BlackBerry Bikin Stres dan Bunuh Diri

bb-inilahINILAH.COM, Jakarta- Kasus bunuh berulang mendera perusahaan telekomunikasi terbesar di Prancis. Namun salah seorang eksekutif perusahaan itu menyalahkan pada rentetan email dari smartphone dan komputer yang membuat stres para pegawai.

Kendati Chief Finacial France Telecom Gervais Pellissier tidak menyalahkan secara langsung kepada email yang bertubi-tubi atas aksi bunuh diri yang terjadi, ia mengatakan semua perusahaan besar mengalami tekanan besar di era BlackBerry.

France Telecom yang merupakan perusahaan induk dari Orange, telah melakukan penelitian setelah 22 pekerja bunuh diri dan 13 orang lainnya melakukan percobaan bunuh diri, sejak awal 2008. Pellissier mengatakan beberapa karyawan merasakan banyak tekanan akibat privatisasi France Telecom.

Tetapi ia menambahkan bahwa hal itu diperparah dengan teknologi baru yang menyebabkan mulai mengganggu kehidupan pribadi pekerja. ”15 tahun yang lalu, ketika Anda menjadi seorang karyawan menengah di sebuah perusahaan besar, Anda tidak punya ponsel atau tidak ada PC di rumah. Saat Anda sudah kembali rumah, pekerjaan ditinggalkan,” katanya.

Di AS, produk populer Research in Motion, BlackBerry diplesetkan menjadi “CrackBerry (CanduBerry)” karena beberapa penggunanya mengaku kecanduan mengecek email. Pellissier mengatakan sikap kecanduan itu menyebabkan lebih banyak korban dan telah diakui oleh perusahaannya atau perusahaan lain. Akibatnya karyawan akan kesulitan dan kebingungan karena percampuran antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional. Chief Executive France Telecom, Didier Lombard mengatakan awal bulan ini perusahaannya telah menambahkan pengawasan serta menyediakan layanan konseling sebagai salah satu cara preventif menghadapi aksi bunuh diri karyawan.

Kasus yang terjadi termasuk seorang pria menusuk perutnya sendiri saat sedang rapat, sementara seorang wanita meloncat keluar jendela. Pellissier mengatakan stres disebabkan oleh job desk yang berganti-ganti, keterampilan bekerja, dan status France Telecom berubah dari lembaga pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Ada sekitar15.000 orang dari 102.000 buruh kasar mengalami perubahan pekerjaan dalam lima tahun terakhir, sebagai dampak dari privatisasi, katanya. Dia mengatakan perusahaan harus melakukan banyak hal dalam minggu-minggu mendatang, untuk membantu menyelesaikan masalah bunuh diri itu. “Ini masalah serius. Kita harus menghadapinya,” katanya.[ito]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *