yakni saat rapat break 10-15 menit&#8230;  kemudian balik dan lanjut kerja.  PLN sudah lama punya buku COC (code of  conduct</em>,<em> </em>Red<em>) dan  sudah naik cetak edisi yang baru.  Tapi kayaknya hanya akan menjadi  etalase berikutnya kalau tidak  diimplementasikan. </em></p>
<p><em>Hanya  waktu yang akan  menjawab&#8230; apakah PLN bangkit&#8230; atau sebaliknya. Ini  hampir terjadi  di seluruh PLN. Lebih gawat lagi mereka juga masih  merokok di kamar  kecil alias WC. Maaf ini hanya mengungkapkan  ketidakberdayaan saya  melihat kondisi ini. Semoga masih ada waktu untuk  menikmati hari-hari  kerja TANPA ASAP ROKOK di luar bulan Ramadhan. (Tri  Prantoro</em>,<em> perencanaan korporat PT PLN).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Kok  sama ya. Ini juga kegelisahan saya. Saya pernah masuk ke salah  satu  ruang Kadiv (kepala divisi). Uh! Bau asap rokok. Yang juga berat   adalah: banyaknya puntung rokok di sekitar kita. Saya sudah minta bagian   umum untuk mengadakan pos penerimaan puntung rokok setelah Lebaran   nanti. Dengan imbalan Rp 1.000/puntung. </em></p>
<p><em>Kalau  memang aspirasi untuk sehat dari para karyawan sedemikian  kuatnya, ok.  Go! Kita tingkatkan upaya melarang merokok di ruang kerja  ini. Yang  masih melakukannya kita minta memilih: pilih tetap merokok di  ruang  kerja atau meninggalkan jabatannya! Setelah Lebaran mulai kita   berlakukan. </em></p>
<p><em>(Dahlan Iskan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Luar biasa&#8230; Dirut seperti ini yang kita   harapkan&#8230; yang mampu menyehatkan karyawannya. Kegelisahan kawan-kawan   semua ini sebenarnya juga dirasakan oleh sebagian besar kaum perempuan.   Hanya, umumnya tidak mau protes. Tapi, dari beberapa kali saya   komunikasi dengan pegawai/</em>outsourcing<em> wanita di PLN, sebenarnya   mereka juga keberatan. Hanya tidak mau ribut saja. Pilih diam.</em></p>
<p><em>Sebenarnya  sudah ada peraturan tentang hal ini yang bisa dijadikan  pedoman  termasuk sanksi-sanksinya. Hanya, masalahnya apakah pimpinan  kita  secara kolektif mau menjalankan apa tidak. Sudah terlalu banyak  aturan  di negeri ini&#8230; tapi yang kita harapkan sebenarnya pada tataran   pelaksanaannya.</em></p>
<p><em>Kalau kita perhatikan Perda dan  Pergub DKI, yang punya kewajiban  menegakkannya bukan hanya perokok,  tapi juga pimpinan perusahaan dan  pegawai secara umum. Pasal-pasal  dalam perda tersebut tidak dimuat di  sini. Intinya, perokok di dalam  ruangan kerja bisa dimasukkan penjara.  (Endro Yulianto).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>From: Manu Sukendro</em></p>
<p><em>Jika  seorang tukang ojek merokok sehari 1 bungkus, maka sebulan  telah  membakar tembakau Rp 300.000. Setahun Rp 3.600.000. Dalam 10 tahun  Rp  36.000.000. Padahal, jika uang sebesar Rp 10.000 dishadaqahkan,  Allah  menggantinya sebesar 10x, atau sebesar 700x, atau tak terhingga   tergantung keridhaan-Nya. Tergantung tingkat keimanan dan ketaqwaan   seseorang.</em></p>
<p><em>Katakan balasan dari Allah sebesar  700x, seorang tukang ojek yang  mau bershadaqah setiap hari (hadist  shahih mengatakan bershadaqah wajib  setiap hari), maka Allah akan  memberikan ganjarannya per hari Rp 10.000 x  700 = Rp 7.000.000, sebulan  Rp 210.000.000, setahun Rp 2.520.000.000,  atau 10 tahun Rp  25.200.000.000.000. </em></p>
<p><em>Balasan rizki dari Allah  bisa berupa harta yang mendatangkan  keberkahan, istri, anak-anak yang  saleh dan saleha, shadaqah dapat  memadamkan panas kubur, shadaqah dapat  menjadi naungan di Padang Mashar,  dll. (Muh. Manu S.).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Terima kasih pencerahannya. Mari kita  sama-sama menyesuaikan diri  dengan aturan yang ada, dengan niat ibadah.  (Iskandar, divisi  perbendaharaan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Aku  pernah ikut seminar di Gedung Serbaguna di Pusdiklat PLN di  Ragunan, a  few years ago. Tiba-tiba Pak Nur Pamudji (sekarang menjabat  direktur  energi primer PLN) dengan gagahnya mengambil mic dan berkata:  &#8221;Karena  ruangan seminar ini ber-AC, mohon peserta seminar yang merokok  di  ruangan ini diminta keluar oleh panitia&#8221; (demikian kira2 kalimat yg   saya ingat). Bahkan, ada yg cerita ke saya bahwa beliau mencabut rokok   dari mulut seseorang yg sedang merokok di dalam ruangan Jawa Bali   Control Center di Gandul. (Helmi Najamuddin).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Pak Eddy (direktur SDM), setelah saya  mengamati aspirasi karyawan  yang beredar di e-mail mereka, saya ikut  menanggapi: Lain kali ruang  Kadiv jangan diberi pintu, agar mereka  jangan menutup pintu dengan  alasan untuk merokok! Dalam e-mail itu saya  kemukakan bahwa siapa yang  merokok di ruang kerja akan kita suruh  memilih: merokok atau berhenti  dari jabatan/status karyawan. Mohon  disiapkan SK, dengan sanksi yang  benar-benar kita tegakkan (saya  sendiri bersedia jadi polisi). (Dahlan  Iskan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Besok saya akan mulai menyiapkan aturan   tersebut lengkap dengan sanksi disiplinnya, begitu pula prosedur   pengendalian &amp; penegakan GCG (termasuk pembuatan/pengelolaan situs </em>whistle   blower<em>). (Eddy Erningpramaja, direktur SDM)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Aku sedih&#8230; manakala ingatanku kembali pada  dua orang  bulik/tanteku, orang2 yang aku dekat dengan mereka&#8230; Mereka  sakit,  mereka berbulan-bulan batuk, mereka sesak napas, menderita&#8230;  Mereka  terkena kanker paru2, dan akhirnya mereka tidak kuat&#8230;</em></p>
<p><em>Mereka  bukan perokok, mereka setiap hari&#8230; dipaksa menghirup asap  rokok.  Orang bilang&#8230; mereka perokok pasif. Bulikku yang satu terpaksa  kerja  di satu ruangan&#8230; di kantornya&#8230; yang isinya orang-orang  yang&#8230;.  semuanya perokok.</em></p>
<p><em>Bulikku yang satunya lagi,  suaminya perokok berat. Dia habiskan  waktunya&#8230; bercengkerama, makan,  tidur dengan suaminya yang tidak  pernah lepas dari rokok&#8230; Aku  pikir&#8230;. mereka ini, bulik-bulikku,  sejatinya para korban orang-orang  yang kurang peduli&#8230;</em></p>
<p><em>Duh Gusti&#8230; ampunilah  dosa2 bulik-bulikku itu&#8230; Juga, limpahkan  kasih-MU bagi yang lain,  yang tidak berdaya, para korban perokok. Duh  Gusti&#8230; berilah petunjuk  kepada orang-orang yang kurang peduli itu&#8230;</em></p>
<p><em>Duh  Gusti&#8230; terima kasih dan puji syukur&#8230; aku haturkan.  Nyatanya&#8230;  Engkau telah berikan kekuatan padaku dan kawan2ku untuk  jadikan bilik,  lorong, selasar, dan ruang-ruang majelis tempatku  bekerja&#8230; terbebas  dari kurang peduli. (Murtaqi Syamsuddin, direktur  bisnis dan manajemen  risiko)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Saya sudah  merokok sejak kelas 5 SD. Maklum anak kolong. Puncaknya  waktu tugas di  Aceh Tengah selama 4 tahun, 96-99. Maklum udara sangat  dingin dan tiap  hari stres krn GAM. Bisa 3 bungkus sehari! Kretek lagi.  Saya 3x usaha  berhenti. Kali pertama dan kedua berhenti dgn niat krn  batuk dan nggak  enak badan&#8230; gagal total karena 6 bulan kemudian krn  badan mantap  terus merokok lagi. </em></p>
<p><em>Kali ketiga berhenti tahun  2005. Alasan? Nggak ada. Berhenti saja.  Sukses sampai hari ini. Supaya  terus sukses saya mendukung 100% larangan  merokok. Nggak usah bikin  ruangan khusus merokok atau apa pun. Nggak  ada gunanya. Di bandara  gagal! Nggak usah pake alasan kesehatan atau  ditakut-takuti pake gambar  tengkorak segala, percuma! Pokoknya tidak  boleh saja. (Nasri Sebayang,  direktur perencanaan dan teknologi)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Waktu  saya Kabag Operasi di Control Center Gandul tahun 2000, saya   berlakukan larangan merokok di Gedung Operasi Gandul. Alasannya:   &#8221;Bahaya Kebakaran&#8221; (habis gimana, pangkat cuma kepala bagian, di atas   masih ada kepala dinas dan kepala divisi di gedung yang sama, jadi  musti  cari alasan yang kuat). </em></p>
<p><em>Alasan yang  sebenarnya adalah saya tidak mau jadi perokok pasif  seperti buliknya  Pak Murtaqi. Sebab, di Gandul, asap rokok beredar  melalui saluran AC  sentral. Larangan ini mendapat dukungan luas, sampai  kepala divisi pun  (Pak Gultom) yang berkantor di gedung itu nggak berani  melanggar (Pak  Gultom alumnus Inggris, jadi paham benar soal sopan  santun merokok).  Mereka yang melanggar, saya cabut rokoknya dari  mulutnya, nggak peduli  atasan atau bawahan (saya dulu dijuluki  &#8221;Madura&#8221; karena galak banget  soal rokok ini). </em></p>
<p><em>Tahun 2005, GM P3B JB (Muljo  Adji)  mengeluarkan larangan merokok di semua gedung P3B JB dan masih  berlaku  sampai sekarang. Kalau Dirut mengeluarkan larangan merokok itu,  dukungan  akan datang dari 99,999% pegawai PLN. Karena sesungguhnya  yang merokok  ini sedikit sekali, tapi mereka mendominasi, seolah-olah  itu kebebasan  mereka. </em>Next turn<em>, larangan merokok harus masuk  surat pernyataan  ketika rekruitmen dan perjanjian kerja bersama. Setuju  dengan Pak Nasri,  nggak usah dibuatkan tempat merokok. Pokoknya  DILARANG. Titik. (Nur  Pamudji)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Wah&#8230;  aku setuju 1000%. Bagiku, mending bau kentut daripada bau  rokok.  Kentut gak jelas pelakunya dan gak bisa dilarang&#8230; Kalo perokok,   pelakunya jelas&#8230; Larang aja! (Bagiyo, direktur pengadaan strategis).</em></p>
<p>***</p>
<p>Bismillah!  Ramadan kali ini kita kenang sebagai  bulan pemicu larangan merokok di  ruang kerja di seluruh PLN!</p>
<p>Mohon maaf lahir batin. <strong>(*)</strong></p>
<p><em>Dahlan  Iskan, CEO PLN</em>﻿</p>
<p>Sumber  JP.</p>
<p>[ Senin, 20  September 2010 ]</p>
number of view: 2401]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FA &amp; Keluarga &#8220;facefitri&#8221;</title>
		<link>http://www.firman-its.com/fa-keluarga-facefitri.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/fa-keluarga-facefitri.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 23:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap Tiada kata, Kecuali “saling memaafkan” jalin ukhuwah &#38; kasih sayang Tuk raih indahnya kemenangan hakiki, kembali fitri. Taqabbalallahu minna waminkum Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H Mohon Maaf Lahir Bathin fao 2 facefitri number of view: 769]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/08/fa-keluarga-facefitri/fao-facefitri-1431h.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-775" title="fao-facefitri-1431h" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/08/fa-keluarga-facefitri/fao-facefitri-1431h.jpg" alt="" width="560" height="354" /></a>Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap<br />
Tiada kata, Kecuali “saling memaafkan” jalin ukhuwah &amp; kasih sayang<br />
Tuk raih indahnya kemenangan hakiki, kembali fitri.</p>
<p>Taqabbalallahu minna waminkum</p>
<p>Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H</p>
<p>Mohon Maaf Lahir Bathin</p>
<p>fao 2 facefitri</p>
number of view: 769]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/fa-keluarga-facefitri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Istri Yang Suaminya Terkena Serangan Jantung</title>
		<link>http://www.firman-its.com/kisah-seorang-istri-yang-suaminya-terkena-serangan-jantung.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/kisah-seorang-istri-yang-suaminya-terkena-serangan-jantung.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 04:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Ini ada cerita/kisah nyata (PENGALAMAN PRIBADI) yang mungkin akan menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua. ? tanggal29 april 2006 : malam kira jam 21.00 setelah makan malam.. suamiku merasa tidak enak badan.. masuk angin di sekitar perut dan punggung.. seperti terasa ditusuk2.. rahang terasa agak kaku, mulut agak asam .. minta dibikinkan air jahe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/06/11/kisah-seorang-istri-yang-suaminya-terkena-serangan-jantung/jantung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-740" title="jantung" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/06/11/kisah-seorang-istri-yang-suaminya-terkena-serangan-jantung/jantung.jpg" alt="" width="137" height="108" /></a>Ini ada  cerita/kisah nyata (PENGALAMAN PRIBADI) yang  mungkin akan  menjadi hikmah dan  pelajaran bagi kita semua.  ?</p>
<p>tanggal29 april 2006 : malam kira  jam 21.00 setelah makan malam..<br />
suamiku  merasa tidak enak badan.. masuk angin di sekitar  perut dan<br />
punggung.. seperti terasa  ditusuk2.. rahang terasa agak kaku,  mulut<br />
agak asam .. minta dibikinkan air  jahe hangat.. minum lalu  tidur.</p>
<p>tanggal 30  april:<br />
bangun tidur… pagi sholat  subuh dan bilang badannya udah enakan<br />
mau<br />
ke kantor,,,<br />
malam hari di  jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal  yang<br />
sama kembali seperti malam  sebelumnya,, dibikinkan jahe  hangat<br />
kembali dan dipaksa tidur..  tengah malam sekitar pukul 01…00<br />
dinihari<br />
keluar keringat banyak dibadan  yang ada dibenak saya dan suami<br />
mungkin  angin sudah keluar,, makanya badan  enakan.</p>
<p>Tanggal 1 Mei  2006</p>
<p>(PERISTIWA PENTING DALAM  KEHIDUPAN KELUARGA KAMI)</p>
<p>Pagi.  rutinitas seperti biasa, ke kantor masih telp  siang hari..<br />
seperti biasa Karena tidak  mendapat parkir di BEJ maka mobil  di<br />
parkir di CAFE BENGKEL.. SEMANGGI  dngan Jarak 1 km dari BEJ.<br />
sore jam  16.30 pulang kantor jalan kaki menuju parkir,,,  sepanjang<br />
jalan suamiku merasa kaki tak  dapat dilangkahkan. .. …. . leher<br />
terasa<br />
semakin kaku… keringat dingin  bercucuran.. dingin dan lemas<br />
sekali<br />
seperti tak bisa bernafas..  beliau berusaha mencapai tempat<br />
parkir  dn berhasil masuk kedalam mobil.. (tidak sempat  menghidupkan<br />
mobil..  kaca<br />
tertutup semua.. lampu hijet  dinyalakan.. pintu tidak dirapatkan)<br />
dan<br />
sempat<br />
menghubungi saya  untuk mengatakan “bunda, cepat kemari.. ayah  tidak<br />
kuat lagi”!</p>
<p>(Suami  ku tipe orang yg tidak pernah mengeluh,, tidak  ingin<br />
merepotkan orang,sangat  mandiri..karena perantau dan biasa hidup<br />
susah)<br />
Saya merasa pasti sesuatu  terjadi….. . . .. karena kenal betul<br />
kenal  sifat<br />
beliau. saya membutuhkan waktu  kira2 setengah jam sampai di  tempat<br />
kejadian… yang saya  temukan<br />
beliau sudah hampir hilang  kesadaran.. baju basah kuyup  seperti<br />
berendam dikolam air,, muka  pucat bagai mayat.. saya berteriak2<br />
minta<br />
pertolongan. .yang kebetulan saat  itu banyak2 supir2 sedang  bersiap<br />
jemput majikannya. orang2  berlari memberikan bantuan..<br />
baju  kering.. aqua.. bahkan security membuatkan teh  panas manis..<br />
dan<br />
memaksa<br />
suami saya untuk  minum… Pikiran saya bekerja.. saya  butuh<br />
pertolongan orang  yg<br />
ahli.. saya telp sabahat kami  seorang dokter di JBE.. saya<br />
ceritakan<br />
kronologis<br />
kejadian..  beliau memandu saya untuk menusuk ujung jari  suami<br />
dengan<br />
benda  tajam..<br />
apapun ( waktu itu kuku jari  tangan saya) supaya suami saya<br />
terkejut<br />
dan membuat<br />
kesadaran  tidak betul2 hilang2.. ajak bicara terus.. dan  segera<br />
bawa<br />
ke rumah sakit terdekat..  pilihan cuma ada dua Rumah Sakit  Pusat<br />
Pertamina (RSPP) atau Rumah Sakit  Jantung Harapan Kita (RSJHK).<br />
minta<br />
lakukan EKG..tensi darah.. itu  yang harus saya<br />
lakukan segera. pilihan  saya ke RSJHK karena arah ke Selatan  macet.</p>
<p>Sepanjang perjalanan.. saya  mengajak bicara terus.. mengendorkan<br />
ikat<br />
pinggang.. kami<br />
sampai di  rumah sakit.. kebetulan brankar sedang kosong ,  jadi saya<br />
dibantu securiti rumah sakit  tersebut mendorong ke UGD dengan  kursi<br />
roda.sampai di UGD suasana hiruk  pikuk dan kebetulan hari itu UGD<br />
sangat  penuh.. suami saya ditolak.. karena  dilihat<br />
masih dapat duduk di kursi  roda..dianjurkan untuk ke poli umum<br />
saja.<br />
Saya mengikuti saran ahli medis..  saya antar suami ke poli umumnya<br />
dan  sudah tutup,rasanya. . sakit seperti tidak  diperdulikan.<br />
Tapi..<br />
Allah itu  maha penyayang,, CAMPUR TANGAN ALLAH mulai  tampak nyata<br />
di<br />
hadapan saya.. Seorang  dokter sudah Senior tiba2 ada di hadapan<br />
saya<br />
( sepertinya selesai praktek)  beliau tanya ada apa ? saya  ceritakan<br />
apa yang terjadi.. beliau  mengajak saya kesebuah ruangan praktek<br />
dan<br />
mulai melakukan pemeriksaan  lengkap.. Muka beliau sangat  terkejut<br />
begitu membaca hasil EKG.  dunia bagai kiamat waktu  beliau<br />
mengatakan “Suami Ibu terkena  Serangan Jantung Koroner”! harus<br />
segera<br />
penanganan intensif.. Saya  mengatakan UGD penuh. beliau  katakan<br />
TIDAK ADA PILIHAN LAIN HARUS KE  UGD SEKARANG JUGA..beliau  membuat<br />
REKOMENDASI URGENT.. katakan  saja dari  DR.AULIA<br />
SANI                                      (  ternyata beliau mantan<br />
direktur  RSJHK).Yang tadinya kami ditolak.. kemudian  diterima<br />
di UGD walau harus dirawat di  kamar yang betul2 penuh hari  itu.di<br />
situ melihat orang datang dengan  keadaan sudah meninggal  karena<br />
terlambat sampai di RS, Saat di  UGD tidak pernah satu tenaga  medis<br />
yg  menanyakan jaminan  apapun kepada saya<br />
( Ternyata ITULAH  MOTO RS tersebut, Tindakan Dahulu…… .  Uang<br />
baru  Nomor<br />
berikutnya)</p>
<p>Dokter  Aulia turun tangan langsung,didampingi dokter  Robert dokter<br />
jaga UGD saat itu…  suamiku di tangani seksama.. 1 jam berkutnya<br />
aku<br />
dipanggil keruangan dokter2..  disana sudah ada dokter Aulia &amp;<br />
Robert..<br />
beliau menjelaskan kondisi  suamiku yang sebenarnya.. . dan  mereka<br />
bertanya apa yang terjadi 1  minggu kebelakang sebelum suamiku  kena<br />
serangan jantung hari ini.aku  cerita rangkaian kejadian..  beberapa<br />
malam yang kami kira masuk  angin…. beliau katakan</p>
<p>PADA MALAM2  ITU SEBENARNYA JANTUNG SUDAH  TERKENA<br />
SERANGAN WALAUPUN RITME KECIL…  TAPI SUDAH ADA BEBERAPA  KOMPONEN<br />
JANTUNG YANG MELEMAH….hingga  saat serangan dahsyat datang..<br />
langsung  menganggu dan RUSAK..</p>
<p>Rupanya itu  belum selesai.. Dokter minta saya berdoa  banyak.. 3 jam<br />
berikutnya adalah MASA  PENENTUAN… karena akan datang serangan<br />
KEDUA<br />
yang maha DAHSYAT sementara  akibat dari serangan pertama..  ada<br />
pembuluh yang rusak..biasanya orang  jarang selamat.. karena faktor<br />
TIDAK  MENGERTI.. DAN TIDAK DITANGANI<br />
DENGAN  TEPAT.<br />
Mereka  mengatakan<br />
FUNGSI JANTUNG suamiku untuk  sementara diganti dengan MESIN  PACU<br />
JANTUNG. Mudahan2 ini dapat  membantu bertahan. ( waktu  serangan<br />
pertama, dada belum terasa  sakit).. kira2 jam 21..00 suamiku<br />
mengalami<br />
Serangan Jantung Kedua yang  membuat denyut jantung berkisar 40..  (<br />
padahal normal 70 ) jam 11.00 suamiku  langsung di masukan ke ICU<br />
karena  kondisi kritis.. dada sakit hebat… sesak tidak  dapat<br />
bernafas..( pada saat itu aku  hanya bisa menangis.. bingung..<br />
sendiri)</p>
<p>Allah banyak membantu kami  .. aku banyak bertemu orang yang  senasib<br />
sepertiku..<br />
yang  mereka sudah ada di RS tersebut berbulan2  lamanya.Aku bertemu<br />
dokter2 hebat yang  baik hati dan banyak memberi  pertolongan<br />
penjelasan yang mudah aku  mengerti…. dorongan dan suport dari<br />
semua<br />
teman keluarga dan sahabat dari  luar daerah dan luar negeri  yang<br />
membuat aku berkata “AKU  HARUS<br />
KUAT..SUAMI MEMBUTUHKAN AKU &amp;  ANAK2 BUTUH AKU “)</p>
<p>Pasangan hidupku  terbaring lam 20 hari di ICU dengan keadaan<br />
semakin<br />
drop,,, sementara dokter2  benar-benar mempersiapkan tindakan  yg<br />
paling tepat . hari ke 20  dipersiapkan Katerisasi dipimpin  Dr.<br />
Kaligis ( tindakan medis  mengalirkan cairan putih (kontras) ke<br />
dalam<br />
semua pembuluh jantung untuk  mencari dimanakah sumber  penyumbatan<br />
akibat KOLESTEROL dan  pembalonan di lokasi penyumbatan  diiringi<br />
pemasangan STAND / RING sesuai  panjang sumbatan.(Tindakan seperti<br />
ini<br />
sangat MAHAL) hingga bila terjadi  penyumbatan lebih dari tiga  buah<br />
dokter2 menganjurkan untuk BY PAS  yg kesempatannya fivety-fivety.  .<br />
(harga RECOVERY  sebuah<br />
jantung sakit itu sama dengan  harga sebuah rumah atau mobil  mewah)</p>
<p>SAYANGILAH JANTUNG  ANDA…</p>
<p>Tapi itu belum seberapa…  Pasangan hidup kita… akan memulai  masa<br />
penyembuhan. ., dengan banyak  memerlukan perhatian  makanan,kasih<br />
sayang yang lebih banyak  dari<br />
semula..kesabaran yang tak  TERHINGGA… karena mereka mulai  sehat<br />
dengan proses kepercayaan diri  yang hilang,,, dan sifat yang<br />
berubah<br />
180 derajat, sangat sesintif  dan mudah tersinggung. . itu  semua<br />
PROSES.. yang kita sebagai  pasangan hidup tidak pernah tau  kapan<br />
berakhirnya. ..anggap itu semua  IBADAH</p>
<p>SARANKU..</p>
<p>HINDARI  MAKANAN PADANG … 75% pasien jantung penyuka  Masakan<br />
Padang</p>
<p>Sekali2 cobalah  datang ke RSJHK.. disana terlihat pasien  jantung<br />
koroner mulai di usia diatas 25  thn..</p>
<p>Diatas umur 30 kita sudah  terkena resiko pengentalan darah.<br />
Perempuan<br />
jika masih haid terlindungi  dari penyakit jantung karena  memiliki<br />
HORMON .</p>
<p>Jika di  masa subur wanita terkena sakit jantung.. itu  adalah cacat<br />
bawaan seperti kebocoran  KATUP &amp; KLEP.<br />
berolah raga yang  ringan saja.. DIANJURKAn berjalan kaki pagi hari<br />
Ø<br />
3 km atau berenang. Hindari olahraga  yang menguras tenaga jika dari<br />
dulu  kita buan<br />
pencinta olah raga tersebut.  Olah raga yang menguras tenaga  memacu<br />
ADRENALIN,</p>
<p>Makan  banyak SAYUR dan BUAH untuk menghancurkan  KOLESTEROL jahat di<br />
tubuh kita. Hindari  Rokok walaupun Pasif…. Mulailah Hidup  Sehat<br />
sebelum terlambat..  karena<br />
keluarga masih membutuhkan kita.  Ø Insya’allah berguna dan<br />
bermanfaat</p>
<p>Serangan  Jantung dan kebiasaan Minum Air Panas /  hangat….</p>
<p>Artikel ini berguna  untuk semua.</p>
<p>Bukan saja anjuran  meminum air panas selepas makan,  tetapi<br />
berhubungan dengan SERANGAN  JANTUNG!!!!.<br />
Secara logik…, mungkin  ada kebenarannya. .. Orang-orang China  dan<br />
Jepang mengamalkan minum teh panas  sewaktu makan… dan bukannya<br />
air<br />
ES.  Mungkin sudah tiba  masanya kita meniru kebiasaan minum air<br />
panas<br />
/ hangat<br />
sewaktu  menikmati hidangan!!!!<br />
Kita tidak akan  kehilangan apa-apa… malah akan mendapat faedah<br />
dari<br />
kebiasaan ini.<br />
Kepada  siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai  untuk anda<br />
Baca.  Memang enak  dan segar minum air ES selepas makan, tetapi<br />
akan<br />
berakibat fatal  !!</p>
<p>Walaubagaimanapun, Air ES akan  membekukan makanan berminyak<br />
yang baru  kita makan.  Ia akan melambatkan  proses pencernaan kita.<br />
Bila  lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan  menyempitkan<br />
banyak saluran dan lama  kelamaan ia akan  menyebabkan lemak<br />
berkumpul<br />
dan kita semakin gemuk  dan  menuju  ke arah  mendapat berbagai<br />
PENYAKIT.</p>
<p>Jalan  terbaik…adalah untuk minum sup panas atau air  PANAS/hangat<br />
selepas  makan.</p>
<p>:Nota penting tentang  SERANGAN JANTUNG!!!</p>
<p>Anda perlu tahu  bahwa tanda-tanda serangan jantung akan mulai<br />
terasa<br />
pada tangan sebelah  kiri.</p>
<p>Berhati-hati juga pada  permulaan sakit sedikit-sedikit pada  bagian<br />
atas dada anda. Anda mungkin  tidak akan mengalami sakit dada  pada<br />
serangan  pertama  serangan  jantung.</p>
<p>Keletihan dan berkeringat  adalah tanda-tanda pada  umumnya.  Malah<br />
60%<br />
pengidap  SAKIT JANTUNG tidak bangun selepas  tidur.<br />
Marilah kita berwaspada dan  berhati-hati.</p>
<p>Lebih banyak kita  tahu, lebih cerah peluang kita untuk terus<br />
hidup…<br />
PAKAR SAKIT JANTUNG berkata,  jika semua orang yang mendapat  e-mail<br />
ini menghantar kepada 10 orang  yang lain, beliau yakin akan  dapat<br />
menyelamatkan satu  nyawa.<br />
Baca ini….. ia juga mungkin  dapat menyelamatkan nyawa  anda!!!!.</p>
<p>**Jadilah teman yang  setia dan teruskan menghantar artikel ini<br />
kepada<br />
teman-teman yang anda  sayangi….. !!!!</p>
<p>Artikel ini<a href="http://kesunyianku.wordpress.com/2009/04/27/kisah-seorang-istri-yang-suaminya-terkena-serangan-jantung/"> </a>saya dapat dari MILIS TETANGGA<strong><br />
SEmoga  Anda Bisa mengerti arti hidup</strong></p>
</div>
number of view: 832]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/kisah-seorang-istri-yang-suaminya-terkena-serangan-jantung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyesalan Tiada di Awal, Suamiku Kini Telah Tiada</title>
		<link>http://www.firman-its.com/penyesalan-tiada-di-awal-suamiku-kini-telah-tiada.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/penyesalan-tiada-di-awal-suamiku-kini-telah-tiada.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 07:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini kisah yang nyata, setiap orang akan terharu setelah membacanya ini. Kisah ini didapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga. Suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada Ini adalah kisah nyata di kehidupanku Seorang suami yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/03/penyesalan-tiada-di-awal-suamiku-kini-telah-tiada/suami-istri.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-653" title="suami-istri" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/03/penyesalan-tiada-di-awal-suamiku-kini-telah-tiada/suami-istri.jpg" alt="" width="440" height="289" /></a>Kisah ini kisah yang nyata, setiap orang akan terharu setelah membacanya ini. Kisah ini didapatkan dari sebuah notes di facebook bernama Rina Amalina semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama bagi kaum hawa yg sudah berkeluarga.</p>
<p>Suamiku kini tlah tiada dan penyesalanku yg terus ada</p>
<p>Ini adalah kisah nyata di kehidupanku<br />
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada<br />
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku<br />
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku<br />
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.</p>
<p>Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.<br />
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.<br />
Tapi kini aku tahu.<br />
Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.<br />
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.<br />
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.<br />
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”<br />
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.</p>
<p>Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”<br />
Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.</p>
<p>Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai?istirahat dulu saja”<br />
Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak,ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik.”<br />
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.</p>
<p>Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.<br />
“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”<br />
Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”<br />
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.</p>
<p>Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.<br />
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.<br />
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.<br />
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.<br />
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.<br />
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.<br />
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.</p>
<p>Teruntuk suamiku.<br />
Maafkan aku sayang.<br />
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.<br />
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.<br />
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.<br />
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.<br />
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.</p>
<p>Istrimu<br />
Rina</p>
<p>Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.</p>
number of view: 1007]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/penyesalan-tiada-di-awal-suamiku-kini-telah-tiada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlackBerry Bikin Stres dan Bunuh Diri</title>
		<link>http://www.firman-its.com/blackberry-bikin-stres-dan-bunuh-diri.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/blackberry-bikin-stres-dan-bunuh-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 03:24:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anandyah.firman-its.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta- Kasus bunuh berulang mendera perusahaan telekomunikasi terbesar di Prancis. Namun salah seorang eksekutif perusahaan itu menyalahkan pada rentetan email dari smartphone dan komputer yang membuat stres para pegawai. Kendati Chief Finacial France Telecom Gervais Pellissier tidak menyalahkan secara langsung kepada email yang bertubi-tubi atas aksi bunuh diri yang terjadi, ia mengatakan semua perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-99" title="bb-inilah" src="http://anandyah.firman-its.com/wp-content/uploads/2009/09/bb-inilah.jpg" alt="bb-inilah" width="193" height="250" />INILAH.COM, Jakarta- Kasus bunuh berulang mendera perusahaan telekomunikasi terbesar di Prancis. Namun salah seorang eksekutif perusahaan itu menyalahkan pada rentetan email dari smartphone dan komputer yang membuat stres para pegawai.</p>
<p>Kendati Chief Finacial France Telecom Gervais Pellissier tidak menyalahkan secara langsung kepada email yang bertubi-tubi atas aksi bunuh diri yang terjadi, ia mengatakan semua perusahaan besar mengalami tekanan besar di era BlackBerry.</p>
<p>France Telecom yang merupakan perusahaan induk dari Orange, telah melakukan penelitian setelah 22 pekerja bunuh diri dan 13 orang lainnya melakukan percobaan bunuh diri, sejak awal 2008.  Pellissier mengatakan beberapa karyawan merasakan banyak tekanan akibat privatisasi France Telecom.</p>
<p>Tetapi ia menambahkan bahwa hal itu diperparah dengan teknologi baru yang menyebabkan mulai mengganggu kehidupan pribadi pekerja.  ”15 tahun yang lalu, ketika Anda menjadi seorang karyawan menengah di sebuah perusahaan besar, Anda tidak punya ponsel atau tidak ada PC di rumah. Saat Anda sudah kembali rumah, pekerjaan ditinggalkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Di AS, produk populer Research in Motion, BlackBerry diplesetkan menjadi “CrackBerry (CanduBerry)” karena beberapa penggunanya mengaku kecanduan mengecek email. Pellissier mengatakan sikap kecanduan itu menyebabkan lebih banyak korban dan telah diakui oleh perusahaannya atau perusahaan lain.  Akibatnya karyawan akan kesulitan dan kebingungan karena percampuran antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional.  Chief Executive France Telecom, Didier Lombard mengatakan awal bulan ini perusahaannya telah menambahkan pengawasan serta menyediakan layanan konseling sebagai salah satu cara preventif menghadapi aksi bunuh diri karyawan.</p>
<p>Kasus yang terjadi termasuk seorang pria menusuk perutnya sendiri saat sedang rapat, sementara seorang wanita meloncat keluar jendela.  Pellissier mengatakan stres disebabkan oleh job desk yang berganti-ganti, keterampilan bekerja, dan status France Telecom berubah dari lembaga pemerintah menjadi perusahaan swasta.</p>
<p>Ada sekitar15.000 orang dari 102.000 buruh kasar mengalami perubahan pekerjaan dalam lima tahun terakhir, sebagai dampak dari privatisasi, katanya.  Dia mengatakan perusahaan harus melakukan banyak hal dalam minggu-minggu mendatang, untuk membantu menyelesaikan masalah bunuh diri itu. &#8220;Ini masalah serius. Kita harus menghadapinya,&#8221; katanya.[ito]</p>
number of view: 789]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/blackberry-bikin-stres-dan-bunuh-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1430H</title>
		<link>http://www.firman-its.com/selamat-hari-raya-aidil-fitri-1430h.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/selamat-hari-raya-aidil-fitri-1430h.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 02:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anandyah.firman-its.com/2009/09/selamat-hari-raya-aidil-fitri-1430h/</guid>
		<description><![CDATA[Firman Arifin, ST. MT. &#8211; Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi dan 3 jagoan kami mengucapkan: Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1430H Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan batin Semoga amal ibadah kita diterima dan dosa-dosa kita diampuni-Nya. Amien Wassalam, FA-ARC number of view: 676]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-67 alignleft" title="aulia1" src="http://anandyah.firman-its.com/wp-content/uploads/2009/09/aulia1.jpg" alt="aulia1" width="175" height="171" />Firman Arifin, ST. MT. &#8211; Anandyah Retno Cahyaningrum, S.Psi dan 3 jagoan kami mengucapkan:</p>
<p>Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1430H<br />
Taqobalallahu minna wa minkum<br />
Mohon maaf lahir dan batin</p>
<p>Semoga amal ibadah kita diterima dan dosa-dosa kita diampuni-Nya. Amien</p>
<p>Wassalam,<br />
FA-ARC</p>
number of view: 676]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/selamat-hari-raya-aidil-fitri-1430h.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEKUATAN MOTIFASI ORANG TUA</title>
		<link>http://www.firman-its.com/kekuatan-motifasi-orang-tua.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/kekuatan-motifasi-orang-tua.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 03:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anandyah.firman-its.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Thomas Alfa Edison, nama itu tidaklah asing ditelinga kita, penemu bola lampu. Dalam sejarahnya, ia dikenal sebagai anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, bahkan ia dianggap bodoh oleh gurunya karena tidak bisa mengikuti pelajaran. Tragisnya, ia dikeluarkan dari sekolah. Bagi kita orang tua, peristiwa tersebut mungkin menjadi malapetaka, karena berarti hilangnya masa depan anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-27" title="akel2" src="http://anandyah.firman-its.com/wp-content/uploads/2009/09/akel2-300x294.jpg" alt="akel2" width="300" height="294" align="left" />Thomas Alfa Edison, nama itu tidaklah asing ditelinga kita, penemu bola lampu. Dalam sejarahnya, ia dikenal sebagai anak yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, bahkan ia dianggap bodoh oleh gurunya karena tidak bisa mengikuti pelajaran.</p>
<p>Tragisnya, ia dikeluarkan dari sekolah. Bagi kita orang tua, peristiwa tersebut mungkin menjadi malapetaka, karena berarti hilangnya masa depan anak kita. Tetapi bagi Marry Edison, itu adalah suatu tantangan, ia bangkitkan semangat anaknya dengan motivasi dan keyakinan yang luar biasa.</p>
<p>Ia tunjukkan pada dunia bahwa anaknya adalah anak yang cerdas. Dengan bimbingan, pelajaran-pelajaran dan kasih sayang yang ia berikan, Thomas Alfa Edison menjadi anak yang genius. Pada masa jayanya, Edison pun berkata orang yang paling berperan dalam keberhasilannya adalah ibunya.</p>
<p>Kita mengenal banyak tokoh-tokoh yang sukses karena mereka mempunyai orang tua yang hebat dalam memotivasi anaknya. Bagi seorang penulis buku, Gola Gong, omongan emaknya adalah obat yang mujarab, yang membangkitkan semangat hidupnya untuk selalu berkarya walaupun ia memiliki kekurangan fisik, kehilangan tangannya karena jatuh dari pohon.</p>
<p>Bagi seorang Faudzil Adzim, kekurangan pada bibirnya bukanlah menjadi hambatan ketika ia selalu diejek teman-temannya pada masa kecil, tetapi dengan semangat ibunya yang mengatakan “Kamu kelak akan menjadi pembicara dimana-mana”, maka segenap kekuatan dan gairah hidupnya mulai bangkit. Dan kita melihat sekarang, mereka adalah orang-orang yang produktif menjadi motivator bagi orang lain.</p>
<p>Subhanallah, hidup ini akan terasa hampa tanpa motivasi. Siapapun butuh motivasi, apakah ia seorang bayi, anak-anak, orang dewasa, orang tua, untuk melakukan sesuatu. Kita sebagai suami/istri begitu besar membutuhkan motivasi dari pasangan kita, begitu pula sebagai orang tua kita harus bisa memotivasi anak-anak kita.</p>
<p>Anak-anak adalah subyek yang sangat rentan dalam masalah motivasi. Layaknya kita orang dewasa, tidak semua anak mampu memotivasi dirinya sendiri. Mereka butuh motivasi ekstrinsik untuk mewujudkan harapannya, melatih kedisiplinannya, membangkitkan semangat belajarnya.</p>
<p>Ketika mereka kehilangan motivasi, maka apa yang menjadi tugas utamanya bisa secara sengaja diabaikan. Ia akan kehilangan rasa tanggung jawabnya ketika prestasinya di sekolah merosot dan tidak memiliki semangat berkompetisi.</p>
<p>Ibarat kendaraan, motivasi adalah mesin yang menggerakkan.  Kendaraan tidak akan berjalan ketika mesinnya tidak hidup. Sebaliknya ketika mesin hidup, maka kendaraan akan dapat bergerak dan melaju kencang dengan kendali sang sopir.</p>
<p>Fungsi sopir sangat urgent karena sopirlah yang akan mengendalikan, mengarahkan kendaraan dan men-service mesin kendaraan ketika mogok. Dalam konteks ini maka kita, orang tua adalah analogi dari sopir tersebut, sehingga fungsinya tidak jauh berbeda, yaitu mengarahkan, merawat, menstimulasi mesin motivasi ini agar selalu hidup.</p>
<p>MOTIVASI DENGAN NASEHAT</p>
<p>Suatu ketika Rasulullah berkata pada sahabatnya yang bernama Khuzaim :”Betapa Khuzaim adalah orang yang baik, kalau saja rambutnya tidak sepanjang itu dan syalnya tidak menyapu lantai” (Abu Dhawud, Sunan). Ketika Khuzaim mendengar apa yang dikatakan Nabi tentang dirinya, ia segera mengambil gunting dan memotong rambutnya.</p>
<p>Dengan cara yang sama, Nabi berkata tentang sahabat lain bernama Abdullah, “Betapa Abdullah adalah orang yang baik, andai saja ia shalat diwaktu malam (shalat lail)”. Ketika Abdullah mendengar hal ini ia langsung mulai shalat malam dan hanya tidur sebentar.</p>
<p>Rasulullah selalu memberikan nasehat-nasehat yang bijak untuk mendorong para sahabatnya dalam melakukan kebaikan. Perkataan-perkataan beliau laksana mutiara yang sangat bermakna, sehingga mampu mengubah perilaku bahkan karakter para sahabat yang keras sekalipun. Subhanallah…</p>
<p>Ibu, betapa banyak nasehat, motivasi yang kita sampaikan kepada anak-anak hanya mampir sebentar saja ditelinga mereka. Tak jarang kita harus berteriak-teriak untuk mengingatkan mereka, tetapi tidak memberikan pengaruh apapun pada mereka. Kita sering memarahi, mencaci anak kita karena tidak mau belajar, prestasinya jelek sementara kita tidak pernah membantu mereka menemukan kembali semangat belajarnya.</p>
<p>Ibu, kita harus banyak belajar dari siroh Rasulullah ataupun kisah dibalik kesuksesan tokoh-tokoh besar, bahwa motivasi kesuksesan itu lahir dari perkataan-perkataan yang qaulan tsaqila, perkataan-perkataan yang berbobot. Perkataan-perkataan yang tidak indah secara retorika tetapi perkataan-perkataan yang lahir dari suatu bentuk keikhlasan, kejujuran dan kesabaran. Perkataan-perkataan yang lahir dari kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran kita akan masa depan mereka, bukan perkataan-perkataan yang merupakan ungkapan kemarahan kita terhadap kekurangan mereka.</p>
<p>Allah mengajarkan kepada hambanya dalam surat An Nahl ;16 bagaimana memberikan nasehat kepada orang lain yaitu dengan bil hikmah, wal mauidhoti hasanah wa jadilhum billati hiya ahsan. Dengan memberikan hikmah atau pelajaran-pelajaran, manfaat dari suatu peristiwa, nasehat-nasehat yang baik dan komunikasi yang baik, insyaallah anak-anak akan berproses untuk membangun motivasi dalam dirinya sendiri.</p>
<p>Mari, kita biasakan untuk memberikan penghargaan, tidak dengan materi melainkan  dengan sanjungan-sanjungan betapapun kecil prestasi yang dibuatnya. Sanjungan-sanjungan yang mengekspresikan kecintaan dan kasih sayang akan membuat anak-anak merasa dihargai, sehingga kelak mereka akan menjadi orang-orang yang mampu menghargai dan memotivasi orang lain.</p>
number of view: 1111]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/kekuatan-motifasi-orang-tua.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katakan TIDAK untuk Seks Bebas</title>
		<link>http://www.firman-its.com/katakan-tidak-untuk-seks-bebas.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/katakan-tidak-untuk-seks-bebas.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 1998 09:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[Memudarnya batasan norma-norma susila menjelang millenium ketiga ini, berpotensi timbulnya perilaku seks menyimpang. Akibatnnya, persepsi masyrakat terhadap konsep seks mengalami banyak perubahan. Dari pengertian seks yang semula sesuatu yang suci, berubah tak lebih sekedar pemuasan nafsu sesaat. Dan ini kerap terjadi pada anak muda yang berkeinginan mencoba-coba, meskipun mereka sudah tahu resikonya. “Meski belum nikah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/03/09/katakan-tidak-untuk-seks-bebas/No-Free-Sex1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-579" title="No Free Sex" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/03/09/katakan-tidak-untuk-seks-bebas/No-Free-Sex1-300x298.jpg" alt="" width="300" height="298" /></a>Memudarnya batasan norma-norma susila menjelang millenium ketiga ini, berpotensi timbulnya perilaku seks menyimpang. Akibatnnya, persepsi masyrakat terhadap konsep seks mengalami banyak perubahan. Dari pengertian seks yang semula sesuatu yang suci, berubah tak lebih sekedar pemuasan nafsu sesaat. Dan ini kerap terjadi pada anak muda yang berkeinginan mencoba-coba, meskipun mereka sudah tahu resikonya.</p>
<p>“Meski belum nikah, saya tiap hari melakukan hubungan seks dengan pacar, tapi tidak ganti-ganti pasangan”, aku seorang mahasiswa dengan nada bangga dalam sebuah acara talk show masalah seks. Itulah salah satu contoh pengakuan polos dan terkesan sudah tidak punya rasa malu lagi, oleh seorang mahasiswa mengenai pertualangannya terhadap perilaku seks yang menyimpang.</p>
<p>Perilaku seks menyimpang tidak hanya meracuni dunia mahasiswa semata. Lihatlah mulai anak-anak sekolah tingkat SLTP yang sudah mengenal pacaran, SMU, sampai orang tua sendiri sudah masuk perangkap perilaku seks menyimpang yang bernama selingkuh dengan kehadiran PIL dan WIL. Sepertinya sekarang, persepsi siswa SLTP,SMU dan mahasiswa kalau belum mempunyai pacar dan belum mengalami proses pacaran seperti orang yang ketinggalan zaman, bahkan kadang dikatakan “tidak laku”. Begitu juga bagi orang tua yang sibuk dengan karirnya akan merasa belum menjadi orang tua yang “modern” jika belum punya PIL bagi seorang istri dan WIL bagi seorang suami.</p>
<p><strong>Mengapa ada Free Sex</strong><br />
Ada empat catatan mengapa perilaku seks yang menyimpang atau dikenal dengan free sex ini tumbuh subur di sekitar kita. Pertama, perhatian, pendidikan dan pembinaan di lingkungan keluarga (rumah tangga) yang sangat lemah. Dalam artian orang tua kurang atau tidak mengajarkan norma-norma yang ada termasuk masalah pergaulan bebas dan memberitahukan konsekuensi jika norma itu tidak diindahkan.</p>
<p>Pikiran orang tua “pokoknya kebutuhan” anak terpenuhi. Terserah anak berbuat apa yang dinilai “baik” oleh si anak. Sedangkan si anak sendiri merasa dirinya sudah tidak diperhatikan lagi. Makanya dia akan mencari seseorang yang care padanya. Apalagi kalau orang tua si anak sendiri sudah terlibat selingkuh, maka si anak dengan enteng akan mengatakan orang tua saya bisa (berbuat seks bebas) kenapa saya tidak?</p>
<p>Kedua, pengawasan moral sosial dalam masyarakat yang mulai pudar dan sudah mengarah pada cuek bebek. Kalau dulu sesuatu yang dianggap tabu, orang sangat sungkan untuk melakukannya. Tapi lambat laun dianggap biasa dan bahkan sekarang dijadikan trend zaman. Artinya, orang bukan merasa malu lagi untuk melakukannya tapi sudah menjadikan bagian dari kebutuhan dalam hidupnya. Astaghfirullah.</p>
<p>Ketiga, media komunikasi yang semakin hari semakin banyak dan tidak terkontrol. Mulai dari koran dan majalah yang mengupas permasalahan dan gambar yang berhubungan dengan seks, iklan di televisi yang sangat menonjolkan aurat, konsultasi seks di radio, film bioskop dan VCD porno yang sangat mudah mendapatkannya sampai media internet yang bisa diakses setiap saat oleh semua lapisan masyarakat.</p>
<p>Keempat, mentalitas jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidup (ekonomi). Dengan modal “diri” tanpa ijsah dan keahlian tertentu seseorang sudah bisa dapat duit dengan melacurkan diri. Otomatis dengan menjamurnya praktek dan tempat-tempat maksiat itu merangsang orang untuk mencobanya.</p>
<p>Akibat Penyimpangan Seks<br />
Paling tidak ada dua akibat dari perilaku penyimpangan seks. Pertama, terjangkitnya virus HIV atau penyakit yang disebut AIDS yang sampai saat ini belum diketemukan obatnya. Bagi para pelaku free sex ini cobalah berkaca pada Didi Mirhard, seorang foto model yang mengaku menjalankan free sex dan menjelaskan akibat dari perbuatannya (mati karena kena AIDS). Tujuan Didi&#8211;yang memulai kehidupannya yang bebas itu semenjak ikut modeling&#8211; agar teman-temanya tidak mengikuti langkahnya.</p>
<p>Kedua, keretakan rumah tangga dan kadangkala berakhir dengan proses penceraian karena salah satu atau kedua-duanya terjerat selingkuh. Kalau ini terjadi sangat memberi peluang kepada anaknya untuk berbuat seperti yang dilakukan kedua orang tuanya.</p>
<p><strong>Apa ada Solusinya?</strong><br />
Ada masalah tentunya akan ada penyelesaiannya jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh. Begitupun dengan kasus perilaku penyimpangan seks ini. Ada beberapa catatan yang perlu dipikirkan dalam menyikapi hal ini. Pertama, mengoptimalkan pendidikan agama baik yang disekolah, perguruan tinggi atau di lingkungan rumah sendiri. Jadikan agama sebagai rujukan utama dalam segala aktifitas kita. Kalau kita paham akan ajaran agama kita masing-masing, maka tidak ada kata lain untuk menerima ajakan seks bebas kecuali katakan TIDAK!</p>
<p>Kedua, harus ada kebijakan pemerintah(undang-udang) yang jelas dan tegas terhadap perilaku pemyimpangan seks, mulai dari yang mensponsori berkembangannya seks bebas sampai pelaku seks bebas itu sendiri. Karena kalau kita hanya mengadalkan pendidikan agama semata sedangkan di lain pihak ada rangsangan yang lebih kuat maka tidak khayal lagi akan banyak pula yang akan berguguran imannya. Bukan lagi mengatakan TIDAK tapi YA YA YA.</p>
<p>Maka dari itu, untuk pemerintah sekarang mintalah nasihat-nnasihat dari alim ulama, ajak mereka untuk meyelesaikan msalah ini. Janagan pakai konsep gali lubang tutup lubang atau menyelesaikan masalah yang satu tapi menimbulkan masalah yang lain karena saking banyaknya problem yang ada.</p>
<p>Kalau sudah ada peraturan yang jelas dan tegas terhadap para pelaku penyimpangan seks, maka tidak akan ada (bertambah) lagi penyakit AIDS di Indonesia karena prosititusi sudah dilarang pemerintah, tidak akan ada lagi abortsi karena ada hukuman berat bagi pelakunya, tidak akan ada lagi perceraian karena masing-masing pihak sudah tahu hakikat berumah tangga, tidak mudah lagi mendapatkan film-film porno karena badan sensor kita bekerja dengan baik dan seterusnya. Dan kalau ini terjadi betapa indahnya Indonesia Raya kita.</p>
<p><strong>FIRMAN ARIFIN</strong><br />
Mahasiswa teknik Elektro ITS<br />
Ditulis Bulan Feb 1998, terbit di Harian Suara Indonesia</p>
number of view: 2931]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/katakan-tidak-untuk-seks-bebas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

