Pantai Baru Lon Malang di Madura

Libur telah tiba. Libur telah tiba. Hore, Hore, Hore…. Petikan awal lagu yang dinyanyikan Tasya terasa pas untuk menyambut liburan.

Hari sabtu 16/12 ini sebagai penanda akhir dari semester ganjil. Hampir semua sekolah membagikan rapor siswa kepada orang tuanya masing-masing.

Liburan di akhir tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya bersamaan dengan akhir semester, mulai dari sekolah dasar sampai SLTA.

Destinasi Wisata Alternatif
Batu Malang hampir selalu dijadikan tujuan wisata utama masyarakat Jawa Timur. Maka tak terhindarkan lagi, setiap akhir tahun kemacetan selalu ditemui mulai sebelum masuk kota malang sampai ke tempat wisata Kota Batu.

Karenanya diperlukan alternatif lain tujuan wisata. Sebagai alternatif tujuan wisata di wilayah Jawa Timur selain ke Batu Malang, tidak ada salahnya menikmati destinasi wisata ke Madura. Di Madura, khususnya sisi utara sangat menarik untuk dijadikan destinasi wisata pantai.

Pantai di Madura yang sudah terkenal sebelumnya adalah pantai Slopeng dan pantai Lombang. Kedua pantai ini berada di Kabupaten Sumenep.  Pantai Lombang terlihat di peta pulau Madura terletak paling ujung timur pulau.

Jarak Perumahan CTS, Cluster Taman Sejahtera, Kejawan Putih Tambak,/ Timur ITS, ke tujuan 104 KM

Nah alternatif “pantai baru” di pulau garam ini berada di Kabupaten Sampang. Lebih tepatnya, pantai ini berada di desa Bira Tengah, kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang.

Kalau Anda yang sudah pernah ke air terjun Toroan yang juga terletak di Kabupaten Sampang, pantai ini terletak tidak jauh dari air terjun tersebut. Jarak antara air terjun Toroan dan pantai baru ini hanya 9 KM.

Air Terjun Toroan, Desa Ketapang ke Pantai Lon Malang hanya 9 KM

Bagi yang belum berkunjung air terjun Toroan, sekalian mampir ke destinasi yang tidak kalah menarik ini.

Air Terjun Toroan dikala senja https://www.google.co.id/maps/place/Air+Terjun+Toroan
Air Terjun Toroan, http://fatih.firman-its.com/?p=58
Air terjun Toroan 2, http://fatih.firman-its.com/?p=41

Menariknya, penduduk setempat menamakan pantai ini “Lon Malang”. Hayo siapa yang tahu artinya? Apalagi ada nama kota Malang tempat destinasi favorit masyarakat Jawa Timur.

Biar penasaran, bagi wisatawan yang berkunjung ke “Lon Malang” ini bisa bertanya langsung ke warga setempat. 🙂

Oh ya. Jika Anda menuju ke Pamekasan atau Sumenep dari arah Surabaya atau arah sebaliknya, ada baiknya melalui jalur utara ini. Selain menghindari kemacetan di daerah Blega, bisa juga menikmati wisata yang baru ini.

Kemacetan di Blega dikarenakan pasar tumbah dan perbaikan jembatan dekat kantor polsek Blega. Petugas jaga harus buka tutup jalan untuk mengurangi kemacetan.

So, daripada macet dan akhirnya boring, lewat jalan sisi utara sekalian mampir ke beberapa destinasi wisata yang asyik. 🙂

Selamat berwisata bersama keluarga tercinta.

Lon Malang Kitchen. Resto mini untuk mengganjal perut
Sedikit karang batu di pantai. Sayang saat itu baru selesai hujan sehingga air laut tidak bersih
Ayunan Cinta. Maaf hanya dipraktekkan bagi yang sudah halal
Memandang masa depan yang cerah dengan penuh keyakinan
Ayunan Cinta bersama belahan hati 🙂

Heboh Animasi GIF Lecehkan Habib Rizieq di Whatsapp, Ini Penjelasan Pakar Sosmed

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pengguna aplikasi kirim pesan WhatsApp, sepanjang hari ini, Sabtu (4/11) digemparkan dengan munculnya sebuah gambar emoticon atau emoji dengan format GIF (gambar bergerak) yang memperlihatkan Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab dalam bentuk tidak senonoh yang melecehkan.

Akibat gambar tersebut muncul pesan berantai berisi seruan untuk memboikot WhatsApp yang dianggap telah dengan sengaja menyediakan gambar yang melecehkan seorang ulama Indonesia.

SERUJI mencoba menelusuri gambar dengan format GIF tersebut. Dimana caranya dengan mengklik tombol emoji yang berada dibagian kiri kolom pengisian pesan, kemudian pilih fitur GIF dan klik tombol search, serta masukkan kata kunci “Rizieq”.

Maka setelah diklik search, akan muncul gambar Habib Rizieq dalam gambaran yang tidak senonoh dan melecehkan.

Heboh GIF Habib Rizieq
Kumpulan Animasi GIF di aplikasi Whatsapp, salah satunya berisi gambar yang dibuat dengan sengaja untuk melecehkan Habib Rizieq.

Untuk memastikan apakah gambar tersebut memang dengan sengaja disediakan oleh WhatsApp atau ada pihak lain yang membuat, SERUJI menghubungi seorang Peneliti dan Pengamat Teknologi sosial media (sosmed) Firman Arifin.

“Sejak akhir tahun lalu, 2016, WhatsApp menambahkan fitur pengiriman animasi berformat GIF ke aplikasinya. Gambar animasi GIF muncul di WhatsApp minimum versi 2.17 yang bisa diunduh atau diupdate di Google Play Store,” terang Firman lewat pesan yang dikirim kepada SERUJI, Sabtu (4/11) malam.

Dijelaskan oleh Firman bahwa selain menyediakan fitur mengirim dan menerima animasi GIF, WhatsApp juga menyediakan fasilitas search engine GIF yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp.

“Search engine GIF tersebut menggunakan mesin dari dua perusahaan penyedia animasi GIF yaitu Tenor dan Giphy, bukan milik WhatsApp,” jelasnya.

Menurut perwakilan Tenor, lanjut Firman, pengguna WhatsApp dibagi antara kedua search engine perusahaan tersebut berdasarkan basis 50/50 dan secara acak menugaskan satu atau yang lain untuk memisahkan populasi.

“Search engine GIF ini bisa diakses dengan menglik icon emoji di kiri kolom pengetikan pesan. Aneka pilihan GIF berikut fitur search akan ditampilkan di tab terpisah di samping kolom emoji,” ujar Firman.

Menurut pria yang juga dosen di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini, disaat pengguna mengklik search maka sesungguhnya yang diakses adalah gambar GIF yang berada di kedua perusahaan yang menyediakan gambar GIF yang tidak hanya digunakan WhatsApp tapi juga oleh aplikasi sosmed dan kirim pesan lainnya.

“Sehingga pihak WhatsApp tidak bisa dituntut atas kontens yang berisi pelecehan pada Habib Rizieq tersebut, karena sesungguhnya kontens tersebut bukan milik WhatsApp,” ujarnya.

Firman menyarankan, kepada pihak yang dirugikan atas keberadaan kontens tersebut untuk melaporkan kepada Tenor atau Giphy, karena sesungguhnya siapapun dapat membuat gambar GIF dan mengupload ke sistem yang dimiliki kedua perusahaan tersebut.

“Siapun bisa mengupload atau membuat GIF animasi di tenor.com atau giphy.com sesuai login masing-masing pengguna. Di kedua penyedia GIF tersebut ada fitur, apakah GIF animasi yang kita buat mau dishare ke publik atau hanya untuk diri sendiri,” ungkap Firman.

Terakhir dijelaskan oleh pria yang sedang menyelesaikan program doktoralnya ini, bahwa pengguna Whatsapp harus memahami kebijakan WhatsAppp terkait kontens.

“Segala konten merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna sesuai perundang-undangan di negaranya masing-masing,” pungkas Firman mengutip ketentuan pengguna aplikasi WhatsApp.

Saat berita ini diturunkan, gambar GIF animasi yang melecehkan Habib Rizieq Shihab tersebut sudah tidak ada, dan berganti dengan gambar GIF seruan Habib Rizieq yang mengingatkan tentang hari akhirat. (Efka/ARif/Hrn)

https://seruji.co.id/iptek/informatika/heboh-animasi-gif-lecehkan-habib-rizieq-di-whatsapp-ini-penjelasan-pakar-sosmed/

Liputan Nobar G30S/PKI: Dirikan Masjid untuk Membina Anak-Anak PKI

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Nonton bareng (nobar) Film Pengkhianatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) hampir merata di seluruh Indonesia dalam sepekan terakhir, tak terkecuali di Surabaya.

Seperti di Surabaya bagian timur, di Kejawan Putih Tambak, Kejawan Gebang dan Keputih dalam sepekan sudah lebih dari 5 titik nobar yang berdiri.

Tadi malam, Sabtu (30/9) SERUJI turut hadir dalam nobar yang diputar di halaman depan perumahan Cluster Taman Sejahter (CTS) yang terletak di perbatasan Kejawan Putih Tambak dan Kejawan Gebang.

Menurut ketua panitia, Firman Arifin, acara nobar G30S/PKI ini selain dihadiri warga CTS, juga dihadiri jamaah musholla Sabilillah dan warga RT 4 RW 2 kelurahan Mulyorejo.

Firman yang sehari-hari mengajar di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini menjelaskan bahwa acara ini spontanitas warga sebagai wujud kecintaan pada negerinya.

“Mulai dari penyiapan LCD dan layarnya, sampai konsumsi dipikul bareng tanpa mengambil kas RT. Ini salah satu bukti kecintaan kami kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ghoibil, Ketua RT 4 menyambut positif adanya acara nobar G30S/PKI tersebut dan menghimbau warganya untuk menontonya.

“Acara nobar ini bagus untuk kita semua, apalagi untuk generasi muda agar tidak kehilangan sejarah,” tutur Ghoibil.

Sebelum nobar dimulai, ada dua pemutaran video lainnya. Pertama video trailer acara nobar ini dan kedua video dokumentasi renovasi musholla Sabilillah dan wisata religi Pemuda Sabilillah.

Anak-anak kecil saling bersahutan saat melihat kakak atau ayahnya tampil di layar lebar, “Itu ayahku”. Anak yang lainpun tidak kalah kerasnya, “Itu kakakku juga ada”. Terlihat anak-anak sangat menikmati nobar ini.

Tokoh masyarakat yang disegani, H. Abdul Mu’thi yang turut hadir didaulat oleh panitia untuk memberikan arahan dan bimbingannya dalam melihat pemutaran film G30S/PKI tersebut.

Selain menyampaikan gerakan PKI dalam konteks luas, beliau juga menceritakan anggota PKI di sekitar Kejawan Gebang tempat lokasi nobar berlangsung, pada masa lalu.

“Disini saat PKI berkembang, tidak ada musholla apalagi masjid. Apalagi, warga Kejawan saat itu mayoritas miskin, sehingga sangat mudah dikader oleh PKI,” cerita Abah Mu’thi sapaan akrabnya.

“Kami pengurus Ansor (barisan pemuda NU -red) saat itu, berfikir keras bagaimana bisa membangun musholla atau masjid. Karena dengan adanya masjid, warga bisa diajak ibadah dan dididik serta dibina. Alhamdulillah anak-anak PKI di daerah ini sudah kembali bersama kita semua,” tambahnya dengan penuh semangat meski usia sudah menginjak 70an.

Ibu Yaroh, salah satu warga yang ikut hadir bersama 2 anaknya juga mengapresiasi acara nobar G30S/PKI tersebut.

“Film ini bagus untuk menanamkan jiwa kesatria, kepatriotan, kecintaan kepada agama, bangsa dan negara sejak dini kepada anak-anak,” ujarnya.

Film G30S/PKI yang diputar ini adalah film dengan durasi lengkap selama 3,5 jam. Tepat pukul 00.00 nobar selesai dan dilanjutkan bersih-bersih area nobar. (FA/Hrn)

 

NOBAR : G30S PKI di CTS

Doktrinasi Film G30S/PKI

Oleh: Herriy Cahyadi
(Alumni UI, S3 İstanbul Üniversitesi)

Berkali-kali saya menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, saya memang merasa terdoktrinasi. Tapi bukan untuk mencintai Orde Baru, sebab tak ada narasi atau akting yang implisit maupun eksplisit menuju ke sana, selain sosok Pak Harto yang memang dalam kenyataan sejarah beliau ada di peristiwa itu. Jika akhirnya saya harus mendukung tekanan beliau untuk turun dan bertanggung jawab (saat reformasi), bukan berarti menegasikan apapun peran beliau, bahkan sampai membenci. Jika ada yang seperti itu, itu masalah mereka. Tapi memaksa bahwa film ini sebagai propaganda Orba, ya mbok jangan lebay begitu.

Saya terdoktrin oleh film G30S/PKI untuk dua hal; mencintai dan membenci. Saya dipaksa untuk mencintai negara dan para pahlawan yang gugur pada momen pengkhianatan itu. Yang saya ingat adalah ratapan kesedihan diiringi lagu Gugur Bunga, membuat saya mencintai perjuangan para pahlawan. Entah mungkin gesekan biola lagu Gugur Bunga itu memang nampaknya mampu menyayat hati.

Lalu, saya pun dipaksa untuk membenci akan dua hal: 1) PKI, 2) Komunisme. Saya dipaksa untuk membenci sebab narasi dalam film memang demikian, ditambah materi dalam pelajaran sejarah yang diajarkan. Betapa kejamnya PKI dengan ideologi komunisnya. Belakangan, setelah saya belajar ideologi di dunia dan sejarah tumbuh-kembang mereka, saya menyukuri Indonesia saat ini tidak berhaluan komunis. Saya akhirnya secara sadar menolak ideologi tersebut dan tidak mau sejarah kelam mereka dilupakan begitu saja. Bagaimana mungkin kebebasan berideologi bisa tumbuh jika hak-hak dasar untuk berpikir saja dimatikan (seperti ajaran komunisme)?

Awalnya saya memang dipaksa untuk membenci. Tapi kemudian saya paham, kenapa saya didoktrin seperti itu. Saya pribadi tidak masalah jika ada yang berhaluan komunis untuk dirinya sendiri. Sama seperti ateis, gay, sinkretis, liberal, atau apapun namanya. Itu urusan pribadi. Tapi jika sudah masuk ke ruang publik, tunggu dulu. Ada banyak alasan mengapa paham-paham ini harus ditolak. Dan salah satunya adalah sejarah kelam yang menyelimuti bangsa ini di kala mereka sedang tinggi-tingginya.