Nikmatnya Bersyukur

Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel di rumah
berarti aku masih punya keluarga yang utuh. Terima
kasih, Tuhan…. Syukurlah, aku berkehendak untuk
memuji nikmat dan berkah-Mu.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore sebab itu
berarti aku mampu bekerja keras…, terima kasih,
Tuhan. Syukurlah aku berkehendak untuk memuji nikmat
dan berkah-Mu.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima
tamu di rumah karena itu berarti aku dikelilingi
teman-teman, terima kasih, Tuhan. Syukurlah, aku
berkehendak untuk memuji nikmat dan berkah-Mu.

Pakaianku terasa agak sempit karena itu berarti
makanku cukup kenyang. Terima kasih, Tuhan. Syukurlah,
aku berkehendak untuk memuji nikmat dan berkah-Mu.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju sebab itu berarti

aku memiliki pakaian. Terima kasih, Tuhan. Syukurlah,
aku berkehendak untuk memuji nikmat dan berkah-Mu.

Membersihkan halaman rumah, membersihkan jendela,
memperbaiki talang dan got karena itu berarti aku
memiliki tempat tinggal. Terima kasih, Tuhan.
Syukurlah, aku berkehendak untuk memuji nikmat dan
berkah-Mu.

Duduk kembali di kantor berarti masih ada perusahaan
yang mau memperkerjakan aku, bahkan perusahaan masih
mampu membayar gaji setiap bulannya. Terima kasih,
Tuhan. Syukurlah, aku berkehendak untuk memuji nikmat
dan berkah-Mu.

Mendengar nyanyian suara yang fals karena itu berarti
aku bisa mendengar. Terima kasih, Tuhan. Syukurlah,
aku berkehendak untuk memuji nikmat dan berkah-Mu.

Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari sebab itu
berarti aku hidup. Terima kasih, Tuhan. Syukurlah, aku
berkehendak untuk memuji nikmat dan berkah-Mu.

Akhirnya, aku perlu bersyukur mendapatkan e-mail ini
karena tidak sadar aku masih memiliki teman yang
peduli padaku. Terima kasih, Tuhan. Syukurlah, aku
berkehendak untuk memuji nikmat dan berkah-Mu.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *