AKSI SUPER DAMAI 212 BERSAMA IKADI JATIM

cts-31-212Bersyukur kami bagian dari 212.
Saat saya mau berangkat, 2 jagoan saya Muhammad Al Fatih dan Muhammad Ihsan tdk mau jadi penonton aksi, tapi mau terlibat aktif.

Alhamdulillah, pendidikan bagi kita semua tidak hanya di rumah dan kelas saja. Pendidikan ada juga di jalan, kereta, pesawat, monas, istiqlal dll itu adalah lahan pendidikan bagi kita semua, terkhusus mengkader anak-anak saya.

Berikut video kompilasi dari camera SLR dan DRONE P3Pro #212
Kerjasama antara saya dan anak-anak Muhammad Al Fatih dan Ihsan Muhammad 🙂

Kenapa Adzan harus dibunyikan Keras-Keras?

adzanOleh-oleh #212

Adalah teman saya, yang kebetulan non muslim, bertanya kepada saya, “kenapa kalau adzan harus dibunyikan keras2 dengan speaker pula?”.

Saya yang bukan ahli agama kemudian berpikir sejenak mencari jawaban yang mudah dicernanya, menjawab seperti ini “Bro, adzan itu adalah panggilan sholat, pasti dong namanya panggilan tidak mungkin dengan cara yang sama seperti berbicara atau berbisik2”.

Teman saya membalas “tapi kan di orang2 sekitar tidak semuanya muslim?”. Saya jawab lagi “benar. Bro, kita sekarang sedang ada di bandara, dengar kan announcement bandara selalu memberikan panggilan boarding?

Apakah kamu juga mempertanyakan ke mereka mengapa melakukan panggilan boarding pesawat YANG LAIN keras2 padahal bukan panggilan pesawatmu?”.

Dia tersenyum namun membalas lagi “tapi kan hari gini semua orang sudah tau dengan teknologi jam berapa waktu sholat apa, apa masih harus adzan keras2?”.

Saya pun kemudian menjawab “ya setiap penumpang juga kan sudah tau jadwal penerbangannya sejak pesan dan memegang tiket, kemudian check-in, sudah tercetak jadwal keberangkatannya di boarding pass, sudah masuk ruang tunggu, tapi tetap bandara melakukan panggilan boarding bukan?

Dan ada satu hal lagi mengapa adzan harus dikumandangkan, itu bukan hanya sebagai penanda sudah masuk waktu sholat tapi benar2 panggilan sholat, karena kami harus menyegerakan sholat.

Sama halnya semua penumpang harus menyegerakan masuk pesawat setelah panggilan boarding, walaupun masih ada waktu naik pesawat sampai pesawat tutup pintu”. Kali ini senyumnya bertambah lebar, lalu dia setengah memeluk aku sambil menepuk2 bahuku dan berkata “SUPER! I got it Bro!”

#Alumni212

Accountability VS Responsibility

arBanyak yang bertanya apa perbedaan keduanya. Keduanya berarti sama, tanggung jawab. Akan tetapi dalam praktik managemen keduanya berbeda.

Adalah Pak Hadi namanya, pemilik sekaligus pengemudi travel langganan saya. Saya selalu minta diantar dan dijemput oleh Pak Hadi setiap tugas ke luar kota. Cukup sederhana, hanya lewat WA dan semua beres. Uniknya yang menjemput atau mengantar tidak selalu Pak Hadi sendiri. Terkadang kalau Pak Hadi tidak bisa, beliau ‘meminta bantuan’ rekannya.

Begini proses kerjanya. Ketika saya memberi order penjemputan ke Pak Hadi via WA, beliau tidak pernah menolak. Pak Hadi kemudian melihat jadwal beliau apakah ada slot kosong untuk saya. Jika tidak bisa dia akan mencarikan sopir pengganti untuk saya. Sopir ini bukan anak buahnya tapi sesama pelaku bisnis travel. Ketika sudah dapat Pak Hadi info ke saya nama sopir, no telp, dan jam penjemputan.
Tiba di Hari H, pak Hadi menelpon si sopir pengganti untuk memastikan apakah saya sudah dijemput. Pak Hadi juga menghubungi saya apakah sudah bertemu / dijemput oleh si Sopir. Oh iya.. Pak Hadi juga menginformasikan ke si sopir pengganti tentang saya, profesi saya, serta warung tempat saya biasa makan kalau lapar.
Ditengah perjalanan Pak Hadi juga memonitor melalui si sopir apakah perjalanan lancar, apakah sudah sampai, dan lain sebagainya sampai saya selamat sampai tujuan. Menariknya, apakah Pak Hadi dapat fee dari si sopir pengganti? Setelah saya cek ternyata tidak.
Luar biasa bukan…

Ketika pak Hadi menerima order dari saya dan menyatakan OK, maka dia punya accountability untuk memastikan saya terjemput dan terlayani dengan baik. Saat dia tidak bisa menjemput saya, dia memberikan responsibility kepada sopir pengganti untuk menjemput dan melayani saya. Pada saat tersebut, accountability bukan berpindah ke si sopir, tapi tetap berada di Pak Hadi.
Tindakan pak Hadi yang tidak hanya mencari sopir pengganti tetapi juga memonitor dan memastikan semua berjalan lancar dinamakan ownership.

Indahnya jika bekerja dengan orang dan tim seperti itu.

Aspri WA Edisi Free Harus Registrasi

aspri-logo-webMohon maaf bagi user yang edisi free, mulai sekarang no Aspri “6289603432526” sudah tidak bisa dipakai lagi. Mengingat terlalu banyak user sehingga over quota. Khusus edisi yang berbayar, lancar. Karena 1 (satu) nomor whatsapp hanya untuk 1 atau maksimal 3 grup dari institusi yang memesan dan dipastikan tidak dipakai grup lainnya.

Sebagai solusinya, kalau Anda masih berkeinginan untuk melanjutkan dengan edisi free ini, dengan cara register ke wa: 081-55-22-1-007.

Sekali lagi mohon maaf.

Owner Aspri.WA

Firman Arifin

Statistik Pembicaraan dan Peserta Paling Aktif ada di Aspri WhatsApp

Selain fitur omset laporan otomatis dan kamus di Aspri atau asisten pribadi whatsapp yang sudah ditulis. Fitur yang tidak kalah menariknya adalah melihat statistik diskusi di grup WA per harinya.

Fitur ini sangat berguna saat seharian kita tidak buka wa grup kita, tanpa harus baca dari awal sampai akhir. Lalu pengin tahu tema apa yang didiskusikan dan siapa penulis terbanyak dalam tema-tema tersebut.

Cukup dengan ketik: stat. Maka akan mendapatkan reply secara japri tentang statistik siapa saja yang paling sering posting dan tema atau kata-kata apa yang sering didiskusikan.

aspri-stat

Seperti gambar di atas menjelaskan berapa banyak diskusi yang terjadi. Penulis atau yag posting terbanyak sampai 101 kali posting.

Untuk hasil statistik seperti gambar di atas, kalau disusun kalimatnya menjadi: enterpreneur cocok merubah dunia. Mantafff bukan :).

Fitur opsi lainnya bisa disesuaikan kebutuhan oleh grup wa kita kira-kira apa yang dibutuhkan dan sering di diskusikan di grup wa. Harapannya dengan aspri.wa ini bisa membantu memudahkan dalam merekap data yang didiskusikan.

Monggo dicoba bagi yang tertarik, jangan lupa syaratnya:
1. Simpan nomor hp Aspri.WA  yaitu 0877-5143-1745 dan
2. Masukkan nomor hp Aspri.WA di grup wa Anda.
3. Tidak perlu install software tambahan,  cukup aplikasi whatsapp.

Semoga bermanfaat.

Kalau ada ide dan saran bisa whatsapp di nomor kami 081-55-22-1-007

“Aspri WA, Solusi Notulensi dengan Happy”

Terima kasih