Ustadz Yusuf Mansur: ODOJ Bukan Bid’ah, Sudah Mendunia-akhirat

yusufmansyurHidayatullah.com- Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an Ustadz Yusuf Mansur mengajak masyarakat untuk ikut program ODOJ. Menurutnya, program ini bukan perkara bid’ah, melainkan inovasi dalam berdakwah.

“Insya Allah (ODOJ) ini bukan bid’ah, ini ‘fikhuddakwah’. Ayo berlomba-lomba,” ujarnya pada acara “Damai Indonesiaku” Edisi Spesial Grand Launching One Day One Juz (ODOJ) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (4/5/2014) siang.

Yusuf Mansur menyampaikan apresiasinya atas perkembangan ODOJ selama ini. Menurutnya, ODOJ sudah berkembang secara nasional dan internasional, bahkan lebih dari itu.

“Kewajiban saya ikut mendorong. Strategi dakwah ini luar biasa. ODOJ ini sudah mendunia, sudah mendunia-akhirat,” ujarnya, seraya menjelaskan, bahwa orang yang membaca al-Qur’an akan didengarkan oleh para malaikat di langit.

Yusuf Mansur menilai, ODOJ merupakan bentuk kreatifitas dalam berdakwah. Yaitu mengajak umat untuk lebih dekat dengan al-Qur’an.

Dia menilai, ODOJ telah menyentuh berbagai kalangan masyarakat. Terbukti, banyak artis Muslim-Muslimah yang awalnya jarang membaca al-Qur’an, akhirnya jadi rajin setelah ber-ODOJ.

Dia meyakini, dengan mengikuti ODOJ, dengan lebih dekat kepada al-Qur’an, akan terjadi perubahan positif bagi para anggotanya.

“Nggak mungkin nggak ada perubahan,” ujarnya, yang berkali-kali mengutip ayat al-Qur’an sebagai dalil statemennya.

Habis ODOJ, Terbitlah ‘Shaumer’

Yusuf Mansur mengingatkan, dengan dekat kepada al-Qur’an, setiap Mukmin akan mendapatkan solusi berbagai permasalahannya. Mulai masalah cari jodoh sampai cari pekerjaan.

“Siapa di sini yang belum dapat jodoh? Siapa di sini yang belum dapat pekerjaan? Angkat tangan! Mungkin ngajinya itu masih kurang,” ujarnya, disambut acungan tangan sebagian hadirin.

Dengan membaca al-Qur’an saja, lanjut Yusuf Mansur, seorang Mukmin sudah (bisa. Red) terhindar dari neraka.

Ke depan, tambahnya, akan bermunculan berbagai kreatifitas dakwah semacam ODOJ. Mungkin terkait ibadah lain seperti puasa.

“Ntar ada lagi (program) ‘shaumer’, orang-orang yang berpuasa, (atau) mencari-cari orang-orang yang berpuasa untuk dikasih bukaan. ‘Shaum’ bahasa Arab, ‘er’ bahasa Inggris, (digabung) jadi ‘shaumer’,” ujarnya mencotohkan, dengan nada guyon khasnya.

Grand Launching ini dihadiri 30 ribuan hadirin, baik anggota ODOJ maupun yang belum atau baru mau bergabung. Pada acara yang disiarkan langsung sebuah televisi swasta ini, hadir sejumlah artis yang juga anggota ODOJ.*

Rep: Muh. Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

http://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2014/05/05/21035/ustadz-yusuf-mansur-odoj-bukan-bidah-sudah-mendunia-akhirat.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *