<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: FAO - Firman Arifin Online &#187; Entrepreneurship</title>
	<atom:link href="http://www.firman-its.com/category/entrepreneurship/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.firman-its.com</link>
	<description>Belajar dan Bekerja dengan Cinta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jan 2012 11:57:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Apa manfaat SMS Center smsbisa!</title>
		<link>http://www.firman-its.com/apa-manfaat-sms-center.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/apa-manfaat-sms-center.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 03:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sain-Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=821</guid>
		<description><![CDATA[SMS menjadi sarana yang sangat penting dalam komunikasi. Karena kemudahan penggunaan dan murahnya teknologi SMS ini, sms menjadi “primadona” dalam komunikasi. SMS bisa dipakai sebagai sarana promosi, koordinasi antar institusi dengan personal, koordinasi antar kantor  pusat dengan daerah serta sebagai sarana untuk registrasi acara apapun maupun sebagai pusat pengaduan.  Sangat cocok untuk sekolah, lembaga sosial, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/03/23/apa-manfaat-sms-center/logo-smsbisa1.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-843" title="logo-smsbisa" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2011/03/23/apa-manfaat-sms-center/logo-smsbisa1.gif" alt="" width="200" height="100" /></a>SMS menjadi sarana yang sangat penting dalam komunikasi. Karena kemudahan penggunaan dan murahnya teknologi SMS ini, sms menjadi “primadona” dalam komunikasi.</p>
<div>
<p>SMS bisa dipakai sebagai sarana promosi, koordinasi antar institusi dengan personal, koordinasi antar kantor  pusat dengan daerah serta sebagai sarana untuk registrasi acara apapun maupun sebagai pusat pengaduan.  Sangat cocok untuk sekolah, lembaga sosial, lembaga dakwah, organisasi, parpol, tim sukses pilkada, klinik kesehatan dan lainnya.</p>
<p>Sejak 2001, kami meneliti dan mengaplikasikan teknologi SMS ini. Mulai sms gateway, mail to sms atau sms to mail samapai sms to fax dan sebaliknya. Dari beberapa yang kami teliti ini yang ada hubungannya dengan teknologi sms, masyarakat peminat atau pengguna sms lebih besar daripada pada fax dan email. Karenanya kami selalu mengembangkan fasilitas yang ada untuk sms center ini.</p>
</div>
<p>Fasilitas <span style="color: #ff0000;"><strong>SMS Center </strong></span><strong>smsbisa!</strong><br />
1. Ada <strong><span style="color: #ff0000;">pemberitahuan melalui suara</span></strong> setiap menerima SMS baru yang tertuju ke <strong><span style="color: #ff0000;">Nomor SMS Center </span></strong><br />
2. Ada format sms yang bisa masuk <strong><span style="color: #ff0000;">inbox format</span></strong> (sesuai dengan format yang ditentukan)<br />
3. Mengirim SMS dengan fasilitas phonebook baik untuk <strong><span style="color: #ff0000;">satu tujuan maupun broadcast</span></strong> berdasarkan group yang diinginkan.<br />
4. Men<strong><span style="color: #ff0000;">forward sms dari hp tertentu</span></strong> untuk dibroadcast ke group yang diinginkan.<br />
5. Panjang pengiriman sms <strong><span style="color: #ff0000;">bisa lebih dari satu paket</span></strong> (160 karakter) dalam satu kali kirim.<br />
6. <strong><span style="color: #ff0000;">Multi user </span></strong>. Bisa diakses oleh banyak user yang dilengkapi username dan password<br />
7. Setiap user yang mengirim sms, dapat<strong> <span style="color: #ff0000;">terekam waktu dan jumlah sms </span></strong>nya<br />
8. Bisa <strong><span style="color: #ff0000;">diakses lebih dari 1 komputer </span></strong>melalui jaringan LAN / WIFI bahkan bisa Online (kalau ada koneksi internet/speedy).<br />
9. Inbox, outbox (hasil reply) dan inbox format serta report pemakai pulsa sms <span style="color: #ff0000;"><strong>dieXprot ke Xls</strong></span> sehingga tidak perlu merekap dan menkonversi sendiri ke xls.<br />
10. Ada <strong><span style="color: #ff0000;">autosend ucapan selamat ulang tahun </span></strong>kepada anggota yang ada di phonebook. Kata sapaan dan kalimat ucapan selamatnya bisa disetting sesuai keinginan.<br />
11. Phonebook bisa <strong><span style="color: #ff0000;">di-Import dan Export via xls</span></strong></p>
<p><strong>SMS Center</strong><strong>smsbisa!</strong> bisa <strong>diupdate</strong> sesuai kebutuhan pelanggan dengan menghubungi <strong>081-5522-1-007</strong> atau email ke<strong><a href="mailto:firmanits@gmail.com">firmanits@gmail.com</a></strong></p>
<p><strong>FORMAT SMS</strong></p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">1</span><span style="color: #ff0000;">. Format Registrasi Anggota / daftar di phonebook</span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>reg # Nama Lengkap # Alamat #Tanggal Lahir # email</p>
<p>contoh:<br />
reg # Firman Arifin# Cluster Taman Sejahtera 31  Surabaya#1974-09-25 #firmanits@gmail.com</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>2. Format SMS <strong>smsbisa!</strong></strong></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>smsbisa</strong></span> # nama sms format # data 1 # data 2 # data 3 # data 4 # data 5 # data 6 # data 7<br />
data 1 sampai data 7 terserah pemilik <span style="color: #ff0000;"><strong>SMS Center</strong></span> <strong>smsbisa!</strong> untuk mendapatkan data apa saja yang diinginkan dari pengirim sms.<br />
data 1 sampai data 7 tidak harus dipakai semuanya, tergantung kebutuhan.</p>
<p>contoh:<br />
misal untuk registrasi test masuk lowongan kerja di PLN periode Januari 2011<br />
data 1 = nama lengkap, data 2 = nrp dan data 3 = ipk<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong><strong>smsbisa</strong></strong></span> # nama sms format # nama lengkap # nrp # ipk<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong><strong>smsbisa</strong></strong></span>#plnjan2011 # firman arifin # 7100xxxxx # 3.33</p>
<p>misal untuk registrasi acara<br />
data 1 = nama lengkap, data 2 = alamat dan data 3 = pekerjaan<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong><strong>smsbisa</strong></strong></span> # nama sms format # nama lengkap # alamat # pekerjaan<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong><strong>smsbisa</strong></strong></span>#seminar# firman arifin # CTS 31 Surabaya # Dosen</p>
<p>misal untuk registrasi kontrol berobat<br />
data 1 = nama lengkap, data 2 = alamat dan data 3 = poli<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong><strong>smsbisa</strong></strong></span> # nama sms format # nama lengkap # alamat # nama poli<br />
<span style="color: #ff0000;"><strong><strong>smsbisa</strong></strong></span>#seminar# firman arifin # CTS 31 Surabaya # mata</p>
<p><strong>Semua nomor handphone otomastis terekam dalam registrasi.</strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>3. Format SMS dari no hp Tertentu ke Group</strong></span></p>
<p>fsms# nama group # isi sms</p>
<p>contoh:<br />
fsms #dosen # Semua dosen harus sudah menempuh jenjang S2 per mei 2015.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : www.smsbisa.com</p>
number of view: 855]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/apa-manfaat-sms-center.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tri Joko &#8216;Jackmania&#8217; Rubiyanto, Juara Desain Aplikasi iPad Tingkat Dunia di Las Vegas</title>
		<link>http://www.firman-its.com/tri-joko-jackmania-rubiyanto-juara-desain-aplikasi-ipad-tingkat-dunia-di-las-vegas.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/tri-joko-jackmania-rubiyanto-juara-desain-aplikasi-ipad-tingkat-dunia-di-las-vegas.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 23:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sain-Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Prestasi mentereng kembali ditorehkan putra Indonesia. Pada 11-14 Oktober, Tri Joko Rubiyanto menyabet jawara desain aplikasi iPad sejagat yang dihelat di Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) Mirage, Las Vegas, Amerika Serikat. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Di dunia maya, nama Tri Joko Rubiyanto dikenal dengan nama djackmania. Nama itu dipilih bukan lantaran dia penggemar klub sepak bola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/11/18/auto-draft/trijoko-ipad.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-796" title="trijoko ipad" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/11/18/auto-draft/trijoko-ipad-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Prestasi mentereng kembali  ditorehkan putra Indonesia. Pada 11-14  Oktober, Tri Joko Rubiyanto menyabet jawara desain aplikasi iPad  sejagat yang dihelat di Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) Mirage, Las Vegas,  Amerika Serikat.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Di dunia maya, nama Tri Joko Rubiyanto dikenal dengan nama djackmania.  Nama itu dipilih bukan lantaran dia penggemar klub sepak bola asal ibu  kota, Persija. Tetapi, bapak dua anak itu kadung karib dipanggil Jack  oleh rekan-rekannya. &#8220;Karena tinggalnya di Jakarta, sekalian saja  djackmania,&#8221; kata Jack saat ditemui di tempatnya bekerja di sebuah  kantor agen periklanan di kompleks Timah, Pancoran, Jakarta Selatan,  pekan lalu.</p>
<p>Ruangan kerja Jack cukup sederhana. Berukuran 16 meter persegi dengan  enam komputer yang ditata di tengah saling membelakangi. Dinding selatan  ruangan terdapat jendela kaca berhadapan dengan pepohonan akasia yang  lumayan tinggi. Ruangan mungil di lantai 2 itu pun menjadi cerah dan  seger. Tidak sumpek meski AC dimatikan.</p>
<p>Saat ditemui Jawa Pos, Jack sedang mengutak-atik iPad. Perangkat terbaru  produksi Apple Inc. itu dibungkus selubung kain yang membuatnya  terlihat eye-catching. Beberapa kali dia me-nutul-nutul dan  menggesek-gesek layar perangkat anyar itu dengan tangannya.</p>
<p>Jack lantas membuka sebuah desain aplikasi dan memamerkan kepada Jawa  Pos. Desain itu dibuat untuk perusahaan dengan merek dagang Ferguson,  sebuah produsen peralatan dapur dan rumah tangga yang kondang di negeri  Barat. Separo layar digunakan untuk gambar keran air. Jack menggunakan  warna dominan hitam dan hijau gelap. &#8220;Biar kelihatan mewah. Ini kan  merek high end. Jangan pakai warna terlalu cerah,&#8221; ujarnya mulai  nge-tips.</p>
<p>Lelaki gondrong itu lantas &#8220;mencolek&#8221; salah satu menu di baris bawah. Di  laman kedua itu Jack tetap memadukan warna hijau gelap dan hitam.  Gambar-gambar peralatan ledeng dia bikin simpel dan tidak terlalu ramai.  Satu frame, satu jenis peralatan ledeng. Rapi dan spesial.</p>
<p>Dua laman itu memang sederhana. Tapi, dua laman tersebut sudah cukup  untuk membawa lelaki kelahiran Ngawi, Jawa Timur, tersebut menyabet  jawara Kompetisi Studio 2010 TopCoder Open (TCO), turnamen pemrograman  komputer dan desain kreatif kompetitif terkemuka dunia. Jack meraup  hadiah duit USD 200 ribu (sekitar Rp 1,8 miliar dengan kurs USD 1 = Rp  9.000).&#8221;Tapi, pajaknya banyak. Dipotong sana sini menjadi tinggal USD  150 ribu,&#8221; katanya dengan dahi bekernyit. Berarti, jika dirupiahkan,  potongannya Rp 450 juta (USD 50 ribu).</p>
<p>Lomba tahunan itu diadakan TCO melalui situs topcoder.com. TCO tidak  semata mengadakan lomba. Situs itu bekerja sama dengan sejumlah merek  dagang internasional yang langsung membeli kreativitas para jawara jika  desainnya pas.</p>
<p>Jenis lomba yang diadakan TCO pun beragam. Mulai pemrograman,  arsitektur, hingga desain grafis untuk website dan aplikasi iPad. Nah,  khusus yang disebut terakhir, menurut TCO sebagai kompetisi studio.  Kompetisi tersebut diikuti ribuan peserta dari seluruh dunia. Awalnya,  para peserta diseleksi secara online selama empat bulan. Mereka harus  mengumpulkan poin-poin dari setiap desain yang mereka serahkan.</p>
<p>Setelah lulus seleksi, 14 orang akan dibawa ke babak semifinal dan  final. Dua babak penentuan itu digelar di MGM Mirage di Las Vegas,  Amerika Serikat. Penentuan juara berlangsung singkat. Hanya lima hari  mulai tanggal 11 hingga 14 Oktober lalu.</p>
<p>Di babak semifinal, 14 peserta dibagi dua grup. Di setiap grup, tiga  teratas akan dibawa ke final. Enam peserta itulah yang bakal bertempur  memperebutkan trofi bergengsi bagi para desainer. Jack bersaing dengan  semifinalis dan finalis dari beberapa negara. Di antaranya, Venezuela,  Filipina, India, Hongkong, Australia, Denmark, plus tiga rekan dari  Indonesia.</p>
<p>Babak final, kata Jack, merupakan babak yang paling menegangkan. Dia  memiliki nilai yang sama kuat dengan Dale Napier, peserta dari  Australia. Namun, juri akhirnya memilih karya Jack sebagai jawara  Kompetisi Studio 2010. &#8220;Rasanya bangga. Berkali-kali saya ikut lomba  ini, tapi tidak pernah juara. Akhirnya juara sekarang,&#8221; kata lelaki 34  tahun lulusan Jurusan Teknik Elektro ITS itu lantas tersenyum. (c4/kum)</p>
<p>http://www.jpnn.com/read/2010/11/17/77248/Tri-Joko-%27Jackmania%27-Rubiyanto,-Juara-Desain-Aplikasi-iPad-Tingkat-Dunia-di-Las-Vegas-</p>
number of view: 1036]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/tri-joko-jackmania-rubiyanto-juara-desain-aplikasi-ipad-tingkat-dunia-di-las-vegas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cermin Kedermawanan Abu Bakar Ashidiq &#8211; Pendidikan karakter dari KETELADANAN Pemimpin</title>
		<link>http://www.firman-its.com/cermin-kedermawanan-abu-bakar-ashidiq-pendidikan-karakter-dari-keteladanan-pemimpin.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/cermin-kedermawanan-abu-bakar-ashidiq-pendidikan-karakter-dari-keteladanan-pemimpin.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 05:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Prof Nanat Fatah Nasir Suatu hari, Khalifah Abu Bakar hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khathab. &#8220;Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu Bakar?&#8221; tanya Umar. &#8220;Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar,&#8221; jawab sang khalifah. Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, &#8220;Engkau sekarang sudah menjadi khalifah, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Prof Nanat Fatah Nasir</p>
<p>Suatu hari, Khalifah Abu Bakar hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khathab. &#8220;Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu Bakar?&#8221; tanya Umar. &#8220;Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar,&#8221; jawab sang khalifah.</p>
<p>Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, &#8220;Engkau sekarang sudah menjadi khalifah, karena itu berhentilah berdagang dan konsentrasilah mengurus kekhalifahan.&#8221; Abu Bakar lalu bertanya, &#8220;Jika tak berdagang, bagaimana aku harus menafkahi anak dan istriku?&#8221; Lalu Umar mengajak Abu Bakar untuk menemui Abu Ubaidah. Kemudian, ditetapkanlah oleh Abu Ubaidah gaji untuk khalifah Abu Bakar yang diambil dari baitul mal.</p>
<p>Pada suatu hari, istri Abu Bakar meminta uang untuk membeli manisan.</p>
<p>&#8220;Wahai istriku, aku tak punya uang,&#8221; kata Abu Bakar. Istrinya lalu mengusulkan untuk menyisihkan uang gaji dari baitul mal untuk membeli manisan. Abu Bakar pun menyetujuinya.</p>
<p>Setelah beberapa lama, uang untuk membeli manisan pun terkumpul.</p>
<p>&#8220;Wahai Abu Bakar belikan manisan dan ini uangnya,&#8221; ungkap sang istri memohon. Betapa kagetnya Abu Bakar melihat uang yang disisihkan istrinya untuk membeli manisan. &#8220;Wahai istriku, uang ini ternyata cukup banyak. Aku akan serahkan uang ini ke baitul mal, dan mulai besok kita usulkan agar gaji khalifah supaya dikurangi sebesar jumlah uang manisan yang dikumpulkan setiap hari, karena kita telah menerima gaji melebihi kecukupan sehari-hari,&#8221; tutur Abu Bakar.</p>
<p>Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya Aisyah.</p>
<p>&#8220;Kembalikanlah barang-barang keperluanku yang telah diterima dari baitul mal kepada khalifah penggantiku. Sebenarnya aku tidak mau menerima gaji dari baitul mal, tetapi karena Umar memaksa aku supaya berhenti berdagang dan berkonsentrasi mengurus kekhalifahan,&#8221; ujarnya berwasiat.</p>
<p>Abu Bakar juga meminta agar kebun yang dimilikinya diserahkan kepada khalifah penggantinya. &#8220;Itu sebagai pengganti uang yang telah aku terima dari baitul mal,&#8221; kata Abu Bakar. Setelah ayahnya wafat, Aisyah menyuruh orang untuk menyampaikan wasiat ayahnya kepada Umar. Umar pun berkata, &#8220;Semoga Allah SWT merahmati ayahmu.&#8221;</p>
<p>Kisah yang tertulis kitab fadhailul &#8216;amal itu sarat akan makna dan pesan. Di bulan Ramadhan ini, kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga amanah.</p>
<p>Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke atas.</p>
<p>Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang baik maupun yang buruk. Dengan spirit Ramadhan, maka hendaknya para pemimpin memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Wallahu &#8216;alam.</p>
number of view: 1153]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/cermin-kedermawanan-abu-bakar-ashidiq-pendidikan-karakter-dari-keteladanan-pemimpin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melatih Kemembalan</title>
		<link>http://www.firman-its.com/melatih-kemembalan.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/melatih-kemembalan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 03:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[BEBERAPA waktu lalu diberitakan seorang remaja perempuan tega membunuh teman sekelasnya. Tubuh temannya itu dibuang di tepi sebuah hutan dalam keadaan membusuk di dekat sepeda motornya. Warga desa gempar karena tersangka adalah seorang remaja cerdas dan paling populer di sekolah. Hal serupa juga dialami seorang mahasiswi yang nyaris tewas di tangan temannya yang menumpang mobil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/08/12/melatih-kemembalan/RHENALD-KASALI.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-759" title="RHENALD KASALI" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/08/12/melatih-kemembalan/RHENALD-KASALI.jpg" alt="" width="151" height="194" /></a>BEBERAPA waktu lalu diberitakan seorang remaja perempuan tega membunuh teman sekelasnya. Tubuh temannya itu dibuang di tepi sebuah hutan dalam keadaan membusuk di dekat sepeda motornya.</p>
<p>Warga desa gempar karena tersangka adalah seorang remaja cerdas dan paling populer di sekolah. Hal serupa juga dialami seorang mahasiswi yang nyaris tewas di tangan temannya yang menumpang mobil sedannya. Penyerang ternyata juga seorang mahasiswi cerdas. Berita yang saya baca menyebutkan, mereka berkelahi berebut cowok yang sama, tapi setelah kejadian, si penyerang diberitakan menderita depresi hebat dan polisi menghentikan penyidikan. Teman-teman korban menyebut “perasaan dikalahkan”ada di balik kejadian tragis itu. Kedua kejadian itu mengingatkan saya pada peristiwa yang menggemparkan Desa Orinda di California, saat seorang remaja berusia 15 tahun menembak temannya.</p>
<p>Dia juga cerdas dan populer. Namun “merasa nol, tak ada apa-apanya” karena tetanggatetangganya relatif hidup lebih baik, dengan mobil, sepeda motor, dan rumah yang lebih bagus. Dia merasa tertekan dengan status ekonominya, sementara orang tua tetangga tampak penuh percaya diri, bahagia, dan teramat baik. Ketika ekonomi Indonesia membaik dan jumlah orang kaya membesar di negeri ini,tak banyak orang yang bisa berpikir bahwa jumlah orang miskin yang hidupnya semakin tertekan juga meningkat.</p>
<p>Mereka bukan hanya miskin materi, melainkan juga miskin tenaga dan kebahagiaan. Miskin mental, hidup tertekan saat dunia tak mengulurkan tangan dan mudah pecah.Bisakah kita melatih kemembalan bagi mereka?</p>
<p><strong>Mentalitas Pemenang</strong></p>
<p>Di atas mobil yang membawa saya pulang pada suatu petang yang basah, saya melihat ratusan sepeda motor yang marah.Mereka menggerung-gerungkan gas dan membunyikan klakson begitu keras saat sebuah mobil menutup jalan. Setiap kali mereka menunjukkan amarah, sulit bagi saya untuk tidak menaruh perhatian. Mata mereka yang tersembunyi di balik kaca plastik helm yang dipakai mendelik, melotot. Bibir menggerutu dan siap berkelahi.</p>
<p>Sopir saya memberi tahu bahwa rumah mereka masih sangat jauh dari titik ini. Dari Pondok Indah, sebagian menuju ke arah Karawang, sebagian lagi tinggal di Citayam, Bogor, dan bahkan lebih jauh dari itu. Dia memberi tahu saya bahwa teman-teman pengemudi motor yang dia kenal terpaksa menggenjot lalu-lintas agar sampai lebih cepat. Sudah hampir pasti, maut telah menjadi sahabat mereka. Dukun-dukun patah tulang yang saya kenal memberi tahu pasien mereka meningkat empat hingga enam kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Pasien-pasien itu adalah pengendara sepeda motor.</p>
<p>Tegang,cemas,merasa tak berarti telah menemani hari-hari sebagian besar masyarakat kita. Dalam situasi itu, mati tak lagi dipikirkan. Pikiran mereka sama tegangnya dengan para remaja yang saya sebut di pembukaan tulisan ini. Pikiran mereka berbeda dengan sejumlah orang yang tetap bisa tersenyum dalam menghadapi kemiskinan. Seorang pak tua tukang tambal ban asal Medan menyediakan meja belajar beserta secangkir susu kepada anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar.Atau seorang salesman yang setiap pagi begitu ceria menurunkan anaknya di Taman Kanakkanak Kutilang yang diasuh istri saya di beranda rumah kami.</p>
<p>Mereka hidup miskin, lantai rumahnya beralaskan tanah, atapnya bocor, dan lampu rumahnya remang-remang.Namun setiap sore istri mereka mengantar anak-anaknya belajar dan membaca di Rumah Baca. Saya mendengar anak-anak yang dulu belajar di rumah kami sudah ada yang kuliah di universitas yang dulu membesarkan saya. Ayah mereka semakin tua, tetapi mata mereka tetap bersinar,penuh harap agar anak-anak mereka maju dan berhasil. Mereka adalah orang-orang yang saya sebut bermental pemenang, seperti kata pepatah, “Winners never quit. Only quitters never win.” Mereka tahu hidup tidak melulu dari kumpulan kemenangan dan kemenangan.</p>
<p>Bahkan masa kecil mereka dihadapi dengan penuh kepahitan,kumpulan dari kesulitan-kesulitan dan kekalahan. Pemenang bukan tak boleh dikalahkan, melainkan harus menerima kekalahan. Justru karena tahu apa artinya dikalahkan, mereka menjadi membal, tak mudah hancur seperti telur yang jatuh. Mereka bertarung untuk menang, bukan sekadar tak kehilangan. Mereka tahu menang itu tidaklah mudah. Butuh kerja keras, keuletan, dan risiko.</p>
<p>Bahkan menang tak bisa didelegasikan kepada orang lain. Lebih dari itu pemenang tak harus menang terus. Kalau kalah,yang penting kita bisa segera kembali bertarung. Bukan menangisi kekalahan, marahmarah, dan membalas dendam tiada henti. Sikap pemenang ini sering digambarkan Nick Voichick yang tak memiliki tangan maupun kaki, tapi dia bisa hidup bahagia, tetap ceria, dan memberi semangat kepada banyak orang. Dia sering mempertontonkan kepada anakanak muda betapa tidak enaknya jatuh ke bawah.“Kalau Anda jatuh seperti ini, apa yang Anda lakukan?” “Bangun, ayo bangun! Tapi selalu saya katakan, bangun pakai apa? Anda bilang bangunlah dengan kaki dan tangan Anda.Tapi saya tidak punya apa-apa.</p>
<p>Bukankah dalam hidup ini suatu ketika Anda juga akan mengalami jatuh seperti saya dan sekalipun Anda punya kaki dan tangan,Anda akan merasakan seperti tak memilikinya? Maka apa yang Anda lakukan?” tanyanya. Anda pun mungkin akan menjawab, ya coba terus,“Saya sudah mencoba bangun dan belajar kembali tegak 100 kali.Tapi saya selalu gagal. Apakah yang harus saya lakukan?” Kalau saya mencoba 100 kali dan tetap gagal,apakah saya mampu berdiri? Tentu tidak.</p>
<p>Saya pun terus mencobanya. Meski 100 kali gagal, 110 kali saya coba berdiri lagi.Hanya kalau saya berhentilah, maka saya akan gagal. Setelah mencoba berkali-kali, saya menemukan caranya, seperti ini&#8230;.”Dia pun mempertontonkan cara berdiri dengan menggunakan kepalanya yang dijadikan telapak tangan, lalu tubuhnya dilengkungkan. Ajaib.Dia bisa berdiri tegak.</p>
<p><strong>Wirausaha = Kemembalan</strong></p>
<p>Berkali-kali saya selalu mengatakan cara terbaik melatih entrepreneur bukanlah dengan menjadikan mereka berorientasi pada kekayaan atau pengetahuan. Namun latihlah mereka menghadapi kenyataan hidup,yaitu siap menerima kekalahan, kerugian, atau kesulitan-kesulitan.</p>
<p>Sebab entrepreneur adalah seorang pengambil risiko. Hidupnya berada pada tembok-tembok ketidakpastian.Ada masa senang, untung, kaya, tumbuh, dan bergerak ke atas, tapi ada pula masamasa sulit, tertipu, salah prediksi, rugi,miskin,turun,dan bergerak ke bawah.Pengalaman hidup itu tidak melulu bergerak ke atas, melainkan juga bisa berlawanan arah.</p>
<p>Tanpa kemampuan memembalkan diri, entrepreneur akan bernasib malang,sama seperti remajaremaja putri yang kisahnya saya angkat di awal tulisan ini.Mereka hancur seperti telur, tidak mampu keluar dari himpitan dan ketegangan, tidak berani menatap realitas dan terkurung dalam kesulitan. Apakah Anda membiarkan anakanak Anda hidup dalam kekalahan yang demikian? (*)</p>
<p>RHENALD KASALI<br />
Ketua Program MM UI</p>
number of view: 804]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/melatih-kemembalan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Omzet Rp 120 Juta per Bulan, Berencana Buka Outlet di Mekkah dan Singapura</title>
		<link>http://www.firman-its.com/omzet-rp-120-juta-per-bulan-berencana-buka-outlet-di-mekkah-dan-singapura.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/omzet-rp-120-juta-per-bulan-berencana-buka-outlet-di-mekkah-dan-singapura.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 06:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[MotivAksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya &#8211; SURYA- Sejak lulus dan menyandang gelar sarjana Teknik Sipil ITS, Henky Eko Sriyanto, bukan malah menekuni ilmu dan keahliannya. Tetapi malah memilih menjadi tukang bakso yang tidak ada hubungannya dengan disiplin ilmunya. Namun melalui perjuangan kerasnya, Tukang Bakso ini sekarang memiliki omzet Rp 120 juta per bulan. Tidak hanya itu, Eko yang lahir, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/06/22/746/baksomalangcakeko.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-747" title="baksomalangcakeko" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/06/22/746/baksomalangcakeko-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Surabaya &#8211; SURYA- Sejak lulus dan menyandang gelar sarjana Teknik Sipil ITS, Henky Eko Sriyanto, bukan malah menekuni ilmu dan keahliannya. Tetapi malah memilih menjadi tukang bakso yang tidak ada hubungannya dengan disiplin ilmunya. Namun melalui perjuangan kerasnya, Tukang Bakso ini sekarang memiliki omzet Rp 120 juta per bulan.</p>
<p>Tidak hanya itu, Eko yang lahir, 4 Mei 1974 ini juga sudah mempekerjakan 400 pekerja. Mulai dari pekerja produksi sampai manajemen. Namun untuk sampai pada posisi ini diperlukan tidak hanya kerja keras, ulet, tahan banting, rai gedek, dan pantang menyerah.</p>
<p>Seluruh orang dekatnya, teman, keluarga, sampai mertua hampir semua mengolok-olok mahasiswa angkatan 1992 ini. Tidak saja karena status sarjananya dan memiliki keahlian di bidang bangunan. Tetapi juga dicibir bahwa tukang bakso adalah menyurung gerobak yang tidak jelas penghasilannya.<br />
<span id="more-746"></span><br />
Namun penilaian itu dianggap sebagai cambuk sekaligus tantangan. Eko bertekad mengubah image gerobak bakso menjadi mesin uang bukan recehan. “Bayangkan, orang-orang dekat saya, termasuk orang tua dan mertua ikut mengolok. Tetapi ini cambuk dan akan saya buktikan bahwa bakso saya bisa menjadi mesin uang,” tekad Eko empat tahun lalu.</p>
<p>Pria asli Arek Suroboyo ini memilih menjadi tukang bakso setelah gagal total selama empat tahun berbisnis. Inspirasi itu muncul saat dirinya pertama kali melihat Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Mimpi Eko terbangun di tempat persinggahan orang berduit itu.</p>
<p>Saat itu sekitar awal 2006. Suami Astri Indrayana ini melihat gerai bakso di bandara yang ramai disinggahi pembeli. Alih-alih membeli, punya uang saja pas-pasan. Eko pun memberanikan diri bertanya harga sewa out let ke Angkasa Pura. “Hampir saya nggeblak, harga sewa Rp 300 juta per tahun,” kenang Eko tanpa harus membeli baksonya waktu itu.</p>
<p>Meski kedengarannya di awang-awang, tetapi Eko yang sudah jatuh bangun membuka usaha, tak mau menyerah. Dalam perjalanan pulang ke Surabaya, dia tetap bermimpi menjadi tukang bakso.</p>
<p>“Saya langsung belajar sambil menjadi kuli bakso di Surabaya tiga bulan. Bagaimana membuat bakso, menggiling daging, sampai membumbui. Saya ingat saat baca buku, kalau mau sukses harus afirmasi dan visualisasi,” tekad Eko.</p>
<p>Pria yang selama mahasiswa menjadi aktivis di himpunan dan senat ini langsung mengucapkan keinginannya (afirmasi) dan mengambil gambar out let bakso bandara (visualsiasi). Tekad sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat.</p>
<p>Dengan hanya mengantongi modal Rp 2,5 juta, kembali Eko merantau ke Jakarta.</p>
<p>Dan 2006 memberanikan membuka out let di Pujasera Bekasi. Waktu itu diberlakukan sistem sharing 60 : 40. Hasil penjualan dibagi dua.</p>
<p>Setelah berkembang, mimpinya gerobak masuk mal terus dikejar. Mahasiswa ITS yang lulus dengan IPK 2,99 ini pun membuka out let di Tamini Square di Taman Mini, Jakarta Timur. Nama baksonya, Bakso Malang Kota Cak Eko.</p>
<p>“Belajar dari bisnis sebelumnya, saya harus punya mitra untuk menjaga usaha. Alhamdulillah berkembang pesat hingga sekarang. Tahun ini menunggu haji, saya akan buka cabang di Makkah, Madinah, Malaysia, dan Singapura,” ucap Eko semangat.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, bakso Cak Eko ini sudah memiliki 125 cabang. Setiap cabang rata-rata beromzet Rp 25 juta. Untuk cabang di Palu dan Bontang omzetnya mencapai Rp 120 juta per bulan.Nuraini Faiq</p>
number of view: 1322]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/omzet-rp-120-juta-per-bulan-berencana-buka-outlet-di-mekkah-dan-singapura.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monkeys Kingdom in Gunung Anyar Mangrove</title>
		<link>http://www.firman-its.com/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 05:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[“Only few hours after the escape, that monkey’s carcass was hung on a tree branch. Its face was ruined, its limbs were tore apart, it was all messed up! That must be the act of the native monkeys here,” told Firman Arifin, the manager of Wisata Anyar Mangrove (WAM), Gunung Anyar, Surabaya. “As a human [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://warungfiksi.net/wp-content/uploads/2010/04/Gunung-Anyar-Gazebo-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />“Only few hours after the escape, that monkey’s carcass was hung on a  tree branch. Its face was ruined, its limbs were tore apart, it was all  messed up! That must be the act of the native monkeys here,” told  Firman Arifin, the manager of Wisata Anyar Mangrove (WAM), Gunung Anyar,  <a href="http://warungfiksi.net/map-of-indonesia">Surabaya</a>.</p>
<p>“As a human kingdom, the monkeys are also acquainted with territory,  colonies, leaders, soldiers, and regulations. When an outsider monkey  tries to enter the territory, it would be considered as an attack  attempt. Mostly, the outsider is finished like that,” Firman added.</p>
<p>That is story about the 10 monkeys donated by the City Government for  the Mangrove Forest Ecotourism in Gunung Anyar, one of Pamurbaya  (Pantai Timur Surabaya or Eastern Coast of Surabaya) sectors. In Gunung  Anyar, we canceled the monkeys’ release. However, one monkey was escaped  and went directly to the mangrove forest by instinct. Then, as you  know, it accepted the tragic fate.</p>
<p>Well, there are already a monkey kingdoms in the eastern part of  Surabaya. A balanced natural ecosystem has been developed too. The <a href="http://warungfiksi.net/indonesian-vegetations-at-a-glance">vegetations</a> and animals in Gunung Anyar is pretty much the same as in Wonorejo  mangrove forest.</p>
<p>I think the differences are only the route and the management. So,  the natural view, boats and gazebos might be different each other.  Unlike mangrove tours in <a href="http://warungfiksi.net/sailing-through-the-mangrove-forest-in-wonorejo">Wonorejo</a>,  WAM’s route does not pass through the estuary (so no need to worry  about Crocodile <img src="http://warungfiksi.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif" alt=":P" /> ).</p>
<p>But still, after half an hour of sailing, the journey ends up on  Surabaya’s beautiful sea. That means, the Gunung Anyar mangrove forest  and the Wonorejo mangrove forest actually is connected. It is only 4 km,  if I am not mistaken.</p>
<p>WAM alone is located at Gunung Anyar street, two kilometers to the  east from UPN (Universitas Pembangunan Nasional), Eastern Surabaya. It  is reachable by any vehicles.</p>
<p>Currently, WAM make use of fisherman’s boats. One can carry up to 15  persons, including the driver. Made of unique bamboo, the boat is  stylish with the woven palm leaves. It is proven very fit and steady in  the middle of the sea, ask the fisherman’s who use the same boats for  years for a living.</p>
<p>The cost for becoming a passenger is just IDR 7,000 per person, get  ready to share seat boat with other tourists by that. In other hand, you  may rent it privately by IDR 80,000, including the driver and guide’s  fee. We (<a href="http://warungfiksi.net/warung-fiksi">Iksan</a>, my  friends from PAS FM, Yudha from Biology <a href="http://warungfiksi.net/its-forest-the-paradise-of-wild-birds-still">ITS</a>,  and I) chose the second. So we could go freely and rest to the gazebo.</p>
<p>WAM is the conservation of mangrove. Previously, it has developed by  the local government of Surabaya. It’s a Bappeko (Agency for Municipal  Development) project, precisely. Then the community in Gunung Anyar took  the initiative to manage it as a tourism site.</p>
<p>The Ecotourism Gunung Anyar Mangrove was then inaugurated by the  mayor of Surabaya, Bambang DH, on January 1st, 2010. There were also  chairman of the Surabaya Tourism Promotion Board Yusak Anshori, the head  of Gunung Anyar Tambak District Kanti Budiarti, urban planning expert  Johan Silas, and Firman Arifin as the head of neighborhood association  there.</p>
<p><em>SPLAAASH</em>!</p>
<p>We turned the head quickly. What. Was. That?!</p>
<p>Oh, my, my! From the gazebo, we saw two golden fur monkeys ran out of  the puddles in the middle of the mangrove forest. They are only three  meters from us. Damn, it’s long-tail monkeys, the monkeys that Firman  had talked about! Macaca fascicularis!</p>
<p>Unfortunately, we had only a coolpix, iPhone and BlackBerry camera.  You cannot grab a fast-moving object with those things. Moreover, when  you are getting closer, the monkeys would run away and hide. Huff!</p>
<p><img class="alignleft" title="Mangrove,  sea and fisherman's boat" src="http://warungfiksi.net/wp-content/uploads/2010/04/mangrove-and-sea-300x172.jpg" alt="Mangrove, sea and fisherman's boat" width="300" height="172" /></p>
<p>So  we just sit in the gazebo. Took some pictures of the boat, mangrove  rows, (perched, not flying) birds, or photographing each other, like the  ordinary tourist did. That’s all. Yet, it was so beautiful.</p>
<p>I was thinking about floating meeting on the river. Or in the gazebo.  With the view of mangrove forests in your right and left. Birds fly.  Just be quiet, and you’ll hear the monkeys sing the lullaby for you. [photos by Brahm]</p>
<p><a href="http://warungfiksi.net/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/">http://warungfiksi.net/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove/</a></p>
number of view: 738]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/monkeys-kingdom-in-gunung-anyar-mangrove.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gagas Ekowisata hingga Inovasi Konsultasi TA</title>
		<link>http://www.firman-its.com/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 01:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Sain-Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial-Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Kampus PENS, ITS Online &#8211; Meski sibuk dalam urusan kampus, Firman Arifin ST MT, dosen PENS ITS tetap peduli pada kehidupan sosial masyarakat. Didapuk menjadi Ketua Rukun Warga (RW) VII Gunung Anyar Tambak di Gunung Anyar, Firman bersama para wargannya menggagas konsep ekowisata mangrove. Kini daerah mangrove dapat menarik banyak wisatawan dari kota sendiri bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/08/658/firman-ciputra.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-659" title="firman-ciputra" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/04/08/658/firman-ciputra.jpg" alt="" width="250" height="167" /></a><strong>Kampus PENS, ITS Online</strong> &#8211; Meski sibuk dalam urusan kampus, Firman Arifin ST MT, dosen PENS ITS tetap peduli pada kehidupan sosial masyarakat. Didapuk menjadi Ketua Rukun Warga (RW) VII Gunung Anyar Tambak di Gunung Anyar, Firman bersama para wargannya menggagas <a href="http://wamsby.wordpress.com/" target="_blank">konsep ekowisata mangrove</a>. Kini daerah mangrove dapat menarik banyak wisatawan dari kota sendiri bahkan dari luar negeri.</p>
<p>Meski mangrove tak memiliki hubungan dengan Teknik Elektronika yang ia tekuni, Firman tetap enjoy. Pria kelahiran 25 September 1974 ini malah terlihat berbaur dengan masyarakat tambak dan nelayan. Program Wisata Anyar Mangrove (WAM) memang menjadi terobosan barunya sejak dirinya menjabat menjadi ketua RW.</p>
<p>Ide tersebut datang secara tak sengaja saat obrolan ringan antara Firman dan warga tempat tinggalnya. “Ide ini datangnya ya dari cangkruk,” katanya. Firman mengaku bila ide spontanitas itu mulai mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Tak tanggung-tanggun lima buah perahu sudah disiapkan untuk menyambut antusias para wisatawan. Dengan hanya berbekal Delapan ribu rupiah, pengunjung dapat menikmati eksotis panorama pesisir dan hutan mangrove.</p>
<p>“Wisata ini akan dikembangkan menjadi laboratorium Mangrove yang bisa digunakan sebagai ajang pembelajaran bagi sekolah-sekolah,” ujar Firman yang mengaku bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Konservasi (Yapeka).</p>
<p>Selain itu, wisata ini juga memberi keuntungan finansial bagi warga Gunung Anyar. Nelayan yang melaut pada malam hari sebagian bisa bekerja di WAM. “Malamnya mereka melaut, siangnya bisa bekerja disini,” ujar Firman yang mengatakan bila wisatawan korea bahkan pernah berkunjung melihat eksotisnya alam pesisir.</p>
<p><a href="http://www.firman-its.com/konsultasi-online-tugas-akhir-pens-its-bergaya-facebook.html"><strong>Aplikasi Facebook Permudah TA</strong></a><br />
Selain sibuk mengembangkan ekowisata, Firman ternyata tak lupa dengan tugasnya dikampus. Bahkan ia mampu <a href="http://www.firman-its.com/konsultasi-online-tugas-akhir-pens-its-bergaya-facebook.html">membuat inovasi baru dengan membuat aplikasi Facebook untuk mempermudah konsultasi antara dosen dan mahasiswa</a>. “Terkadang mahasiswa kesulitan mencari dosen pembimbing dikampus,” jelas Firman.</p>
<p>Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan mahasiswa dapat enjoy dalam berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya. “Dengan aplikasi ini, mahasiswa dapat perlu melaporkan progress TA nya dengan mudah, tanpa repot – repot mencari dosen pembimbingnya,” tutur Magister Teknik Elektro ini.</p>
<p>Hal yang membuat Facebook booming adalah kemampuannya yang bisa membuat orang saling mempublikasikan apa yang sedang ia lakukan. Hal inilah yang menjadi inspirasi Firman. Bila diibaratkan dengan magnet dan besi, dosen ibarat magnet dan besi ibarat mahasiswa, sehingga dosen dapat menarik mahasiswa dan mengarahkan mahasiswa dengan mudah untuk menyelesaikan TA nya.</p>
<p>Ternyata aplikasi ini tidak sia – sia, hal ini dibuktikan dengan berhasilnya salah satu TA milik mahasiswa yang dibimbingnya. TA ini berjudul<a href="http://www.firman-its.com/pantau-posisi-kereta-api-dengan-gps.html"> Sistem Informasi Posisi Kereta Api dengan menggunakan GPS untuk Keselamatan Penumpang</a>.Selain itu,TA ini juga masuk dalam salah satu PKM yang didanai Dikti.</p>
<p>“Sistem ini menerapkan teknologi GPS untuk menentukan posisi kereta api yang sedang melakukan perjalanan. Setelah didapatkan data posisi kereta api, kemudian dikirim ke server (Operator KA) menggunakan SMS gateway. Selain itu sistem ini juga dilengkapi dengan running text sebagai informasi posisi stasiun yang dilewati kereta api kepada penumpang,” jelas Firman.</p>
<p>Bahkan, karena kecermelangan ide ini, judul TA ini mendapatkan beasiswa dari Huawei. Dan mendapat dua penghargaan berupa pendanaan untuk penelitian dan pembuatannya. Pertama, Program Huawei Supporting Research Fund yaitu dana bantuan beasiswa penelitian untuk membuat Tugas Akhir.</p>
<p>Selain aktif sebagai dosen dan penggagas ekowisata, Firman mengaku memiliki hobi dalam menulis. Tulisannya pun ia kirimkan ke berbagai media dan dihimpun dalam sebuah website pribadi yakni www.firman-its.com. Firman mengungkapkan bila kunci dari menulis adalah membaca. Menurutnya, bila seseorang memiliki banyak informasi maka tulisan kita akan mengalir dengan sendirinya. “Itu dapat diibaratkan dengan bendungan yang penuh dengan air, jika kita membutuhkannya, maka air dalam bendungan akan mengalir,” pungkas Firman yang telah aktif menulis sejak masih menjadi mahasiswa. (kl/yud)</p>
<p><a href="http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6764">http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6764</a></p>
number of view: 1100]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/gagas-ekowisata-hingga-inovasi-konsultasi-ta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tugas Kewirausahaan</title>
		<link>http://www.firman-its.com/tugas-kewirausahaan.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/tugas-kewirausahaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 11:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Tugas Kewirausahaan tentang Bisnis Plan, harap ditulis di blog masing-masing dan menulis di komentar di bawah ini dengan menyetakan url blog Anda. number of view: 2350]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tugas Kewirausahaan tentang Bisnis Plan, harap ditulis di blog masing-masing dan menulis di komentar di bawah ini dengan menyetakan url blog Anda.</p>
number of view: 2350]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/tugas-kewirausahaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Bisnis? ada Modal untuk Mahasiswa PENS</title>
		<link>http://www.firman-its.com/mau-bisnis-ada-modal-untuk-mahasiswa-pens.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/mau-bisnis-ada-modal-untuk-mahasiswa-pens.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 12:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Bingung mencari modal buat usaha sudah bukan jamannya lagi. Tahun ini, PENS-ITS menawarkan Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) untuk mahasiswa kelas 2 untuk D3 dan kelas 2 dan 3 untuk D4. Selasa (9/3) Asisten Direktur III PENS-ITS, Miftahul Huda menuturkan, dana yang dikucurkan pemerintah mencapai 350 juta rupiah. PENS-ITS, ITS Online &#8211; Sosialisasi dan seminar kewirausahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/03/10/mau-bisnissolusi-untuk-modal-mahasiswa/pmw.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-588" title="pmw" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/03/10/mau-bisnissolusi-untuk-modal-mahasiswa/pmw.jpg" alt="" width="220" height="165" /></a>Bingung mencari modal buat usaha sudah bukan jamannya lagi. Tahun ini, PENS-ITS menawarkan Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) untuk mahasiswa kelas 2 untuk D3 dan kelas 2 dan 3 untuk D4. Selasa (9/3) Asisten Direktur III PENS-ITS, Miftahul Huda menuturkan, dana yang dikucurkan pemerintah mencapai 350 juta rupiah.</p>
<p><strong>PENS-ITS, ITS Online</strong> &#8211; Sosialisasi dan seminar kewirausahaan tersebut rencananya akan dilakukan akhir minggu ini. Untuk mengikuti program yang baru dua tahun berjalan ini, mahasiswa harus mengumpulkan proposal mengenai jenis usaha apa yang akan mereka lakukan. Setiap kelompok terdiri dari tiga hingga lima siswa, dan mendapatkan dana antara 24-40 juta. Sedangkan bagi perseorangan akan mendapatkan dana delapan juta rupiah.</p>
<p>Pihak Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) menjelaskan program ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas kewirausahaan di Indosesia yang masih rendah. Dalam sosialisasi program ini, Dikti menjelaskan bahwa salah satu penyebab rendahnya aktivitas kewirausahaan adalah mahasiswa lebih suka mencari pekerjaan dari pada membuka lapangan kerja sendiri.</p>
<p>PWM ini didelegasikan Dikti kepada PENS-ITS yang bekerja sama dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tujuannya untuk menjembatani mahasiswa PENS-ITS dalam memasuki dunia bisnis dan meningkatkan jiwa kewirausahaan dengan basis IPTEKS yang sedang dipelajarinya.</p>
<p>Mekanisme seleksi dimulai saat pendaftaran dan seminar yang diisi dengan sosialisasi PWM. Setelahnya, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan proposal. Setelah proposal disetujui, maka mahasiswa harus mampu mempresentasikan proposal pada tim penilai. &#8220;Tim penilai terdiri dari dosen PENS-ITS yang berkompeten serta beberapa perwakilan dari UKM yang ditunjuk,” tambahnya.</p>
<p>Setelah proposal resmi diterima, barulah mahasiswa berkewajiban mengikuti magang di UKM yang telah dipilih oleh PENS-ITS selama satu setengah bulan.”UKM yang dipilih harus sudah mempunyai Nomer Pokok Wajib Pajak (NPWP ),” jelas pria berkaca-mata ini. Setelah proses seleksi selesai dan persyaratan dipenuhi, maka mahasiswa yang terpilih berhak mendapatkan kesempatan emas ini dan memulai bisnisnya pada bulan Juni mendatang. (kl/tyz)</p>
<p>http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6620</p>
number of view: 696]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/mau-bisnis-ada-modal-untuk-mahasiswa-pens.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KreAng, Awalnya Hanya Ingin Dapat Kaos</title>
		<link>http://www.firman-its.com/kreang-awalnya-hanya-ingin-dapat-kaos.html</link>
		<comments>http://www.firman-its.com/kreang-awalnya-hanya-ingin-dapat-kaos.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 07:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.firman-its.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sangka jika keinginan awal KreAng, salah satu tim dari jurusan Teknik Elektro ITS saat mengikuti kompetisi bergengsi sekelas Axioo Intel Marketing Awards (AIMA), hanya berawal dari  keinginan mendapatkan kaos. Tim yang beranggotakan Fauzan Saiful HM, Hafid Amrullah, dan M Alwi Hasan, berhasil menyabet kategori Best Idea saat final tingkat nasional yang dilaksanakan di Jakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste"><a href="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/03/08/kreang-awalnya-hanya-ingin-dapat-kaos/kreang.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-569" title="kreang" src="http://www.firman-its.com/wp-content/uploads/2010/03/08/kreang-awalnya-hanya-ingin-dapat-kaos/kreang.jpg" alt="" width="220" height="165" /></a>Siapa sangka jika keinginan awal KreAng, salah satu tim dari jurusan Teknik Elektro ITS saat mengikuti kompetisi bergengsi sekelas Axioo Intel Marketing Awards (AIMA), hanya berawal dari  keinginan mendapatkan kaos. Tim yang beranggotakan Fauzan Saiful HM, Hafid Amrullah, dan M Alwi Hasan, berhasil menyabet kategori Best Idea saat final tingkat nasional yang dilaksanakan di Jakarta Sabtu (27/2).</div>
<div></div>
<div id="_mcePaste">Kampus ITS, ITS Online &#8211; AIMA adalah sebuah kompetisi ide pemasaran yang merupakan kerja sama vendor komputer lokal Axioo dengan Intel dan diikuti 200 mahasiswa se-Indonesia. Setiap tim diwajibkan untuk membuat ide dan strategi marketing yang tidak biasa dan mampu merealisasikan ide tersebut ke dalam bentuk sales activity. Dari kompetisi ini nantinya diharapkan akan lahir calon Marketer handal yang akan mengubah wajah industri dengan berbagai ide inovatif.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Terbagi menjadi empat kategori yaitu Best of The Best, Best Idea, Best Sales Performance, dan Most Voted Team, KreAng bersaing ketat di tingkat regional Surabaya-Denpasar untuk  memperebutkan tiket final ke Jakarta. Tim dari ITS ini berhasil meraih kategori The Best of The Best saat kompetisi regional yang berlangsung di Tunjungan Plasa Surabaya, Jumat (22/01).</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Cerita menariknya, keinginan awal mendapatkan kaos ternyata membuahkan juara “Awalnya memang hanya pengen dapat kaos, lumayan karena pendaftarannya gratis,” ungkap mahasiswa yang kerap disapa Fauzan ini. Tak disangka, tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Elektro angkatan 2006 ini memantapkan langkahnya menuju babak final. Mereka menjadi bagian dari sepuluh tim yang lolos seleksi di tingkat regional dan memaparkan konsep pemasarannya di hadapan para juri saat malam final.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Bermodalkan sebuah proposal berjudul Branding by Network, mereka menawarkan empat metode pemasaran Axioo. Terdiri dari tiga metode offline yakni Axioo Masuk Sekolah, PC for Village dan Axioo in University, serta satu metode online bernama Online Axilink Press.</div>
<div id="_mcePaste">Menjadi sangat mengejutkan di malam final ketika salah satu juri menilai ide mereka belum out of the box. “Sempat down juga waktu itu, tapi untunglah kami bisa mengatasi,” ungkap Fauzan. KreAng pun memaparkan senjata pamugkas mereka terkait dengan strategi pemasaran, Axioo in University. Yakni sebuah konsep yang telah mereka realisasikan seminggu setelah perlombaan.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div>Keunikan ide dalam memasarkan produk Axioo, mengantarkan KreAng memenangkan kategori The Best Idea tingkat nasional. Hadiah berupa piala  dan uang senilai 85 juta rupiah serta tiga notebook pun berhasil dibawa pulang. Tak heran jika KreAng menang dalam ajang tersebut. Selain karena kompetensinya, sesuai filosofi namanya pula, “KreAng berarti Kreatif dan menang,” terang Fauzan.</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div><strong>Sales Now, Entrepreneur Tomorrow</strong></div>
<div id="_mcePaste">Sales now, entrepreneur tomorrow, sebuah slogan yang menjadi andalan KreAng bukan tanpa bukti. Berawal dari kompetisi AIMA, laboratorium Jaringan Telekomunikasi Elektro ITS, kini berfungsi ganda. Tidak lagi sebagai laboratorium tapi juga sebagai lahan mengembangkan jiwa entrepreneur.</div>
<div id="_mcePaste">Sebuah CV didirikan sejak ketiga mahasiswa yang tengah sibuk mengerjakan tugas akhir ini melaju ke babak final kompetisi AIMA. Dengan konsep memotong distribusi antara dealer dengan user, mereka memberdayakan siswa SMK yang sedang magang untuk diberi pelatihan. Barulah kemudian, para siswa SMK ini nantinya akan terjun langsung menangani masalah service produk Axioo. “Rencana ke depan, kami berniat merapikan CV ini secara management, ” ungkap Fauzan.</div>
<div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">“Kami sangat bangga, karena bisa membawa nama ITS di kancah nasional. Mengikuti ajang ini sekaligus membuktikan bahwa orang teknik pun juga bisa terjun di bidang marketing, ” imbuh Fauzan di akhir pembicaraan. (fi/fn)</div>
</div>
<div></div>
<div><a href="http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6603">http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=6603</a></div>
number of view: 621]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.firman-its.com/kreang-awalnya-hanya-ingin-dapat-kaos.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

