Liputan Nobar G30S/PKI: Dirikan Masjid untuk Membina Anak-Anak PKI

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Nonton bareng (nobar) Film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) hampir merata di seluruh Indonesia dalam sepekan terakhir, tak terkecuali di Surabaya.

Seperti di Surabaya bagian timur, di Kejawan Putih Tambak, Kejawan Gebang dan Keputih dalam sepekan sudah lebih dari 5 titik nobar yang berdiri.

Tadi malam, Sabtu (30/9) SERUJI turut hadir dalam nobar yang diputar di halaman depan perumahan Cluster Taman Sejahter (CTS) yang terletak di perbatasan Kejawan Putih Tambak dan Kejawan Gebang.

Menurut ketua panitia, Firman Arifin, acara nobar G30S/PKI ini selain dihadiri warga CTS, juga dihadiri jamaah musholla Sabilillah dan warga RT 4 RW 2 kelurahan Mulyorejo.

Firman yang sehari-hari mengajar di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini menjelaskan bahwa acara ini spontanitas warga sebagai wujud kecintaan pada negerinya.

“Mulai dari penyiapan LCD dan layarnya, sampai konsumsi dipikul bareng tanpa mengambil kas RT. Ini salah satu bukti kecintaan kami kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ghoibil, Ketua RT 4 menyambut positif adanya acara nobar G30S/PKI tersebut dan menghimbau warganya untuk menontonya.

“Acara nobar ini bagus untuk kita semua, apalagi untuk generasi muda agar tidak kehilangan sejarah,” tutur Ghoibil.

Sebelum nobar dimulai, ada dua pemutaran video lainnya. Pertama video trailer acara nobar ini dan kedua video dokumentasi renovasi musholla Sabilillah dan wisata religi Pemuda Sabilillah.

Anak-anak kecil saling bersahutan saat melihat kakak atau ayahnya tampil di layar lebar, “Itu ayahku”. Anak yang lainpun tidak kalah kerasnya, “Itu kakakku juga ada”. Terlihat anak-anak sangat menikmati nobar ini.

Tokoh masyarakat yang disegani, H. Abdul Mu’thi yang turut hadir didaulat oleh panitia untuk memberikan arahan dan bimbingannya dalam melihat pemutaran film G30S/PKI tersebut.

Selain menyampaikan gerakan PKI dalam konteks luas, beliau juga menceritakan anggota PKI di sekitar Kejawan Gebang tempat lokasi nobar berlangsung, pada masa lalu.

“Disini saat PKI berkembang, tidak ada musholla apalagi masjid. Apalagi, warga Kejawan saat itu mayoritas miskin, sehingga sangat mudah dikader oleh PKI,” cerita Abah Mu’thi sapaan akrabnya.

“Kami pengurus Ansor (barisan pemuda NU -red) saat itu, berfikir keras bagaimana bisa membangun musholla atau masjid. Karena dengan adanya masjid, warga bisa diajak ibadah dan dididik serta dibina. Alhamdulillah anak-anak PKI di daerah ini sudah kembali bersama kita semua,” tambahnya dengan penuh semangat meski usia sudah menginjak 70an.

Ibu Yaroh, salah satu warga yang ikut hadir bersama 2 anaknya juga mengapresiasi acara nobar G30S/PKI tersebut.

“Film ini bagus untuk menanamkan jiwa kesatria, kepatriotan, kecintaan kepada agama, bangsa dan negara sejak dini kepada anak-anak,” ujarnya.

Film G30S/PKI yang diputar ini adalah film dengan durasi lengkap selama 3,5 jam. Tepat pukul 00.00 nobar selesai dan dilanjutkan bersih-bersih area nobar. (FA/Hrn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *