Labbaikallah dan Pemimpin Muslim

MADINAH – Kalimat talbiyah, Labbaikallah seringkali diidentikkan dengan amal haji dan umrah saja. Hampir dipastikan jika kita bertanya kepada orang Islam, kalimat talbiyah itu ya haji dan umrah.

Lihatlah di urutan berapa haji itu dalam rukun Islam? Rukun yang kelima atau yang terakhir. Artinya ada 4 rukun sebelumnya yang juga kita tunaikan.

“Saat diminta ibadah semua rukun Islam, maka kita harus menyambutnya dengan Labbaikallah seperti halnya bab haji. Baik itu sahadat, salat, puasa, dan zakat,” begitu nasihat Ustad Mudzoffar kepada jamaah umrah saat perjalanan dari Madinah ke Mekkah, Sabtu  (18/2).

Ada pertanyaan yang menggelitik dalam benak ini saat merenungi nasihatnya. Apakah kalimat talbiyah itu hanya untuk rukun Islam secara leterlek?

Ambil contoh misalnya bab kepemimpinan. Apakah untuk memilih pemimpin yang difirmankan dalam Quran Surat l Maidah 51 dengan Labbaikallah ? Ayat tersebut sudah sangat jelas agar memilih pemimpin yang muslim.

Ternyata umat muslim di Indonesia, terkhusus yang disoroti sekarang ini adalah Pilkada DKI abai akan kalimat talbiyah ini. Mereka dengan berbagai alasan cari pembenaran tentang sikap mereka itu.

Kalau dibaca lagi Al Maidah bukan hanya di ayat 51 saja, tapi coba baca sampai ke belakang. Terdapat ciri-ciri orang munafik dan orang muslim.

Sekarang pilihan ada di kita masing-masing . Maukah menyambut seruan memilih pemimpin dengan jawaban, Labbaikallah? Dari jawaban kita itulah dimana posisi kita berada.

Jika Anda masih berada di pilihan memilih pemimpin nonmuslim, masih ada waktu sebelum tanggal 19 April untuk merubah pilihan. Kami berdoa di depan Kakbah agar Anda diberi hidayah oleh Allah. Labbaikallah!

Tulisan ini pun kami tulis tepat selesai rentetan ibadah umrah tepat di depan Kakbah menjelang Subuh. Semoga doanya kami menggetarkan arsy dan memantapkan pemilih muslim untuk memilih pemimpin muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *