<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: FAO - Firman Arifin Online &#187; Kampus</title>
	<atom:link href="http://www.firman-its.com/category/kampus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.firman-its.com</link>
	<description>Belajar dan Bekerja dengan Cinta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 11:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hasil Perhitungan Surat Suara Pemilihan Calon Ketua Departemen</title>
		<link>http://www.firman-its.com/hasil-perhitungan-surat-suara-pemilihan-calon-ketua-departemen.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/hasil-perhitungan-surat-suara-pemilihan-calon-ketua-departemen.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 11:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[EEPIS-Online, Perhitungan suara pemilihan calon Ketua Departemen dilaksanakan kemarin(12/01). Proses ini bertempat di lobby gedung D3 mulai puukl 15.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh para daftar pemilih tetap yakni Dosen, Laboran dan Teknisi. Pelaksanaan pemilihan dengan Mencontreng salah satu calon, dan untuk dosen yg sedang melanjutkan study di luar negri, bisa melakukan pemilihan melalui email [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em><strong><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2012/01/18/hasil-perhitungan-surat-suara-pemilihan-calon-ketua-departemen/Hasil-Suara-Kadep_2012.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-941" title="Hasil Suara Kadep_2012" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2012/01/18/hasil-perhitungan-surat-suara-pemilihan-calon-ketua-departemen/Hasil-Suara-Kadep_2012-300x85.jpg" alt="" width="300" height="85" /></a>EEPIS-Online</strong></em>, Perhitungan suara pemilihan calon Ketua Departemen dilaksanakan kemarin(12/01). Proses ini bertempat di lobby gedung D3 mulai puukl 15.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh para daftar pemilih tetap yakni Dosen, Laboran dan Teknisi. Pelaksanaan pemilihan dengan Mencontreng salah satu calon, dan untuk dosen yg sedang melanjutkan study di luar negri, bisa melakukan pemilihan melalui email ke salah satu KPU. Perhitungan suara ini menghasilkan nama-nama Ketua Departemen baru yakni :</p>
<ol>
<li> Dr. Zaenal Arief,ST.,MT., sebagai Ketua Departemen Teknik Elektro</li>
<li>Arna Fariza,S.kom.,M.Kom., sebagai Ketua Departemen Teknik Informatika dan Komputer</li>
<li>Dr.Eng. Indra Adji Sulistijono, ST.M.Eng., sebagai ketua Departemen Teknik Mekanika dan Energi</li>
</ol>
<div align="justify">Terdapat posisi kosong untuk Ketua Departemen Teknik Multimedia Kreatif. Posisi ini kosong dikarenakan tidak adanya calon dari Departemen terkait yang memenuhi dari penjaringan. Nantinya, posisi ini akan diisi oleh salah satu Dosen yang akan dipilih langsung oleh Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng.,Ph.D., selaku Direktur PENS. Jumlah suara sah yang terjaring saat pemlihan berlangsung tercatat sebanyak 280 suara dari 286 total pemilih (lihat tabel).</div>
<p align="justify">Firman Arifin, selaku ketua pelaksana, menyatakan sudah mempersiapkan pemilihan ini sudah sejak dua bulan yang lalu, dimulai dari sosialisasi, penjaringan bakal calon Kepala Departemen(kadept) dan Kepala Program Studi(kaprodi), kemudian penetapan calon kadept, yang dilanjutkan penyampaian visi dan misi calon kadept yang bertempat di teater pada 9-10 januari yang lalu, hingga sekarang pelaksanaan pemilihan dan langsung dilajutkan perhitungan suara kadept.</p>
<p align="justify">&#8220;Selanjutnya, serangkaian acara ini akan berlanjut pada pemilihan calon Ketua Program Studi dari masing-masing departemen. Semoga tidak ada hambatan dan bisa lancar. Amin.&#8221;, tambah Firman. <em><strong>(sat/ade)</strong></em></p>
number of view: 51]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/hasil-perhitungan-surat-suara-pemilihan-calon-ketua-departemen.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Calon Kadept PENS ITS Sampaikan Visinya</title>
		<link>http://www.firman-its.com/calon-kadept-pens-its-sampaikan-visinya.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/calon-kadept-pens-its-sampaikan-visinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 16:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=932</guid>
		<description><![CDATA[Gedung Theatre, ITS Online &#8211; Setelah menjalani penjaringan yang ketat, akhirnya Panitia Pemilihan Kadept PENS ITS menetapkan enam dosen yang berkompeten sebagai calon Kadept. Enam nama tersebut masing-masing berasal dari Prodi Teknik Telekomunikasi,  Teknik Elektronika,  Teknik Informatika, dan Teknik Mekatronika. Dari empat departemen yang akan dibentuk, Departemen Teknologi Multimedia Kreatif adalah departemen yang belum ditetapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2012/01/10/calon-kadept-pens-its-sampaikan-visinya/visi-misi-cakadep.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-933" title="visi-misi cakadep" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2012/01/10/calon-kadept-pens-its-sampaikan-visinya/visi-misi-cakadep-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Gedung Theatre, ITS Online</strong> &#8211; Setelah menjalani penjaringan yang ketat, akhirnya Panitia Pemilihan Kadept PENS ITS menetapkan enam dosen yang berkompeten sebagai calon Kadept. Enam nama tersebut masing-masing berasal dari Prodi Teknik Telekomunikasi,  Teknik Elektronika,  Teknik Informatika, dan Teknik Mekatronika.</div>
<div>Dari empat departemen yang akan dibentuk, Departemen Teknologi Multimedia Kreatif adalah departemen yang belum ditetapkan calon Kadeptnya. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya syarat menjadi Kadept bagi dosen prodi Multimedia Broadcasting.Kadept Teknologi Multimedia Kreatif akan dipilih langsung oleh Direktur PENS ITS, Ir Dadet Pramadihanto M Eng PhD. &#8221;Tidak menutup kemungkinan juga jika Kadeptnya berasal dari dosen prodi lain,&#8221; terang Firman Arifin ST MT, Ketua Panitia pemilihan Kadept dan Kaprodi PENS ITS.</p>
<p>Saat ini, giliran dosen, laborat, dan karyawan PENS ITS yang mendapat kesempatan untuk mendengar visi misi para calon Kadept, sebelum mereka memilih nanti. Dimulai dari calon Kadept Teknik Elektro, Ir Anang Budikarso MT dari prodi Teknik Telekomunikasi dan Dr Zainal Arief ST MT dari prodi Teknik Elektronika.</p>
<p>Dalam penyampaiannya, para calon Kadept memiliki rencana dan program kerjanya  masing-masing, namun jika membicarakan mengenai kemajuan PENS ITS kedepannya, para calon Kadept sepakat satu suara yakni  berusaha bersama memajukan PENS. &#8221;Siapapun Kadeptnya nanti jangan hanya mengenal prodi di departemennya, namun juga prodi se-PENS,&#8221; pungkas Drs Achmad Basuki MKom PhD yang merupakan calon Kadept Teknik Informatika dan Komputer.</p>
<p>Tidak terlihat perdebatan sengit antara Calon Kadept yang menyampaikan visi dan misinya. Bahkan hampir semua calon Kadept tidak melihat calon Kadpet yang lain sebagai rivalnya. &#8221;Saya disini hanya ingin menemani pak Anang, &#8221; ujar Dr. Zainal Arief ST MT disambut tawa lepas dari para dosen, laborat dan karyawan yang hadir.</p>
<p>Penyampaian visi dan misi yang terakhir berasal dari calon Kadept Mekanika dan Energi. Kali ini, sasaran program kerja para calon kadept ini sama yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. &#8221;Dari segi pendidikan dan pengajaran, sudah waktunya kita akreditasi,&#8221; ujar Dr Eng Indra Adji sulistijono ST M Eng yang merupakan calon Kadept Mekanika dan Energi.</p>
<p>Keluarkan Kata Pamungkas dalam Visi Misinya<br />
Para calon Kadept memiliki cara masing-masing untuk mempresentasikan program kerjanya jika terpilih menjadi Kadept. Tidak jarang, para calon Kadept melakukan improfisasi saat penyampaian visi misinya, seperti mengeluarkan isitilah baru atau  kata-kata bijak.</p>
<p>Seperti Drs Achmad Basuki Mkom PhD yang memakai istilah pop.com. Pop.com adalah singkatan dari <em>Progressive, Open and passion using Communicatio</em>n. Bagi dosen Teknik Informatika ini, tiga komponen tersebut penting untuk memajukan Teknik Informatika PENS ITS. &#8221;Dengan membangun komunikasi, maka kita dapat mengusahakan <em>progressive, open</em> dan <em>passion</em>,&#8221; terang Basuki.</p>
<p>Tidak hanya calon Kadept Teknik Informatika, calon Kadept yang juga dosen Teknik Mekatronika ini memulai presentasinya dengan  jargon PENS, &#8221;JOSS, Jujur amanah, Orisinil, Semangat, Santun,&#8221;  tegas Indra.</p>
<p>Arina Fariza Skom MKom yang juga merupakan satu-satunya calon Kadept perempuan  mengeluarkan kata bijak yang menjadi penutup presentasinya. &#8221;Jangan merusak yang sudah baik, pelihara yang sudah baik, dan semangat menjadi yang terbaik,&#8221; himbau Arna diakhir orasinya. (erm/rik)</p>
<p>sumber : http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=9590</p>
</div>
number of view: 94]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/calon-kadept-pens-its-sampaikan-visinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerakan 150 PKM PENS, Ready to PIMNAS 2012</title>
		<link>http://www.firman-its.com/gerakan-150-pkm-pens-ready-to-pimnas-2012.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/gerakan-150-pkm-pens-ready-to-pimnas-2012.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 10:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[EEPIS-Online(23/09), dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), BEM PENS mengadakan acara Seminar PKM yang bertemakan "Hidupkan jiwa kreativitas mahasiswa PENS Gerakan 150 PKM PENS, Ready to PIMNAS 2012" di gedung Teater PENS pada pukul 19.00 wib, yang dihadiri oleh kurang lebih 70 mahasiswa PENS dari berbagai angkatan. Dalam acara tersebut Bapak Firman Arifin selaku pemateri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/09/24/gerakan-150-pkm-pens-ready-to-pimnas-2012/pkm-pens2011.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-916" title="pkm-pens2011" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/09/24/gerakan-150-pkm-pens-ready-to-pimnas-2012/pkm-pens2011-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>EEPIS-Online(23/09), dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), BEM PENS mengadakan acara Seminar PKM yang bertemakan "Hidupkan jiwa kreativitas mahasiswa PENS Gerakan 150 PKM PENS, Ready to PIMNAS 2012" di gedung Teater PENS pada pukul 19.00 wib, yang dihadiri oleh kurang lebih 70 mahasiswa PENS dari berbagai angkatan.

Dalam acara tersebut Bapak Firman Arifin selaku pemateri memberikan banyak masukan agar mahasiswa nantinya dapat membuat banyak ide tentang PKM "Ikatlah Ilmu dengan menulis" itulah salah satu cara yang diberikan oleh pemateri. "Harapan saya semoga di PENS untuk 150 atau Lebih PKM dapat tercapai, tidak hanya yang datang seminar saja yang ikut PKM tapi saya juga berharap kalian dapat mengajak tman-teman kalian supaya nantinya dapat ikut serta dalam Program Kreativitas Mahasiswa," ujar Bapak Firman Arifin. Selain itu tidak hanya Bapak Firman Arifin saja yang memberikan materi kepada peserta, Bapak Dwi Kurnia Basuki pun ikut memberikan materi, dimana nantinya mahasiswa dapat mengikuti PKM karena dengan ikut PKM dapat:

- Mendorong kreativitas mahasiswa sejak awal dalam penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan gagasan dan penulisan ilmiah.

- Meningkatkan kemampuan lulusan untuk meraih kesempatan bekerja atau berwirausaha.

- Mengalihkan kegiatan konta produktif mahasiswa menjadi produktif dan konstruktif.

Untuk Batas dari pengumpulan proposal PKM sendiri adalah tanggal 13 oktober di sekretariat BEM PENS.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi http://dp2m.dikti.go.id (dvi/ade).</pre>
number of view: 205]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/gerakan-150-pkm-pens-ready-to-pimnas-2012.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan GPS dan Google Map , Kurangi Kecelakaan Kereta Api</title>
		<link>http://www.firman-its.com/manfaatkan-gps-dan-google-map-kurangi-kecelakaan-kereta-api.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/manfaatkan-gps-dan-google-map-kurangi-kecelakaan-kereta-api.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 08:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Sain-Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi GPS sudah marak sekali dimanfaatkan. Baik dimanfaatkan oleh perseorangan maupun lembaga. GPS dapat memberikan informasi posisi dari suatu  benda. Kebanyakan informasi yang diberikan berupa lintang, bujur, ketinggian posisi benda. GPS banyak sekali digunakan pada mobil yang berfungsi sebagai navigator untuk pengemudi. Biasanya pada GPS sudah terdapat peta yang mempermudah pengemudi untuk melakukan perjalanan ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/07/27/manfaatkan-gps-dan-google-map-kurangi-kecelakaan-kereta-api/ta2011-ka.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-907" title="ta2011-ka" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/07/27/manfaatkan-gps-dan-google-map-kurangi-kecelakaan-kereta-api/ta2011-ka.jpg" alt="" width="173" height="165" /></a>Teknologi GPS sudah marak sekali dimanfaatkan. Baik dimanfaatkan oleh perseorangan maupun lembaga. GPS dapat memberikan informasi posisi dari suatu  benda. Kebanyakan informasi yang diberikan berupa lintang, bujur, ketinggian posisi benda. GPS banyak sekali digunakan pada mobil yang berfungsi sebagai navigator untuk pengemudi. Biasanya pada GPS sudah terdapat peta yang mempermudah pengemudi untuk melakukan perjalanan ke suatu tempat yang dituju.</p>
<p>Dengan adanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh GPS. Maka Hendy Briantoro dan Luqi Abidin mahasiswa D3 Teknik Elektronika PENS ITS membuat tugas akhir berjudul “Sistem Informasi Posisi Kereta Api Menggunakan GPS” dan “Monitoring Kereta Api Berbasis GIS”. Kedua judul tugas akhir tersebut merupakan satu kesatuan yang membentuk Sistem Informasi Posisi Kereta Api.</p>
<p>Sistem informasi kereta api memberikan informasi berupa nama stasiun/shelter yang sudah dilewati dan yang akan disinggahi oleh kereta api beserta estimasi waktu untuk sampai stasiun/shelter berikutnya. Informasi tersebut sangat membantu penumpang untuk mengetahui posisi kereta api terlebih penumpang yang baru naik kereta api.</p>
<p>Selain itu, terdapat alarm pemberitahuan kepada masinis ketika kereta api akan melewati perlintasan kereta api. Dengan adanya alarm tersebut masinis dapat lebih berhati-hati bila akan melewati perlintasan kereta api. Dengan adanya peningkatan kewaspadaan masinis dapat mengurangi kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api. Mengingat juga bahwa masih banyak perlintasan kereta api ‘”liar” yang tidak terdapat palang pintu untuk pengamanan pengguna jalan yang melewati perlintasan kereta api.</p>
<p>Sistem Informasi Posisi Kereta Api terdapat tampilan peta perjalanan kereta api memanfaatkan  Google Map. Pada  peta terdapat tampilan 2 kereta api. Dengan adanya tampilan ini, dapat diketahui posisi kedua kereta api. Sehingga dapat mengantisipasi akan adanya kecelakaan antar kereta api.</p>
<p>Tugas akhir bimbingan Firman Arifin, ST, MT ini merupakan pengembangan dari tugas akhir sebelumnya sehingga terdapat penambahan fitur-fitur yang meningkatkan kualitas Sistem Informasi Posisi Kereta Api. Tapi tugas akhir yang telah bekerja sama dengan PT. Kereta Api (Persero) DAOP 8 ini masih diterapkan pada Kereta Api Komuter Surabaya – Sidoarjo. Berharap ke depannya dapat diterapkan di kereta api yang lain.</p>
<p>http://surabaya.detik.com/read/2011/07/27/111552/1690373/596/mahasiswa-its-minimalisasi-laka-ka-dengan-gps</p>
<p>http://v4.its.ac.id/berita.php?nomer=8848</p>
<p>http://www.beritajatim.com/citizenjurnalism.php?newsid=1086</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
number of view: 416]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/manfaatkan-gps-dan-google-map-kurangi-kecelakaan-kereta-api.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan, Sekolah Hebat yang Gratis</title>
		<link>http://www.firman-its.com/ramadhan-sekolah-hebat-yang-gratis.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/ramadhan-sekolah-hebat-yang-gratis.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 13:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arif Rahman Hakim “Sekolah Semakin Sulit dan Mahal,” demikian berita di halaman utama KOMPAS 6/7/2011. Di halaman yang sama ada juga judul: “Cari Sekolah, Kok, Susah Sekali?” Maka, atas kenyataan itu, wajar jika ada yang bertanya: “Adakah sekolah bagus, tapi gratis?” *** Mari perhatikan sekitar kita! Di saat-saat ini –di awal tahun ajaran baru- masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/07/19/ramadhan-sekolah-hebat-yang-gratis/arsya.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-901" title="arsya" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/07/19/ramadhan-sekolah-hebat-yang-gratis/arsya-e1311082789731-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Oleh: <strong>Arif Rahman Hakim</strong></p>
<p>“Sekolah Semakin Sulit dan Mahal,” demikian berita di halaman utama KOMPAS 6/7/2011. Di halaman yang sama ada juga judul: “Cari Sekolah, Kok, Susah Sekali?” Maka, atas kenyataan itu, wajar jika ada yang bertanya: “Adakah sekolah bagus, tapi gratis?”</p>
<p>***</p>
<p>Mari perhatikan sekitar kita! Di saat-saat ini –di awal tahun ajaran baru- masih terasa suasana ketika para orangtua sibuk memikirkan dan mencarikan sekolah untuk anak-anak mereka. Suasana prihatin mencuat, saat melihat fakta tentang sulitnya mendapat sekolah (yang baik) lantaran biaya sekolah yang semakin mahal, seperti tercermin di dua judul berita yang dikutip di paragraf pertama tulisan ini.</p>
<p>Tapi, alhamdulillah, sebentar lagi kita akan mendapat kesempatan belajar di sekolah hebat dan gratis selama satu bulan penuh yaitu lewat ibadah puasa Ramadhan. Di bulan Ramadhan, kita diwajibkan untuk berpuasa.<em>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.</em>” (QS Al-Baqarah [2]: 183).</p>
<p>Ramadhan itu sekolah? Sekolah itu gratis? Benar, puasa Ramadhan adalah semacam sekolah karena dengannya kita dididik secara sistimatis dalam hal kebaikan. Benar, sekalipun kita mendapatkan pendidikan yang berkualifikasi terbaik ternyata untuk itu kita tak harus pusing memikirkan biayanya, karena cuma-cuma.</p>
<p>Ramadhan adalah bulan untuk belajar. Belajar apa? <em>Pertama</em>, belajar peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan berpuasa, kita dapat merasakan bagaimana orang yang kurang beruntung menahan lapar dan dahaga setiap hari. Kita yang berpuasa, masih dapat makan dan minum setelah saat berbuka tiba. Bayangkanlah Si Miskin saat mereka harus menahan lapar dan dahaga selama berhari-hari.</p>
<p>Bulan Ramadhan juga memberikan kesempatan besar untuk berbagi kepada sesama. Bagi yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, akan mendapatkan pahala sebesar yang didapat orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Pahala tersebut akan diberikan Allah, meskipun yang diberikan untuk berbuka itu hanya sebuah kurma atau seteguk air. Maka, sungguh merugi jika di bulan penuh berkah ini kita tak belajar peka terhadap keadaan sekitar.</p>
<p><em>Kedua</em>, belajar lebih sabar. Puasa mendidik kita untuk lebih sabar. Inti puasa adalah menahan hawa nafsu. Semua nafsu –seperti nafsu makan-minum, nafsu marah, nafsu syahwat- kita kendalikan.</p>
<p>“Kesabaran itu ada tiga macam: sabar menghadapi musibah, sabar untuk taat, dan sabar menghindari maksiat” (HR Ibnu Abud-Dunya). Lalu, bagaimana dengan ungkapan yang popular di tengah-tengah masyarakat bahwa “Sabar itu ada batasnya”? Ungkapan itu tak berdasar. Kita harus ikhlas menerima dan menghadapi segala macam masalah yang ada.</p>
<p>Al-Quran mengatakan,</p>
<p><em>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan, sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk</em>.” (QS Al-Baqarah [2]: 45).</p>
<p>Jika memperhatikan ayat di atas, sabar (bersama shalat) merupakan media penolong terpenting saat kita disergap masalah. Dengan demikian, maukah kita membatasi sabar yang berarti mempersempit dan bahkan menutup peluang kita untuk keluar dari masalah yang mengepung kita? Maka, dengan logika sederhana itu, bagi kaum beriman sabar itu sungguh tidak berbatas.</p>
<p><em>Ketiga</em>, belajar disiplin. Bulan Ramadhan tanpa sadar mengajarkan kita berdisiplin. Contoh kecil, waktu makan menjadi lebih teratur. Waktu sahur, kita bersegera bangun. Saat berbuka puasa, kita bahkan sudah bersiap-siap di depan makanan beberapa menit sebelumnya. Sementara, jika di hari-hari di luar Ramadhan, banyak dari kita yang makan tanpa jadwal yang jelas karena berbagai alasan. Akibatnya apa? Karena tidak disiplin dengan pola makan, maka kita berpeluang dihampiri berbagai penyakit.</p>
<p><em>Keempat</em>, belajar jujur. Puasa mengajarkan kita untuk jujur. Lewat puasa Ramadhan kita dilatih berlaku jujur. Misal, sekalipun kita memiliki kesempatan untuk makan dan minum di tempat terlindung, tapi itu tidak dilakukan karena kita sedang berpuasa dan yakin bahwa perbuatan apapun pasti dilihat Allah. Saat berpuasa, kita dilatih untuk menyadari bahwa Allah selalu hadir di manapun kita berada.</p>
<p>Dengan gambaran di atas, sungguh menyenangkan, bukan? Ramadhan adalah sekolah dengan kurikulum hebat tapi tak menarik bayaran sedikitpun. Bersyukurlah jika kita masih berkesempatan bersekolah gratis di Madrasah Ramadhan. Belum tentu tahun depan kita mempunyai kesempatan yang sama. Untuk itu, sebagaimana murid yang mau masuk sekolah, maka fisik dan mental harus dipersiapkan secara baik dalam menyambut sekolah gratis ini. Rugi jika kita akan mendapatkan pelajaran hebat tapi kita tidak siap menerimanya. Jadi, jangan sia-siakan Ramadhan.</p>
<p>Kelak, setelah puasa Ramadhan selesai, seharusnya setiap orang menjadi lebih baik karena sudah ditempa di Madrasah Ramadhan. Misal, orang yang dulu malas-malasan shalat lima waktu, seharusnya menjadi sadar dan rutin mengerjakannya di luar bulan Ramadhan.</p>
<p><strong>Menuju Taqwa<br />
</strong><br />
<em>Alhamdulillah</em>, Ramadhan segera akan tiba. Maka, bagi kita yang beriman, pasti akan menyambut datangnya “Bulan pendidikan dan pelatihan” ini dengan penuh antusias. Sebab, bulan Ramadhan hanya datang setahun sekali. Artinya, butuh waktu cukup panjang agar kita dapat bertemu dengan bulan mulia ini, itupun dengan catatan jika masih ada nikmat umur buat kita.</p>
<p>Dengan demikian, kehadiran bulan suci Ramadhan seharusnya membuat umat Islam senang dan bahagia. Lalu, berpuasalah dengan niat ikhlas untuk mengharap Ridho Allah.</p>
<p>Akhirnya, semoga Allah menerima setiap amalan kita di Ramadhan dan menjadikan kita manusia yang bertaqwa. Mudah-mudahan kita dapat belajar dengan baik dan ikhlas selama Ramadhan. Pelajari dan amalkan setiap ilmu yang didapat. Untuk itu, persiapkan diri kita dengan baik dalam menyambutnya. Dan mari kita jadikan bulan mulia ini menjadi “sekolah” untuk keluarga dan anak-anak kita. “Ramadhan, marhaban!”</p>
<p><em>Penulis adalah alumnus Unair dan peminat masalah sosial-keagamaan</em></p>
number of view: 318]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/ramadhan-sekolah-hebat-yang-gratis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Blog</title>
		<link>http://www.firman-its.com/pelatihan-blog.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/pelatihan-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 03:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[Laboratorium Teknik Komputer PENS ITS yang biasanya di hari efektif dipakai mahasiswa PENS ITS, pada hari sabtu 30 April 2011 ada &#8220;mahasiswa kehormatan&#8221;. Mahasiswa kehormatan ini adalah guru-guru dari  SD IT Al-Uswah Surabaya  untuk belajar membuat dan mengoptimalisasi blog sebagai sarana pembelajaran. Peserta pelatihan yang berjumlah 40 guru ini dengan telaten dan suasana yang &#8220;hidup&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/30/pelatihan-blog/al-uswah.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-870" title="al-uswah" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/30/pelatihan-blog/al-uswah.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Laboratorium Teknik Komputer PENS ITS yang biasanya di hari efektif dipakai mahasiswa PENS ITS, pada hari sabtu 30 April 2011 ada &#8220;mahasiswa kehormatan&#8221;. Mahasiswa kehormatan ini adalah guru-guru dari  SD IT Al-Uswah Surabaya  untuk belajar membuat dan mengoptimalisasi blog sebagai sarana pembelajaran.</p>
<p>Peserta pelatihan yang berjumlah 40 guru ini dengan telaten dan suasana yang &#8220;hidup&#8221; memperoleh pengalaman baru dalam dunia bloger. Agar lebih menyemangati, panitia membuat kompetisi dari pembuatan blog ini yang penilaiannya untuk satu bulan kedepan.</p>
<p>Firman Arifin sebagai pemateri pelatihan ini juga memberikan bonus bagi peserta yang terpilih sebagai juara berupa domain dan hosting sebesar 1 GB. Domain name bisa dipilih sendiri sesuai kemauan sang pemenangan.</p>
<p>Sebelumnya, Firman  menjelaskan kepada peserta tentang apa itu blog dan apa pula manfaatnya. &#8220;Blog adalah kependekan dari Weblog, merupakan kumpulan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu. Blog dapat dilihat melalui browser  dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi dan interaktif karena bisa dikomentari dari para pembaca&#8221;.</p>
<p>Manfaat blog dalam kontek pembelajaran adalah:</p>
<ol>
<li>Meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran</li>
<li>Pengembangan pembelajaran on-line (E-Learning)</li>
<li>Menumbuhkan pembelajaran mandiri pada siswa</li>
</ol>
<p>Semoga pelatihan blog ini sebagai pengabdian masyarakat dari PENS ITS untuk guru-guru SD IT Al-Uswah dapat bermanfat untuk guru dan siswa dalam proses pembelajaran.</p>
<p>Berikut hasil pelatihan pembuatan blog:</p>
<p>bagussubuhhadi.wordpress.com</p>
<p>yunitafitrihandayani.wordpress.com</p>
<p>norisshine.wordpress.com</p>
<p>abdulazhim.wordpress.com</p>
<p>faizhasbi11.wordpress.com</p>
<p>ulyajnihatin.blogspot.com</p>
<p>ninikistiyawati.wordpress.com</p>
<p><del>sweetshalihah.wordpress.com</del> sulaikahkurniawati.wordpress.com</p>
<p>ennytrias.wordpress.com</p>
<p>ninik-jones.blogspot.com</p>
<p>ninikuswah.wordpress.com</p>
<p>anidiyasuryaniecuz.blogspot.com</p>
<p>faridatulqomariyah.blogspot.com</p>
<p>aurelsalsabilla.blogspot.com</p>
<p>wantiuswah.blogspot.com</p>
<p>Nai2hamaz.blogspot.com</p>
<p>rizkayamani.blogspot.com</p>
<p>lia-anies.blogspot.com</p>
<p>diqimuslim.blogspot.com</p>
<p>catatanku-satuhatiuntuksemua.blogspot.com</p>
<p>belajar-cerdassmart.blogspot.com</p>
<p>tetapdanselalusemangat.blogspot.com</p>
<p>yassireffendy.blogspot.com</p>
<p>semangat-hidupku.blogspot.com</p>
<p>kanghadi-kanghadi.blogspot.com</p>
<p>d3nyuswah.blogspot.com</p>
<p>cakadengguanteng.blogspot.com</p>
<p>sehatselalu.blogspot.com</p>
<p>yasminrafidatussoliha.blogspot.com</p>
<p>mariniAluswah-catatanterindahku.blogspot.com</p>
<p>aanirma37.blogspot.com</p>
<p>yulirminan.wordpress.com</p>
<p>rikamumtaz.blogspot.com</p>
<p>catatanhirameki.blogspot.com</p>
<p>idahmind.blogspot.com</p>
<p>anandyah.com</p>
<p>wafar.wordpress.com</p>
<p>indraraisuli.wordpress.com</p>
<p>gagakgulita.blogspot.com</p>
<p>dinanurfa.blogspot.com</p>
<p>wahjoe85.wordpress.com</p>
<p>Bagi guru yang alamat blognya belum tercatat, mohon menulis di bagian komentar agar kami bisa melengkapinya</p>
<p><strong>Tema Lomba</strong> : “Blog untuk Pendidikan, Inilah langkahku”</p>
<p>Penilaian blog meliputi:</p>
<ol>
<li>Isi Posting: terdapat minimal 5 Artikel dengan salah satu artikel wajib hasil karya sendiri dan sesuai dengan tema Lomba</li>
<li> Komposisi: Tampilan blog tidak monoton, variasi warna dan keindahan tampilan diutamakan</li>
<li> Kreatifitas dan Keaktifan dalam menulis sehingga tulisan bisa bersifat Inofatif, Informatif dan Menghibur</li>
<li> Gaya tulisan bebas dan menggunakan bahasa Indonesia yang ”baik” dan ”komunikatif”.</li>
<li> Blog harus berisi informasi penulis atau profil sekolah atau siswa</li>
<li> Peserta adalah guru SDIT Al-Uswah  yang terantum dalam daftar blog di web ini. Bagi yang belum terdaftar bisa menuliskan nama dan alamat blognya di bagian komentar.</li>
</ol>
<p>Penjurian:</p>
<ol>
<li>Penilaian akan dimulai 30 April 2011 sd 30 Mei 2011</li>
<li>Pemenang akan dipublikasikan di http://www.firman-its.com pada tanggal 3 Juni 2011</li>
<li>Keputusan Dewan Juri adalah mutlak</li>
</ol>
<p><strong>Keputusan Dewan Juri.</strong><br />
1. RIKA MUMTAZ, rikamumtaz.blogspot.com<br />
2. DIANA GAGAK, gagakgulita.blogspot.com<br />
3. SULAIKAH, sulaikahkurniawati.wordpress.com<br />
4. NORIANA, norisshine.wordpress.co<br />
5. YUNITA, m yunitafitrihandayani.wordpress.com</p>
<p>Selamat untuk pemenang dan peserta semua <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Al-Uswah yesssss!</p>
number of view: 813]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/pelatihan-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Qudwah</title>
		<link>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 06:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Rilis]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Model Pendidikan yang Efektif Oleh : Firman Arifin Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik  yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/04/the-power-of-qudwah/Kisah-kisah_Teladan_5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-831" title="Kisah-kisah_Teladan_5" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/04/04/the-power-of-qudwah/Kisah-kisah_Teladan_5-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a><strong>Sebuah Model Pendidikan yang Efektif</strong><br />
Oleh : Firman Arifin</p>
<p>Berbagai metode pendidikan sudah dicanangkan dan sudah diterapkan di lingkungan sekolah, baik  yang formal maupun informal. Contoh yang formal misalnya, cara belajar siswa aktif (CBSA). Harapan dampak dari CBSA ini, agar siswa sebagai peserta didik untuk aktif belajar tanpa dikomando alias tanpa selalu diawali dengan diberi tugas atau PR dan belajarnya tidak menunggu kalau ada ujian .</p>
<p>Namun apa yang terjadi? Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada penggagas metode ini, hasilnya kita bisa lihat. Metode ini cendrung “lepas”. Dalam artian, bagi siswa yang memang ada sifat dasar rajin, maka dia akan rajin belajarnya. Tapi, bagi yang tidak? Si siswa “menikmati” dunianya yang santai, bermalas-malasan dan mengalir seperti air untuk menutupi ketidakberdayaannya. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa karakter dasar bangsa kita, termasuk karakter siswa bukan karakter yang aktif dan kreatif.</p>
<p>Ada juga metode kompetensi. Sebuah metode yang berbasis kompetensi dengan  menekankan siswa lulus dari kriteria-kriteria tertentu sebagai syarat kelulusannya. Ada lagi metode-metode yang lain. Sekali lagi, dan untuk kesekian kalinya, metode pendidikan ini  seakan tidak berdaya mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.</p>
<p>Kalau kita cermati, metode-metode di atas, semuanya menekankan aspek kognitif saja. Padahal, pendidikan yang sebenarnya adalah sinerginya aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Inilah salah satu kesalahan terbesar metode pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Pendidikan kita sangat tidak memperhatikan aspek afektif, sehingga bangsa ini hanya tercetak sebagai generasi-generasi yang “pintar” tapi tidak memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini.</p>
<p><strong>Metode Apa yang Terbaik?</strong></p>
<p>Apakah ada metode yang terbaik untuk menyelesaikan masalah besar ini? Inilah PR besar kita. Kita harus mencari dan merumuskan metode yang terbaik untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Dan bukan metode coba-coba. “Buat anak kok coba-coba” <img src='http://www.firman-its.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Kita harus cari metode yang bisa merubah karakter bangsa dari pemalas, peminta-minta, dan korup menjadi bangsa yang bisa bangga akan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat.</p>
<blockquote><p>Saya teringat bagaimana Rasulullah Muhammad saw., berhasil merubah bangsa arab dari jahiliyah menuju bangsa yang cerdas dan maju. Bahkan kalau dilihat dari sudut pandang waktu, kemajuannya sangat fantastis. Kalau dihitung dari masa kenabian sampai beliau meninggal, beliau memerlukan waktu kurang lebih 38 tahun. Luar biasa.</p></blockquote>
<p>Ah iku kan nabi! Kalimat ini sering kita dengar sebagai pembenaran akan “kekerdilan” kita. Tapi kita lupa atau tidak serius mendalami kenapa dan mengapa Rasulullah bisa berhasil merubah karakter bangsa arab sedemikian dahsyatnya. Tarbiyah! itulah jawabannya. Ya, pendidikan dan pembinaan yang dilakukan Rasulullah bisa merubah karakter para sahabat.</p>
<p>Marilah kita menengok sejenak, apa resep Rasulullah dalam mendidik dan membina para sahabatnya. Tulisan kali ini, kita lihat bagaimana Rasulullah menyampaikan risalah kenabiannya yang berupa rukun Islam.</p>
<p><em>Pertama</em>, bab Sahadah. Rukun pertama ini bukan hanya sekedar keyakinan yang tidak bisa kita lihat dan kita rasakan. Tapi dengan jelas dan terang benderang bagaimana Rasulullah mendemonstrasikan kemahaesaan Allah. Rasulullah mengatakan tuhan hanya satu dan hanya kepadaNya kita meminta. Beliau tidak pernah  tercatat dalam sejarah meminta-minta kepada mahluk Allah lainnya semisal jin. Sungguh indah, ada paduan yang serasi antara lisan dan amal perbuatan yang tentunya bersumber dari hati yang bersih. Ini adalah keteladanan dalam bertauhid.</p>
<p><em>Kedua</em>, tentang sholat. Sebelum Rasullullah mencontohkan rukun sholat, tidak pernah beliau langsung memerintahkan, “Wahai sahabat sholatlah”. Tidak! Rasullullah sebelum memerintahkan kepada para sahabat beliau mempraktekkan bagaimana sholat yang benar. Rasullullah bersabda &#8220; <strong>Shallu kama</strong> ro-aitumuni ushalli &#8220;. ( Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat ). Perintah sholat diawali dengan melihat beliau sholat, disitu ada pendidikan dan keteladanan.</p>
<p>Rukun islam <em>ketiga</em>, tentang puasa. Suatu waktu Rasulullah mendapati sahabatnya puasa terus-terusan. Dengan tegas tapi lembut Rasulullah bersabda, &#8220;Saya puasa tapi saya juga berbuka&#8221;.</p>
<p>Beliau menjelaskan kepada sahabatnya bahwa puasa itu bukan berarti tidak makan dan minum dalam waktu yang lama yang bahkan tidak bersifat insaniah. Tapi puasa yang dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Rasulullah pun mencontohkan seperti itu, sehingga sahabat tadi &#8220;tidak berontak&#8221; meski niatnya untuk  اَللّهُ semata tapi caranya salah.  اَللّهُ tidak akan ridho. Ini bukti lagi sebuah kekuatan dari qudwah, keteladanan.</p>
<p>Zakat adalah rukun islam yang <em>keempat</em>. Infaq dan shodaqoh bagian yang tak terpisahkan dari zakat ini. Sejarah mencatat, nabi yang kala itu umur 25 tahun bisa memberi mahar ke khodijah 100 ekor unta dan untanya pun unta merah, unta terbaik. Artinya Rasulullah kaya. Maharnya saja besarnya seperti itu. Istrinya juga saudagar kaya raya.</p>
<p>Coba perhatikan, bagaimana akhir dari kehidupan keluarga Rasulullah yang kaya raya? Beliau tidak meninggalkan warisan untuk anak tercintanya, fatimah. Tapi beliau meninggal warisan untuk ummatnya yaitu quran dan sunnah.</p>
<p>Pertanyaannya, kemana harta kekayaan Rasulullah? Ya pasti, diinfaqkan di jalan  اَللّهُ.</p>
<blockquote><p>Para sahabat tahu pasti tentang hal ini. Sehingga tidak heran Umar ra dan Abu Bakar ra berlomba-lomba dalam bab zakat, infaq dan shodaqoh  ini. Umar separuh harta dan abu bakar semua hartanya. Luar biasa, lagi-lagi kekuatan keteladanan.</p></blockquote>
<p>Yang <em>terakhir</em> bab haji. Ada hikmah yg menarik, ketika Rasulullah menyuruh para sahabat yang naik haji untuk menunaikan salah satu rukun haji yaitu tahalul, para sahabat tidak ada yang &#8220;mau&#8221;.</p>
<p>Akhirnya beliau dengan sedih kembali ke tenda menemui istrinya. Istrinya tahu ada raut kesedihan di wajah Rasulullah. Beliau bertanya, ada apa ya Rasulullah? Beliau menjawab, &#8220;baru kali ini apa yang saya sampaikan tidak dilakukan oleh para sahabat&#8221;.</p>
<p>Dengan sigap, si istri langsung bertanya, &#8220;apa Rasulullah sudah mencontohkan?&#8221; Seketika itu Rasulullah sadar bahwa benar beliau belum mencontohkan bagaimana tahalul itu.</p>
<p>Kembalilah Rasulullah mengumpulkan para sahabat dan menyampai, &#8220;wahai sahabatku, marilah kita tahalul”. Sambil mengajak sahabatnya, beliau mencontohkan bagaimana tahalul itu. Seketika itu juga para sahabat memotong sebagian rambutnya sebagimana dicontohkan oleh Rasulullah. Top markotop.<strong> Bukti keteladanan harus ada di depan</strong>.</p>
<p>Hikmah apa yang bisa kita ambil? Keteladanan adalah harga mati dari sebuah proses pembinaan dan pendidikan. Anak kita, siswa kita, mahasiswa kita, ummat kita butuh keteladanan.</p>
<blockquote><p>Keteladanan harus hadir di rumah. Keteladanan harus hadir di depan kelas. Keteladanan harus hadir di pasar. Keteladanan harus hadir di kantor. Keteladanan harus hadir di parlemen dan Keteladanan harus hadir di eksekutif. Keteladanan harus hadir bersama kita.</p></blockquote>
<p>Ketika keteladanan sudah ada di bumi pertiwi ini, yakinlah &#8220;<strong>Indonesia Raya</strong>&#8221; akan berkibar dengan gagah perkasa.</p>
number of view: 730]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/the-power-of-qudwah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IKA PENS: Satukan Semua Lintas Angkatan</title>
		<link>http://www.firman-its.com/ika-pens-satukan-semua-lintas-angkatan.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/ika-pens-satukan-semua-lintas-angkatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 07:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[EEPIS-Online, Tak terasa PENS telah genap berusia 22 tahun. Institusi yang berdiri dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada pertengahan tahun 1988 ini telah melahirkan lebih dari 5000 alumni-alumni yang sukses.  Tidak hanya menyebar di Indonesia, alumni PENS juga tersebar di berbagai belahan dunia seperti Singapore, Norwegia, Jepang, Amerika, Arab. Oleh karena itu, sudah saatnya IKA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="navTengah">
<div id="isi">
<p><em><strong><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/11/30/ika-pens-satukan-semua-lintas-angkatan/reuni-pens-2010.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-799" title="reuni pens 2010" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/11/30/ika-pens-satukan-semua-lintas-angkatan/reuni-pens-2010-300x178.jpg" alt="" width="300" height="178" /></a>EEPIS-Online</strong></em>, Tak terasa  PENS telah genap berusia 22 tahun. Institusi yang berdiri dan diresmikan  oleh Presiden Soeharto pada pertengahan tahun 1988 ini telah   melahirkan lebih dari 5000 alumni-alumni yang sukses.  Tidak hanya  menyebar di Indonesia, alumni PENS juga tersebar di berbagai belahan  dunia seperti Singapore, Norwegia, Jepang, Amerika, Arab. Oleh karena  itu, sudah saatnya IKA PENS membangun sebuah koordinasi yang terstruktur  dan terorganisir dengan baik.</p>
<p>Pertemuan hari ini(28/11)  adalah Pra Pertemuan, sebelum pertemuan akbar alumni di ulang tahun  perak PENS yang genap berusia 25 tahun pada  2013 nanti. Acara dipandu  oleh Pak Firman, akrab disapa Cak Firman oleh para alumni. Suasana  kekeluargaan begitu terasa pada kegiatan yang mempertemukan semua  lulusan PENS lintas angkatan ini.</p>
<p>Kemudian, sambutan pertama dari Cak Sugeng, Alumnus  angkatan 90, mulai membakar semangat dari para alumni, beliau mengajak  untuk mendoakan semua dosen, guru, dan karyawan yang mana karena jasa  mereka sangat berperan penting dalam keberhasilan para alumni. Serta  menjadi titik tumpu sebelum memasuki dunia kerja. Alumnus jurusan  telekomunikasi tersebut sangat bangga dengan kualitas para alumni.</p>
<p>&#8220;Alumni PENS sudah sangat dipercaya di dunia  kerja, Jujur,di Perusahaan Philips yang saya tempati,mereka kagum dengan  alumni PENS, jadi cukup menulis lamaran saja, maka alumni PENS akan  langsung di diterima di perusahaan yang saya tempati.&#8221; ujar Cak Sugeng.</p>
<p>Acara diteruskan dengan pemilihan ketua IKA PENS  untuk  pertama kali. Para kandidat seperti Cak Ishyom, Cak Didik tampak  sangat bersemangat. Akhirnya, setelah melalui rapat yang begitu menarik,  diputuskan untuk voting.  Cak Ishyom terpilih menjadi ketua IKA PENS  yang pertama kali.</p>
<p>&#8220;Terimakasih atas kepercaayan yang diberikan  kepada saya, dan saya memohon dukungan dari semua angkatan untuk  mensukseskan Reuni Akbar di ulang tahun perak PENS ke 25.&#8221; tutur Ishyom  dalam sambutannya.</p>
<p>Beliau merupakan pelopor IKA PENS. Kemudian di sela  sambutannya ia bercerita bahwa sempat  mencoba beberapa kali untuk  menghidupkan alumni PENS pada beberapa waktu sebelumnya, tapi karena  terkendala banyak hal, dan cita-cita itu masih tertunda. Namun kini  cita-cita itu telah terwujud. Untuk menindak lanjuti hal ini, di  bentuklah koordinasi-koordinasi olehnya.</p>
<p>Mengingat hal  tersebut  merupakan langkah yang  perlu diambil untuk mempermudah koordinasi IKA PENS di tahun-tahun ke  depan. Acara dilanjutkan dengan nostalgia kampus oleh para alumni.  Terasa telah banyak perbedaan yang mengesankan dibandingkan ketika era  para alumni masih duduk di bangku kampus PENS. Foto bersama di lapangan  merah menutup serangkaian acara ini.(<em><strong>ziz/mel</strong></em>)</p>
</div>
</div>
number of view: 650]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/ika-pens-satukan-semua-lintas-angkatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tri Joko &#8216;Jackmania&#8217; Rubiyanto, Juara Desain Aplikasi iPad Tingkat Dunia di Las Vegas</title>
		<link>http://www.firman-its.com/tri-joko-jackmania-rubiyanto-juara-desain-aplikasi-ipad-tingkat-dunia-di-las-vegas.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/tri-joko-jackmania-rubiyanto-juara-desain-aplikasi-ipad-tingkat-dunia-di-las-vegas.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 23:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sain-Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Prestasi mentereng kembali ditorehkan putra Indonesia. Pada 11-14 Oktober, Tri Joko Rubiyanto menyabet jawara desain aplikasi iPad sejagat yang dihelat di Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) Mirage, Las Vegas, Amerika Serikat. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Di dunia maya, nama Tri Joko Rubiyanto dikenal dengan nama djackmania. Nama itu dipilih bukan lantaran dia penggemar klub sepak bola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/11/18/auto-draft/trijoko-ipad.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-796" title="trijoko ipad" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/11/18/auto-draft/trijoko-ipad-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Prestasi mentereng kembali  ditorehkan putra Indonesia. Pada 11-14  Oktober, Tri Joko Rubiyanto menyabet jawara desain aplikasi iPad  sejagat yang dihelat di Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) Mirage, Las Vegas,  Amerika Serikat.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Di dunia maya, nama Tri Joko Rubiyanto dikenal dengan nama djackmania.  Nama itu dipilih bukan lantaran dia penggemar klub sepak bola asal ibu  kota, Persija. Tetapi, bapak dua anak itu kadung karib dipanggil Jack  oleh rekan-rekannya. &#8220;Karena tinggalnya di Jakarta, sekalian saja  djackmania,&#8221; kata Jack saat ditemui di tempatnya bekerja di sebuah  kantor agen periklanan di kompleks Timah, Pancoran, Jakarta Selatan,  pekan lalu.</p>
<p>Ruangan kerja Jack cukup sederhana. Berukuran 16 meter persegi dengan  enam komputer yang ditata di tengah saling membelakangi. Dinding selatan  ruangan terdapat jendela kaca berhadapan dengan pepohonan akasia yang  lumayan tinggi. Ruangan mungil di lantai 2 itu pun menjadi cerah dan  seger. Tidak sumpek meski AC dimatikan.</p>
<p>Saat ditemui Jawa Pos, Jack sedang mengutak-atik iPad. Perangkat terbaru  produksi Apple Inc. itu dibungkus selubung kain yang membuatnya  terlihat eye-catching. Beberapa kali dia me-nutul-nutul dan  menggesek-gesek layar perangkat anyar itu dengan tangannya.</p>
<p>Jack lantas membuka sebuah desain aplikasi dan memamerkan kepada Jawa  Pos. Desain itu dibuat untuk perusahaan dengan merek dagang Ferguson,  sebuah produsen peralatan dapur dan rumah tangga yang kondang di negeri  Barat. Separo layar digunakan untuk gambar keran air. Jack menggunakan  warna dominan hitam dan hijau gelap. &#8220;Biar kelihatan mewah. Ini kan  merek high end. Jangan pakai warna terlalu cerah,&#8221; ujarnya mulai  nge-tips.</p>
<p>Lelaki gondrong itu lantas &#8220;mencolek&#8221; salah satu menu di baris bawah. Di  laman kedua itu Jack tetap memadukan warna hijau gelap dan hitam.  Gambar-gambar peralatan ledeng dia bikin simpel dan tidak terlalu ramai.  Satu frame, satu jenis peralatan ledeng. Rapi dan spesial.</p>
<p>Dua laman itu memang sederhana. Tapi, dua laman tersebut sudah cukup  untuk membawa lelaki kelahiran Ngawi, Jawa Timur, tersebut menyabet  jawara Kompetisi Studio 2010 TopCoder Open (TCO), turnamen pemrograman  komputer dan desain kreatif kompetitif terkemuka dunia. Jack meraup  hadiah duit USD 200 ribu (sekitar Rp 1,8 miliar dengan kurs USD 1 = Rp  9.000).&#8221;Tapi, pajaknya banyak. Dipotong sana sini menjadi tinggal USD  150 ribu,&#8221; katanya dengan dahi bekernyit. Berarti, jika dirupiahkan,  potongannya Rp 450 juta (USD 50 ribu).</p>
<p>Lomba tahunan itu diadakan TCO melalui situs topcoder.com. TCO tidak  semata mengadakan lomba. Situs itu bekerja sama dengan sejumlah merek  dagang internasional yang langsung membeli kreativitas para jawara jika  desainnya pas.</p>
<p>Jenis lomba yang diadakan TCO pun beragam. Mulai pemrograman,  arsitektur, hingga desain grafis untuk website dan aplikasi iPad. Nah,  khusus yang disebut terakhir, menurut TCO sebagai kompetisi studio.  Kompetisi tersebut diikuti ribuan peserta dari seluruh dunia. Awalnya,  para peserta diseleksi secara online selama empat bulan. Mereka harus  mengumpulkan poin-poin dari setiap desain yang mereka serahkan.</p>
<p>Setelah lulus seleksi, 14 orang akan dibawa ke babak semifinal dan  final. Dua babak penentuan itu digelar di MGM Mirage di Las Vegas,  Amerika Serikat. Penentuan juara berlangsung singkat. Hanya lima hari  mulai tanggal 11 hingga 14 Oktober lalu.</p>
<p>Di babak semifinal, 14 peserta dibagi dua grup. Di setiap grup, tiga  teratas akan dibawa ke final. Enam peserta itulah yang bakal bertempur  memperebutkan trofi bergengsi bagi para desainer. Jack bersaing dengan  semifinalis dan finalis dari beberapa negara. Di antaranya, Venezuela,  Filipina, India, Hongkong, Australia, Denmark, plus tiga rekan dari  Indonesia.</p>
<p>Babak final, kata Jack, merupakan babak yang paling menegangkan. Dia  memiliki nilai yang sama kuat dengan Dale Napier, peserta dari  Australia. Namun, juri akhirnya memilih karya Jack sebagai jawara  Kompetisi Studio 2010. &#8220;Rasanya bangga. Berkali-kali saya ikut lomba  ini, tapi tidak pernah juara. Akhirnya juara sekarang,&#8221; kata lelaki 34  tahun lulusan Jurusan Teknik Elektro ITS itu lantas tersenyum. (c4/kum)</p>
<p>http://www.jpnn.com/read/2010/11/17/77248/Tri-Joko-%27Jackmania%27-Rubiyanto,-Juara-Desain-Aplikasi-iPad-Tingkat-Dunia-di-Las-Vegas-</p>
number of view: 1036]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/tri-joko-jackmania-rubiyanto-juara-desain-aplikasi-ipad-tingkat-dunia-di-las-vegas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkah Ramadhan, Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan</title>
		<link>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan Inilah CEO&#8217;s note edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak perlu mikir. Ini gara-gara e-mail curhat seorang karyawan yang dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu alamat cc e-mail tersebut untuk saya sehingga saya ikut membacanya. E-mail itulah yang kemudian mendapat reaksi luas, bersahut-sahutan, dari karyawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/21/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/rokok-mati.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-787" title="rokok-mati" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/09/21/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan/rokok-mati-300x171.jpg" alt="" width="300" height="171" /></a>Dahlan Iskan: Soal Sepele dengan Pertaruhan Jabatan</p>
<p>Inilah  CEO&#8217;s <em>note</em> edisi ke-9 yang untuk menuliskannya tidak  perlu  mikir. Ini gara-gara <em>e-mail</em> curhat seorang karyawan yang   dikirim ke beberapa rekannya pertengahan bulan Ramadan lalu. Salah satu   alamat <em>cc e-mail</em> tersebut untuk saya sehingga saya ikut   membacanya. <em>E-mail</em> itulah yang kemudian mendapat reaksi luas,   bersahut-sahutan, dari karyawan lainnya.</p>
<p>Saya terus  mengikutinya dengan seksama. <em>E-mail</em> itu lantas  saya teruskan  ke semua direksi PLN. Mereka pun ikut menanggapi. Lalu  lintas <em>e-mail</em> antar karyawan itulah yang menjadi bagian pertama  CEO&#8217;s <em>note</em> kali ini. Sedangkan tanggapan para direktur saya  tempatkan di bagian  berikutnya.</p>
<p>Inilah CEO&#8217;s <em>note</em> dadakan karena  sudah harus terbit pada  akhir Ramadan. Agar berkahnya masih kuat.  Setidaknya, agar momentumnya  masih <em>nyambung</em>. Setidaknya lagi,  agar begitu bulan puasa lewat,  apa yang dimaksudkan dalam CEO&#8217;s <em>note</em> ini langsung bisa  dilaksanakan di semua kantor PLN di seluruh  Indonesia.</p>
<p>Sebenarnya,  sudah banyak pimpinan cabang PLN  yang menerapkan peraturan ini lebih  dulu dari pusatnya, tapi masih  sporadis. Beberapa pimpinan cabang PLN  memang ikut mengeluhkan  pengapnya kantor pusat saat mereka datang ke  Jakarta.</p>
<p>Saya  sendiri, di tempat saya yang lama (<em>Jawa Pos</em>,<em> </em>Red),   pernah mengeluarkan peraturan seperti ini. Jadi, bagi saya tidak ada   masalah. Hasilnya juga sudah terbukti sangat baik. Karena itu, kalau   sekarang saya dituntut karyawan PLN untuk mengeluarkan ketentuan yang   sama, ibaratnya <em>asu rindhik digitik</em>. Seperti orang lapar   tiba-tiba disuruh makan <em>xia fei</em></p>
<p>Bahkan,   ketentuan yang pernah saya buat di tempat saya yang lama itu lebih   keras. Larangan tersebut mula-mula hanya berlaku di ruang kerja. Lalu,   berhasil diperluas ke seluruh gedung. Dua tahun berikutnya lebih keras   lagi: Karyawan yang tidak memedulikan larangan itu tidak boleh memegang   jabatan struktural.</p>
<p>Terakhir, larangan tersebut   berbunyi: Barang siapa masih melakukannya, tunjangan kesehatannya (biaya   pengobatannya) dihapuskan! Untuk apa memberikan tunjangan kesehatan   kalau dia sendiri dengan sengaja mengorbankan kesehatannya!</p>
<p>Kebetulan,    semua direksi saya waktu itu tidak ada yang begitu. Setidaknya, sudah   tidak melakukannya lagi sebelum jadi direktur. Itu sebuah kebetulan  yang  hebat. Sekarang pun, tidak seorang pun direksi PLN yang  melakukannya.  Jadi, pasti, peraturan ini akan bisa ditegakkan dengan  keras.</p>
<p>Saya   perhatikan, di mana-mana, termasuk di  anak-anak perusahaan tempat saya  dulu bekerja, ketentuan seperti ini  sulit dilaksanakan karena satu  alasan: di antara pimpinannya sendiri  ada yang melakukannya. Bahkan,  sebagaimana bisa dibaca dalam kutipan <em>e-mail</em> di bawah nanti, ada  salah seorang direksi PLN yang di tempat lamanya  dulu, di sebuah unit  PLN, kerasnya melebihi saya. Di samping ada juga  yang lucunya sangat <em>mengabunawas</em>.  Yakni, seorang direktur yang  aslinya Surabaya dan memang alumnus ITS.</p>
<p>Maka,   untuk  meneruskan berkah Ramadan itu, ketentuan ini mulai berlaku di PLN  sejak  hari pertama masuk kerja pasca-Lebaran. SK direksinya sudah   diterbitkan awal September lalu. Sebetulnya saya malu. Mengeluarkan   ketentuan begini saja <em>kok</em> menghabiskan masa jabatan hampir   delapan bulan. Kesannya seperti pimpinan yang tidak tegas.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan    maju di seluruh dunia sudah lama menerapkannya. Kalau tidak segera   dibuat, kesannya, di bidang ini pun PLN ketinggalan jauh. Untung ada <em>e-mail</em> berikut ini. Bisa menjadi pemicu awal ketentuan baru ini:</p>
<p>***<em>Bulan   Ramadhan memang bulan penuh rahmat. Hikmah Ramadhan kali ini  tak  hanya membekaskan hikmah-hikmah spiritual, tapi juga yang lain.  Setelah  beberapa hari memasuki Ramadhan aku merasakan kelapangan  tersendiri  memasuki ruang kerja.</em></p>
<p><em>Ya, dada ini begitu lapang,  lega, dan nyamaaaannn.</em></p>
<p><em>Tidak seperti hari-hari  sebelum Ramadhan.</em></p>
<p><em>Semenjak kepindahanku ke PLN  Pusat ini lima bulan yg lalu, dada  begitu sesaknya. Bahkan sudah  semenjak pagi buta, saat baru keluar dari  pintu lift sekali pun.</em></p>
<p><em>Bahkan  terkadang aku malu saat punya tamu, dan mereka melihat  kantor PLN-ku  yang megah dan ber-AC tapi penuh dengan asap rokok.</em></p>
<p><em>Ya,  di hari kelimabelas Ramadhan hikmah besar ini aku rasakan.  Hilanglah  sudah bekas-bekas asap rokok. Rupanya perlu 15 hari tersendiri  untuk  menghilangkan sisa-sisa asap rokok itu. </em></p>
<p><em>Dada  menjadi begitu lapaaaang. Beraktivitas pun menjadi lebih  bersemangat.  Terasa sebuah kebersamaan hakiki: bekerja sehat adalah  milik bersama.</em></p>
<p><em>Alhamdulillah.</em></p>
<p><em>Lalu.</em></p>
<p><em>Adakah  ini bisa berlanjut sesudah Ramadhan? Selamanya? Adakah  bekerja sehat  ini akan berhasil kembali menjadi milik kita?</em></p>
<p><em>Aku  enggak tahu, apakah hanya aku yang enggak tahan dengan asap  itu?</em></p>
<p><em>Aku  engga tahu, apakah aku yang terlalu menuntut hakku agar udara  kamar  kerjaku bersih? Aku enggak tahu, apakah merokok di ruang AC memang   sudah dibenarkan? (sesuatu yg tidak aku dapati di unit-unit yang telah   kulalui).</em></p>
<p><em>Aku juga enggak tahu, apakah &#8216;hanya&#8217;  untuk bekerja sehat diperlukan  SK DIREKSI?</em></p>
<p><em>Hehehe. </em></p>
<p>(Supriyadi M.S., risk infrastructure, divisi  manajemen risiko)</p>
<p><strong> <em> ***</em> </strong></p>
<p><em>Kang  Supri, banyak orang menonjolkan ego dan urat sarafnya, hanya  karena  sebatang rokok. Kalau diingatkan bahwa merokok itu mengganggu   kesehatan&#8230; banyak yang menjawab yang tidak merokok pun banyak yang   mati duluan. Astaghfirullah. </em></p>
<p><em>Kalau orang luar  negeri datang ke kantor kita,  mereka merokoknya keluar gedung. Atau ke  ruang khusus tempat merokok.  Yakni saat rapat break 10-15 menit&#8230;  kemudian balik dan lanjut kerja.  PLN sudah lama punya buku COC (code of  conduct</em>,<em> </em>Red<em>) dan  sudah naik cetak edisi yang baru.  Tapi kayaknya hanya akan menjadi  etalase berikutnya kalau tidak  diimplementasikan. </em></p>
<p><em>Hanya  waktu yang akan  menjawab&#8230; apakah PLN bangkit&#8230; atau sebaliknya. Ini  hampir terjadi  di seluruh PLN. Lebih gawat lagi mereka juga masih  merokok di kamar  kecil alias WC. Maaf ini hanya mengungkapkan  ketidakberdayaan saya  melihat kondisi ini. Semoga masih ada waktu untuk  menikmati hari-hari  kerja TANPA ASAP ROKOK di luar bulan Ramadhan. (Tri  Prantoro</em>,<em> perencanaan korporat PT PLN).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Kok  sama ya. Ini juga kegelisahan saya. Saya pernah masuk ke salah  satu  ruang Kadiv (kepala divisi). Uh! Bau asap rokok. Yang juga berat   adalah: banyaknya puntung rokok di sekitar kita. Saya sudah minta bagian   umum untuk mengadakan pos penerimaan puntung rokok setelah Lebaran   nanti. Dengan imbalan Rp 1.000/puntung. </em></p>
<p><em>Kalau  memang aspirasi untuk sehat dari para karyawan sedemikian  kuatnya, ok.  Go! Kita tingkatkan upaya melarang merokok di ruang kerja  ini. Yang  masih melakukannya kita minta memilih: pilih tetap merokok di  ruang  kerja atau meninggalkan jabatannya! Setelah Lebaran mulai kita   berlakukan. </em></p>
<p><em>(Dahlan Iskan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Luar biasa&#8230; Dirut seperti ini yang kita   harapkan&#8230; yang mampu menyehatkan karyawannya. Kegelisahan kawan-kawan   semua ini sebenarnya juga dirasakan oleh sebagian besar kaum perempuan.   Hanya, umumnya tidak mau protes. Tapi, dari beberapa kali saya   komunikasi dengan pegawai/</em>outsourcing<em> wanita di PLN, sebenarnya   mereka juga keberatan. Hanya tidak mau ribut saja. Pilih diam.</em></p>
<p><em>Sebenarnya  sudah ada peraturan tentang hal ini yang bisa dijadikan  pedoman  termasuk sanksi-sanksinya. Hanya, masalahnya apakah pimpinan  kita  secara kolektif mau menjalankan apa tidak. Sudah terlalu banyak  aturan  di negeri ini&#8230; tapi yang kita harapkan sebenarnya pada tataran   pelaksanaannya.</em></p>
<p><em>Kalau kita perhatikan Perda dan  Pergub DKI, yang punya kewajiban  menegakkannya bukan hanya perokok,  tapi juga pimpinan perusahaan dan  pegawai secara umum. Pasal-pasal  dalam perda tersebut tidak dimuat di  sini. Intinya, perokok di dalam  ruangan kerja bisa dimasukkan penjara.  (Endro Yulianto).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>From: Manu Sukendro</em></p>
<p><em>Jika  seorang tukang ojek merokok sehari 1 bungkus, maka sebulan  telah  membakar tembakau Rp 300.000. Setahun Rp 3.600.000. Dalam 10 tahun  Rp  36.000.000. Padahal, jika uang sebesar Rp 10.000 dishadaqahkan,  Allah  menggantinya sebesar 10x, atau sebesar 700x, atau tak terhingga   tergantung keridhaan-Nya. Tergantung tingkat keimanan dan ketaqwaan   seseorang.</em></p>
<p><em>Katakan balasan dari Allah sebesar  700x, seorang tukang ojek yang  mau bershadaqah setiap hari (hadist  shahih mengatakan bershadaqah wajib  setiap hari), maka Allah akan  memberikan ganjarannya per hari Rp 10.000 x  700 = Rp 7.000.000, sebulan  Rp 210.000.000, setahun Rp 2.520.000.000,  atau 10 tahun Rp  25.200.000.000.000. </em></p>
<p><em>Balasan rizki dari Allah  bisa berupa harta yang mendatangkan  keberkahan, istri, anak-anak yang  saleh dan saleha, shadaqah dapat  memadamkan panas kubur, shadaqah dapat  menjadi naungan di Padang Mashar,  dll. (Muh. Manu S.).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Terima kasih pencerahannya. Mari kita  sama-sama menyesuaikan diri  dengan aturan yang ada, dengan niat ibadah.  (Iskandar, divisi  perbendaharaan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Aku  pernah ikut seminar di Gedung Serbaguna di Pusdiklat PLN di  Ragunan, a  few years ago. Tiba-tiba Pak Nur Pamudji (sekarang menjabat  direktur  energi primer PLN) dengan gagahnya mengambil mic dan berkata:  &#8221;Karena  ruangan seminar ini ber-AC, mohon peserta seminar yang merokok  di  ruangan ini diminta keluar oleh panitia&#8221; (demikian kira2 kalimat yg   saya ingat). Bahkan, ada yg cerita ke saya bahwa beliau mencabut rokok   dari mulut seseorang yg sedang merokok di dalam ruangan Jawa Bali   Control Center di Gandul. (Helmi Najamuddin).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Pak Eddy (direktur SDM), setelah saya  mengamati aspirasi karyawan  yang beredar di e-mail mereka, saya ikut  menanggapi: Lain kali ruang  Kadiv jangan diberi pintu, agar mereka  jangan menutup pintu dengan  alasan untuk merokok! Dalam e-mail itu saya  kemukakan bahwa siapa yang  merokok di ruang kerja akan kita suruh  memilih: merokok atau berhenti  dari jabatan/status karyawan. Mohon  disiapkan SK, dengan sanksi yang  benar-benar kita tegakkan (saya  sendiri bersedia jadi polisi). (Dahlan  Iskan).</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Besok saya akan mulai menyiapkan aturan   tersebut lengkap dengan sanksi disiplinnya, begitu pula prosedur   pengendalian &amp; penegakan GCG (termasuk pembuatan/pengelolaan situs </em>whistle   blower<em>). (Eddy Erningpramaja, direktur SDM)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Aku sedih&#8230; manakala ingatanku kembali pada  dua orang  bulik/tanteku, orang2 yang aku dekat dengan mereka&#8230; Mereka  sakit,  mereka berbulan-bulan batuk, mereka sesak napas, menderita&#8230;  Mereka  terkena kanker paru2, dan akhirnya mereka tidak kuat&#8230;</em></p>
<p><em>Mereka  bukan perokok, mereka setiap hari&#8230; dipaksa menghirup asap  rokok.  Orang bilang&#8230; mereka perokok pasif. Bulikku yang satu terpaksa  kerja  di satu ruangan&#8230; di kantornya&#8230; yang isinya orang-orang  yang&#8230;.  semuanya perokok.</em></p>
<p><em>Bulikku yang satunya lagi,  suaminya perokok berat. Dia habiskan  waktunya&#8230; bercengkerama, makan,  tidur dengan suaminya yang tidak  pernah lepas dari rokok&#8230; Aku  pikir&#8230;. mereka ini, bulik-bulikku,  sejatinya para korban orang-orang  yang kurang peduli&#8230;</em></p>
<p><em>Duh Gusti&#8230; ampunilah  dosa2 bulik-bulikku itu&#8230; Juga, limpahkan  kasih-MU bagi yang lain,  yang tidak berdaya, para korban perokok. Duh  Gusti&#8230; berilah petunjuk  kepada orang-orang yang kurang peduli itu&#8230;</em></p>
<p><em>Duh  Gusti&#8230; terima kasih dan puji syukur&#8230; aku haturkan.  Nyatanya&#8230;  Engkau telah berikan kekuatan padaku dan kawan2ku untuk  jadikan bilik,  lorong, selasar, dan ruang-ruang majelis tempatku  bekerja&#8230; terbebas  dari kurang peduli. (Murtaqi Syamsuddin, direktur  bisnis dan manajemen  risiko)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Saya sudah  merokok sejak kelas 5 SD. Maklum anak kolong. Puncaknya  waktu tugas di  Aceh Tengah selama 4 tahun, 96-99. Maklum udara sangat  dingin dan tiap  hari stres krn GAM. Bisa 3 bungkus sehari! Kretek lagi.  Saya 3x usaha  berhenti. Kali pertama dan kedua berhenti dgn niat krn  batuk dan nggak  enak badan&#8230; gagal total karena 6 bulan kemudian krn  badan mantap  terus merokok lagi. </em></p>
<p><em>Kali ketiga berhenti tahun  2005. Alasan? Nggak ada. Berhenti saja.  Sukses sampai hari ini. Supaya  terus sukses saya mendukung 100% larangan  merokok. Nggak usah bikin  ruangan khusus merokok atau apa pun. Nggak  ada gunanya. Di bandara  gagal! Nggak usah pake alasan kesehatan atau  ditakut-takuti pake gambar  tengkorak segala, percuma! Pokoknya tidak  boleh saja. (Nasri Sebayang,  direktur perencanaan dan teknologi)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Waktu  saya Kabag Operasi di Control Center Gandul tahun 2000, saya   berlakukan larangan merokok di Gedung Operasi Gandul. Alasannya:   &#8221;Bahaya Kebakaran&#8221; (habis gimana, pangkat cuma kepala bagian, di atas   masih ada kepala dinas dan kepala divisi di gedung yang sama, jadi  musti  cari alasan yang kuat). </em></p>
<p><em>Alasan yang  sebenarnya adalah saya tidak mau jadi perokok pasif  seperti buliknya  Pak Murtaqi. Sebab, di Gandul, asap rokok beredar  melalui saluran AC  sentral. Larangan ini mendapat dukungan luas, sampai  kepala divisi pun  (Pak Gultom) yang berkantor di gedung itu nggak berani  melanggar (Pak  Gultom alumnus Inggris, jadi paham benar soal sopan  santun merokok).  Mereka yang melanggar, saya cabut rokoknya dari  mulutnya, nggak peduli  atasan atau bawahan (saya dulu dijuluki  &#8221;Madura&#8221; karena galak banget  soal rokok ini). </em></p>
<p><em>Tahun 2005, GM P3B JB (Muljo  Adji)  mengeluarkan larangan merokok di semua gedung P3B JB dan masih  berlaku  sampai sekarang. Kalau Dirut mengeluarkan larangan merokok itu,  dukungan  akan datang dari 99,999% pegawai PLN. Karena sesungguhnya  yang merokok  ini sedikit sekali, tapi mereka mendominasi, seolah-olah  itu kebebasan  mereka. </em>Next turn<em>, larangan merokok harus masuk  surat pernyataan  ketika rekruitmen dan perjanjian kerja bersama. Setuju  dengan Pak Nasri,  nggak usah dibuatkan tempat merokok. Pokoknya  DILARANG. Titik. (Nur  Pamudji)</em></p>
<p><em> ***</em></p>
<p><em>Wah&#8230;  aku setuju 1000%. Bagiku, mending bau kentut daripada bau  rokok.  Kentut gak jelas pelakunya dan gak bisa dilarang&#8230; Kalo perokok,   pelakunya jelas&#8230; Larang aja! (Bagiyo, direktur pengadaan strategis).</em></p>
<p>***</p>
<p>Bismillah!  Ramadan kali ini kita kenang sebagai  bulan pemicu larangan merokok di  ruang kerja di seluruh PLN!</p>
<p>Mohon maaf lahir batin. <strong>(*)</strong></p>
<p><em>Dahlan  Iskan, CEO PLN</em>﻿</p>
<p>Sumber  JP.</p>
<p>[ Senin, 20  September 2010 ]</p>
number of view: 2401]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/berkah-ramadhan-soal-sepele-dengan-pertaruhan-jabatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

