Merintis Usaha Mandiri

Irna Gustia – detikfinance
Jakarta – Menghasilkan duit sendiri dengan berwiraswasta menjadi impian banyak orang ditengah ketatnya persaingan kerja. Sayangnya si pemula kebanyakan takut duluan meretas usahanya. Berikut kiat merintis usaha mandiri.

Redaksi detikFinance menerima banyak sekali surat dari pembaca, yang pada intinya adalah meminta petunjuk tentang bagaimana membuka wiraswasta sendiri. Mereka umumnya sudah memiliki modal sendiri antara Rp 10-50 juta. Intinya yang dipertanyakan adalah:

a. Bagaimana memilih usaha sendiri yang tepat?
b. Apa saja yang harus dipertimbangkan?
c. Bagaimana membagi modal untuk memulai usaha itu sendiri? Berapa porsi untuk bahan baku, tenaga kerja, promosi dll?
d. Bagaimana memisahkan antara keuangan pribadi dan dari usaha?

Jawaban

Dalam kondisi persaingan kerja yang sangat ketat saat ini maka wiraswasta adalah suatu solusi positif. Wiraswasta juga bisa menjadi salah satu cara menambah pendapatan untuk menunjang daya beli keluarga.

Apalagi iklim berusaha di era kini memberikan kesempatan yang besar bagi jenis usaha kecil dan menengah. Bahkan saat krisis ekonomi terjadi maka jenis usaha dengan skala inilah yang menjadi salah satu penyelamat bangsa.

Oleh karena itu kita semua baik pemerintah, masyarakat, media, lembaga-lembaga, asosiasi, siapa pun harus berkolaborasi dalam mensukseskan dan membantu orang-orang yang bermaksud untuk wiraswasta.

Tujuannya adalah untuk menggerakkan sektor riil sehingga roda ekonomi akan berputar. Pergerakan ekonomi ini juga akan berdampak pada timbulnya peluang kerja untuk menurunkan tingkat pengangguran dan kriminal.

A. Memilih Jenis Usaha yang terbaik maka sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik pengusaha.

Untuk lolos dari ketatnya persaingan bisnis maka pengusaha harus memiliki pengetahuan yang lengkap tentang jenis usaha yang akan dipilih.

Contoh bisnis katering, maka pengusaha harus tahu seluk beluk tentang memasak, meramu bahan mentah untuk memperoleh makanan dengan cita rasa yang enak, jenis masakan, peralatan pendukungnya, bagaimana menyajikannya, cara pengepakan, kebersihan, kesehatan dan lain sebagainya.

Keahlian khusus dalam membuat atau menjalankan bisnis yang dipilih. Misalnya katering, maka pengusaha adalah jago masak.

Pengalaman untuk melakukan jenis usaha tersebut mempunyai kedudukan yang setara dengan pengetahuan yang dimiliki. Contoh untuk katering maka sebaiknya pengusaha minimal pernah punya pengalaman dalam mempersiapkan masakan dalam jumlah yang banyak atau untuk keperluan suatu pesta atau acara tertentu.

Kompetensi dan Kemampuan dalam Pengelolaan Bisnis dan Perusahaan. Pengetahuan mengenai marketing, pengelolaan SDM, administrasi, leadership dan lain-lain.

Jadi kita bisa menyesuaikan seluruh hal terbaik dari suatu jenis usaha yang akan kita pilih, yang kita miliki berdasarkan poin-poin di atas. Saya menyarankan agar dipilih suatu jenis usaha yang paling dipahami dan paling dikuasai serta pernah punya pengalaman (mengelola/membuat/membantu orang lain) untuk usaha tersebut.

B. Jika penjelasan di atas adalah prioritas utama dalam memilih suatu jenis usaha yang paling cocok dengan karakteristik kita sehingga punya kemungkinan berhasil lebih besar dibandingkan jika kita buta sama sekali tentang jenis usaha tersebut.

Untuk lebih memperbesar kemungkinan keberhasilan suksesnya bisnis yang dipilih maka perlu juga mempertimbangkan faktor lingkungan dari jenis usaha tersebut. Ini sesuai dengan teori bisnis sesuai Sun Tzu yaitu The Art of War, bahwa jika kita ingin memenangkan pertarungan baik perang sesungguhnya atau perang bisnis maka kita harus memahami diri kita sendiri, memahami tentang musuh dan juga memahami medan pertempuran.

Jadi lingkungan atau eksternal yang dimaksud adalah kita harus mengetahui, memahami dan mempunyai informasi lengkap tentang pesaing atas jenis usaha sejenis, kondisi dan perilaku pasar, area lokasi, suplly and demand di daerah tersebut, ketersediaan bahan mentah atau staf Teknis, dan lain-lain yang berhubungan dengan kondisi eksternal dari jenis usaha tersebut.

C. Porsi modal atau proyeksi keuangan dari suatu usaha tentunya sangat tergantung kepada jenis usaha tersebut dan kondisi eksternal usaha itu sendiri. Untuk jenis usaha yang baru didirikan dan masih belum terlalu dikenal oleh pasar atau nasabah maka perlu alokasi anggaran yang besar untuk promosi atau marketing.

Sedangkan jika usaha tersebut sudah dikenal dengan baik oleh pasar dan juga merupakan produk yang diminati atau dibutuhkan oleh pasar maka alokasi anggaran bisa lebih diperbesar untuk produksi dan distribusi barang atau jasa.

D. Saya merekomendasikan dengan sangat agar keuangan pribadi dipisahkan dengan keuangan usaha. Memang keuntungan bersih dari usaha merupakan hak dari keuangan pribadi dari pemilik bisnis tetapi sebaiknya tidak seluruh keuntungan dipergunakan.

Perlu dipertimbangkan untuk menyisihkan sebagian dari keuntungan usaha untuk dana cadangan atau emergency fund dari Usaha. Dana ini bisa berguna di masa depan untuk keperluan ekspansi usaha dan juga bisa untuk sumber dana dalam keperluan darurat dalam mengelola usaha.

Terimakasih
Risza Bambang-Shildt Financial Planning
(ir/ir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *