Dialog Warga Wisma Indah Berakhir Deadlock

Pengirim : Firman Arifin – detikSurabaya

Surabaya – Warga Wisma Indah dan petani tambak Gunung Anyar Surabaya telah berdialog dengan Kepala Dinas Bina Marga dan Pematusan, Sri Mulyono beserta stafnya pada Selasa malam (18/9/2007).

Seperti yang diduga sebelumnya, pertemuan antara warga Wisma Indah dan petani tambak dengan pemkot berakhir deadlock. Hal ini karena penjelasan pemkot dan argumentasi warga tidak ada titik temu.

Pihak pemkot menjelaskan tentang teori dan teknis dari sisi akademis. Sedangkan warga mengutarakan bukti riil di lapangan. “Pemkot seperti setengah hati, bisa dikatakan main-main tentang pembangunan rumah pompa ini.

Buktinya, pembangunan rumah pompa ini sudah bergeser tiga kali karena ditentang oleh warga Rivera Regency dan Gunung Anyar Emas. Ini menunjukkan data-data yang dikumpulkan oleh pemkot tidak akurat karena tidak melibatkan warga,” kata Ketua RW VII Gunung Anyar Tambak, Firman Arifin.

Untuk sementara, proses pembangunan rumah pompa ditunda dulu sampai ada kesepahaman bersama antara pihak pemkot dan warga. Untuk tindak lanjut menjembatani dua persepsi yang berbeda, dilakukan kesepakatan melakukan survei terlebih dahulu di lapangan oleh pemkot dan didampingi tokoh warga. “Baru dari hasil survey itu, dialog akan dilakukan lagi dan membahas kelanjutannya,” tambahnya. (firmanits@gmail.com) (fat/fat)

http://surabaya.detik.com/read/2007/09/19/105024/831769/468/dialog-warga-wisma-indah-berakhir-deadlock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *