Pentingnya Mutaba’ah Yaumiyah

AYe-loginKadang jiwa ini melemah, asa menjadi goyah, jasad tak bergairah, pikiran bertamasya entah kemana, akhirnya hiduppun tidak indah. Pernahkah merasa seperti itu? Yang pasti, memiliki semangat hidup full itu pernah dialami setiap orang. Demikian juga hidup yang tidak bergairah. Apa yang kurang pada diri kita???

Mari kita tengok ke aktivitas jiwa kita, ruhiyah kita. Sudahkah ia diberi suplemen setiap harinya? Tidak hanya perut, yang perlu diberi makan agar kita bisa bergerak dan kuat. Tidak hanya otak yang perlu diberi nutrisi, agar menjadi manusia cerdas.Tapi ruh kita pun memerlukan nutrisi, suplemen bergizi. Agar kita menjadi manusia, yang tidak hanya kuat secara jasad, cerdas secara otak, tapi juga sehat dan bersih hatinya. Akhlaknya terpuji.

Mutaba’ah Yaumiyah adalah kegiatan evaluasi amal sehari – hari kita baik wajib maupun sunnah. Istilah umum mutaba’ah yaumi kurang lebih menjadi muhasabah atau renungan untuk memperhatikan kualitas iman kita. Melakukan mutaba’ah yaumiyah merupakan salah satu cara untuk mengecek kualitas iman. Rasulullah saw bersabda bahwa “Iman itu naik dan turun, maka sentiasa perbaharui iman kamu”.

Beberapa amalan harian itu antara lain sholat berjamaah di masjid, tilawah, qiyamullail, ma’tsurat, shaum senin-kamis, shaum ayyamul bidh (tengah bulan), tadabbur, hafalan Al-Qur’an, dan beberapa poin lainnya.

Besarnya manfaat melaksanakan amal yaumiyah mungkin tidak perlu diragukan lagi yaitu pahala dan kedudukan mulia disisi Allah SWT Aamiin. Ada sedikit kisah tentang Muhammad Al Fatih yaitu kisah ketika pemilihan imam shalat jumat pertama di konstantinopel. Awalnya, semua orang yang ditanyakan dengan posisi berdiri. Lalu dimulailah pertanyaan itu.

Pertanyaan pertama, “Siapa yang sejak akhil baligh pernah meninggalkan shalat wajib lima waktu maka duduklah?” Subhanallah tidak ada yang duduk.

Pertanyaan kedua, “Siapa yang sejak akhil baligh pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib maka duduklah”?” Sebagian pun mulai ada yang duduk.

Pertanyaan terakhir adalah, “Siapa yang dari akhil baligh pernah meninggalkan shalat tahajud maka duduklah?” Semua pun pada akhirnya kembali duduk rapi kecuali satu orang yaitu Muhammad Al Fatih.

Muhammad Al Fatih telah dan selalu menjaga amal yaumi hingga menjadikan dia sosok besar diusia muda. Karya fenomenalnya bisa menaklukan kota konstatinopel. Ya, Muhammad Al Fatih sebagai panglima perang yang “kuat” sesuai prediksi rasul.

Note:
http://proAYE.com/

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wAYeKita

Aplikasi AYe ini sebagai sarana memonitor, mengevaluasi dan menyemangati dalam beramal.

5 thoughts on “Pentingnya Mutaba’ah Yaumiyah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *