Bersiap Mencoba Big Data Untuk Bisnis Menengah?

Surabaya (Wowrack) – Data terus mengalir setiap hari, hampir tidak ada hari tanpa data. Handphone, Televisi, Komputer, Kartu Kredit semua mengirmkan data. Dan semua data yang terkirim ini bukan hanya dalam segi volume saja. Kecepatan pertumbuhan akan data juga sangat signifikan bahkan ahli data menyebutkan pertumbuhan data ini sangat mengerikan. Hal ini tidak lain karena data mengalami pertumbuhan dua kali lipat dalam dua tahun terakhir ini. Menurut perkiraan, data pada tahun 2020 akan mencapai 44 Zettabytes atau 44 Triliun GB. Besar sekali bukan? Tapi pertanyaannya adalah Bagaimana bisnis akan menyimpan data mereka jika tumbuh sangat cepat?

Hasil studi menyarankan bahwwa organisasi atau perusahaan yang tidak memiliki strategi data yang tepat akan jauh tertinggal dibandingkan dengan pesaing mereka yang sudah menerapkan strategi Data-Driven Insights. Studi dari IDC seperti yang dilansir oleh Entrepreneur mengungkapkan bahwa perusahaan yang menggunakan berbagai sumber data, alat analisis (misal, Analisis Prediktif) dan set metrik menghasilkan jauh lebih diatas apa yang diharapkan dengan strategi Big Data.

Sementara pemilik usaha kecil mungkin akan kewalahan dengan Big Data. Alasannya adalah ketika bisnis menengah mengalami perkembangan signifikan akan di iringi dengan meningkatnya data yang juga signifikan. Ketika pengolahan data dengan urutan yang benar, analisa yang sudah dianggap tepat masih tetap saja aka nada data penting yang mungkin dilewati atau bahkan juga hilang.

Data menyediakan kesempatan yang luar biasa bagi perusahaan untuk mengidentifikasi, menangkap dan mengeksekusi strategi kedepannya. Karena data inilah perusahaan bisa meningkatkan usahanya dari waktu ke waktu. Namun, bagi usaha kecil dan menengah atau UKM yang tertarik akan hal ini, maka perhatikan beberapa pertanyaan ini.

Hal mendesak apa saja yang paling mendesak dalam bisnis?
Pikirkanlah tentang masalah yang terjadi pada bisnis Anda yang mungkin sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Pengurangan karyawan, kehilangan pelanggan, pelayanan yang kurang memuaskan atau tidak dapat menepati deadline untuk pelanggan dan masalah lainnya. Prioritaskan hal ini sebelum Anda masuk dalam Big Data.

Dengan wawasan hasil data yang baik, bagaimana bisnis saya bisa mengatasi semua tantangan pasar?
Data sudah terkumpul, Anda sudah mengerti titik masalah dalam bisnis Anda yang sudah diperbaiki ataupun yang masih diperbaiki. Dari data tersebut Anda bisa menyusun rencana strategis kedepannya. Karena dari penelusuran data masalah yang ada dalam perusahaan, Anda bias menyelamatkan bisnis di masa yang akan datang.

Bagaimana mengenal pelanggan lebih baik?
Saat ini ada istilah Data-Driven Customer Inteligent, dimana dengan cara ini Anda bisa menganalisa dan memahami bagaimana pola pembelian pelanggan. Dengarkan apa yang mereka keluhkan, dan perhatikan pula seberapa sering pelanggan melakukan complain dan juga seberapa sering mereka menagnani masalah pelanggan Anda. Praktek ini akan membantu membentu Customer-Centic Strategies yang lebih baik.

Bagaimana menerapkan dan mengelola data yang telah tersedia?
Perusahaan maju berpikir memahami wawasan akan Data-Driven adalah pedoman yang baik untuk mengelola persoalan rumit dalam perusahaan menjadi lebih transparan, namun tetap kritis. Menggunakan data untuk menyoroti faktor-faktor ini dapat membantu mengembangkan rencana yang lebih baik untuk masa depan.

Big Data sangat berguna, karena dapat diterapkan untuk bisnis dari semua ukuran dan dapat membuat perbedaan dalam hal besar dan kecil. Yang harus Anda lakukan adalah memahami dimana letak kecocokan dalam manajemen organisasi/perusahaan Anda tentu dengan menggunakannya dalam konteks yang tepat. Menjawab pertanyaan diatas bukan hanya memberikan solusi untuk bisnis Anda dan juga membantu Anda menjernihkan pikiran mengenai Big Data. Disamping itu juga akan membantu Anda mengambil pendekatan struktur dalam memanfaatkan data. (Ulum/wwrk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *